log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 24 Maret 2014 00:00

Orang Benar adalah Mata Air Hidup

Written by  Pdt. M.D. Wakkary
Pdt. M.D. Wakkary Pdt. M.D. Wakkary

Amsal 25:26, Yohanes 4:14

Kata 'mata air' dalam bahasa Ibrani adalah 'magor' yaitu spring, source, fountain (Inggris) atau mata air, sumber, air mancur. Sedangkan dalam bahasa Yunani disebut 'hallomai' yaitu spring, to leap up, bubble up (Inggris).

Dalam Yohanes 4:14 Yesus berkata : “tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." Kalau kita menerima Yesus maka kita menerima air hidup yaitu air yang memberikan hidup yang kekal.

Semua orang membutuhkan air. Salahsatu simbol kota Medan adalah menara air bersih yang terletak di jalan Sisingamangaraja. Manusia tidak bisa hidup tanpa air. Demikian juga bahwa tidak ada hidup yang kekal tanpa menerima air hidup yaitu Yesus. Semua orang yang percaya kepada Yesus menerima hidup yang kekal. Dan bukan hanya menerima air hidup tetapi air yang telah diberikan Yesus menjadi mata air di dalam dirinya yang mengalir keluar secara terus-menerus sampai kekal.

Tetapi kitab Amsal 25:26 menulis bahwa masih ada orang Kristen seperti mata air yang keruh atau sumber air yang kotor. Cirinya adalah mengeluh, mengomel dan menyatakan kekuatirannya di tengah-tengah orang yang tidak percaya. Di lingkungan pekerjaan, di bisnis dan di sekolah kita selalu bertemu dengan orang-orang yang belum terima Yesus bahkan ada orang anti dengan Kekristenan. Tetapi sayangnya ada orang-orang percaya yang menyampaikan keluhannya kepada orang-orang fasik. Mungkin mereka mengeluh akan persoalan hidup yang berat, mengomel karena gaji yang kecil, ataupun harga-harga yang terus mahal. Orang Kristen yang begitu adalah seperti mata air yang keruh.

Seandainya anda menemukan mata air dan ternyata mata air itu pahit, asin dan kotor maka tentu anda akan kecewa. Hal ini sangat bertentangan dengan kehendak Yesus. Tuhan memberikan air hidup supaya air itu mengalir atau bermanfaat / menjadi berkat bagi banyak orang. Anak-anak Tuhan musti menjadi berkat sebab masih banyak orang yang belum mendapat air kehidupan. Seringkali kita mengharapkan berkat, tetapi jangan lupa bahwa Tuhan ingin supaya kita lebih dahulu menjadi berkat. Kalau anda menjadi mata air maka air itu akan terus menerus memancar, tidak pernah habis, sebab durasi mata air hidup adalah kekal.

Saya pelajari selama menjadi gembala jemaat ; kenapa ada jemaat sudah percaya kepada Yesus tetapi hidupnya selalu susah, sering dikejar penderitaan, penyakit, dan sepertinya tidak pernah habis. Mungkin salahsatu penyebabnya adalah karena orang itu tidak menjadi mata air yang bersih tetapi mata air yang kotor, yakni belum menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan menuntut kita menjadi mata air yang murni, mata air yang bersih. Kita tidak boleh menjadi orang Kristen yang selalu mengeluh dalam kekuatiran.  

Kita tidak boleh menjadi mata air yang pahit atau mata air asin. Yakobus 3:11-12. Satu mata air tidak bisa mengeluarkan air asin atau pahit dan sekaligus mata air yang tawar. Sama seperti pokok anggur tidak dapat menghasilkan buah ara.

Sebagai anak-anak Tuhan, gereja memerlukan sumber air hidup yaitu Yesus. Yohanes 4:10. Juga kita memerlