log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 16 Maret 2014 00:00

BERUBAHLAH OLEH PEMBAHARUAN BUDIMU

Written by  Pdt. H. Hutagalung (Muara Enim, Sumatera Selatan)
Pdt. H. Hutagalung (Muara Enim, Sumatera Selatan) Pdt. H. Hutagalung (Muara Enim, Sumatera Selatan)

Roma 12:1-2

Kehidupan orang percaya seperti sebuah benih yang ditanam, lalu bertumbuh dan berbuah. Ini adalah sebuah proses perubahan dari hari ke hari sampai menjadi pohon besar dan menghasilkan buah. Banyak orang cenderung melihat hasil tanpa memperhatikan proses. Tuhan sangat tertarik dengan proses.

Pelayanan kami di Muara Enim juga penuh dengan proses sampai sekarang ini. Pelayanan di sana kami mulai tahun 1987. Pertama-tama kami mengontrak rumah 3x5 meter untuk tempat beribadah sekaligus tempat tinggal. Tahun kelima kami membangun gedung gereja tetapi akhirnya diresolusi warga. Akhirnya kami beribadah dari rumah ke rumah, sampai suatu hari salah satu keluarga jemaat menyediakan rumahnya untuk tempat kami beribadah. Keluarga tersebut juga membangunkan satu gedung untuk tempat beribadah. Tahun 2010 kami berhasil mengurus satu sertifikat tanah seluas 2000 meter atasnama GPdI. Karena sulit mendapatkan ijin pendirian gedung gereja, maka di atas tanah itu kami bangun sebuah aula dan pastori, dan telah diresmikan penggunaannya oleh Bupati Muara Enim. Dan sekarang tempat itu kami pakai untuk beribadah. Proses demi proses musti kita jalani. Biasanya hasil besar diawali dengan proses yang besar juga. Karena itu jangan takut menjalani proses sebab hasilnya juga akan luar biasa.

Untuk mencapai tujuan Allah bagi gerejaNya, ada tiga pokok pikiran dari ayat pokok di atas ;

  • Berubahlah oleh pembaharuan budimu (pikiran). Cara berpikir atau paradigma kita harus berubah, tidak boleh seperti yang lama. Sebagian orang Kristen senang dengan masa lalunya, sehingga ada orang Kristen yang bangga menceritakan kisah hidupnya yang kelam. Kita tidak boleh hidup dengan cara berpikir yang lama. Ingat, anggur yang baru tidak diisikan kepada kantong yang lama. Matius 9:16-17. Anggur yang baru diisikan di kantong yang baru. Tuhan akan memberikan hal-hal yang baru dan besar tetapi kita musti menyediakan tempat yang baru. Pikiran lama atau duniawi tidak dapat memikirkan hal-hal yang rohani. 1 Korintus 2:14-15. Karena itu kita perlu memiliki pikiran Kristus supaya kita dapat menerima hal-hal yang rohani.
  • Jangan menjadi serupa dengan dunia. Sistem dunia ini sudah dikuasai oleh Iblis. 1 Yohanes 2:15-17. Misalnya, telah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan orang yang mau masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) pakai suap. Apakah anak-anak Tuhan masih mengikuti cara-cara demikian? Kalau orang Kristen juga mengikuti langkah yang sama maka tentu menyakiti hati Tuhan. Kita tidak boleh sama dengan dunia, melainkan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita perlu waspada sebab Iblis berusaha untuk menghancurkan hidup orang percaya. Yohanes 10:10a.

  • Agar kamu mengerti kehendak Allah. Untuk mengerti kehendak Tuhan kita harus mengenal siapa diri kita. Ada dua macam orang Kristen, yaitu orang Kristen jiwani dan orang Kristen rohani. Orang Kristen jiwani adalah orang Kristen yang kehidupannya dikuasai oleh jiwanya, kemauannya, kehendaknya. Jiwanya yang dominan menguasai tubuh dan rohnya. Tetapi orang Kristen rohani tidak demikian. Hidup orang Kristen rohani dikuasai oleh Roh Kudus. Jiwa dan tubuhnya tunduk kepada rohnya yang dipimpin Roh Kudus.

Belajar dari 1 Korintus 3:1-3 dan 2 Petrus 1:5-9, maka kita dapati sedikitnya 7 proses perubahan dan perbedaan orang Kristen jiwani dan orang Kristen rohani ;

  • Orang Kristen duniawi sifatnya sensual atau ingin mencoba segala sesuatu, sedangkan orang Kristen rohani memiliki kebajikan atau standar moral yang tinggi seperti Yesus. Orang Kristen jiwani rajin ke gereja tetapi setelah pulang dari gereja semuanya dilakukan ; mabuk iya, judi iya, bohong iya, menipu iya, dlsb.
  • Orang Kristen duniawi tidak rasional sedangkan orang Kristen rohani mempunyai pengetahuan rohani dari pengalaman pribadi. Pengetahuan di sini artinya setiap Firman Tuhan yang diterima menghasilkan iman, dimasukkan ke dalam hati dan dilakukan. Firman Tuhan itu umumnya tidak masuk akal, karena itu kita perlu terima dan lakukan dengan iman.
  • Orang Kristen jiwani mempunyai kemauan yang instan, harus diikuti, sedangkan orang Kristen rohani mempunyai ketekunan. Orang Kristen duniawi akan menggerutu apabila doanya tidak dijawab Tuhan. Tetapi orang Kristen rohani selalu tekun menantikan jawaban Tuhan. Sebab meskipun jawaban Tuhan lambat tetapi tidak pernah terlambat.
  • Orang Kristen duniawi gampang tersinggung, sedangkan orang Kristen rohani mempunyai penguasaan diri.
  • Orang Kristen duniawi selalu egois, bersentral kepada diri sendiri, sedangkan orang Kristen rohani mempunyai kesalehan, yakni fokus kepada Tuhan.
  • Orang Kristen jiwani sulit bersahabat sedangkan orang Kristen rohani mempunyai kasih akan saudara-saudara.
  • Orang Kristen duniawi menuntut dikasihi alias tidak bisa mengasihi orang lain, tetapi orang Kristen rohani mengasihi semua orang.

Berikut bukti-bukti perbedaan hidup orang Kristen duniawi dengan orang Kristen rohani ;

  • Kejadian 4. Persembahan Kain (orang duniawi) tidak diterima Tuhan tetapi persembahan Habel (orang rohani) diterima Tuhan. Kejadian 4. Kenapa Kain saya sebutkan sebagai orang duniawi? Sebab Kain dikuasai oleh dosa dan iri hati maka ia tidak segan untuk membunuh Habel, adiknya. Hati-hati dengan dosa iri hati.
  • Bilangan 13,14. Sepuluh pengintai kembali dengan ketakutan, sebab penduduk Kanaan besar-besar dan pemakan penduduknya. Tetapi Yosua dan Kaleb, orang yang berohani berkata bahwa penduduk Kanaan akan mereka telan habis seperti roti. Cara pandang dan cara berbicara orang duniawi sangat berbeda dengan orang rohani.
  • 1 Samuel 16 – 17. Saul, orang duniawi menolak Firman, sedangkan Daud taat kepada Firman Tuhan.
  • Matius 22:14. Banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Orang yang terpilih adalah orang Kristen berohani yang mengerti kehendak Tuhan.
  • Matius 25:1-13. Lima gadis bodoh mempunyai pelita tetapi tidak punya persediaan minyak. Sedangkan lima gadis yang bijaksana mempunyai persediaan minyak, sehingga tiba waktunya mempelai datang pelita mereka tidak padam dan mereka dapat menyongsong mempelai. Sedangkan gadis bodoh tertinggal karena pelita mereka sudah padam. Banyak orang Kristen akan sama-sama menantikan kedatangan Tuhan tetapi orang Kristen duniawi akan tertinggal sebab mereka tidak mempunyai persediaan minyak.
  • Matius 25:31-46. Ada kelompok kambing yaitu orang-orang Kristen yang tidak mau melayani, tetapi ada kelompok domba yaitu mereka yang berjerih lelah melayani Tuhan.
  • Matius 13:24-30. Ada kelompok lalang, dan ada kelompok gandum.
  • Lukas 17:24-36. Ada yang diangkat dan ada yang tertinggal.
  • Wahyu 22:11. Orang duniawi semakin jahat dan cemar tetapi orang rohani semakin benar dan kudus.
  • Filipi 2:14. Orang duniawi bersungut-sungut, orang rohani bersyukur kepada Tuhan.
  • Bilangan 28. Orang duniawi mendapat kutuk, sedangkan orang rohani mendapat berkat.
  • Wahyu 20-21. Orang duniawi masuk neraka, dan orang rohani masuk sorga.

Karena itu, marilah kita berubah oleh pembaharuan budi supaya kita mengerti kehendak Tuhan yang berkenan kepada Tuhan! Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan Khotbah Pdt. H. Hutagalung (Muara Enim, Sumsel), Minggu, 9 Maret 2014 (Ibadah Raya IV)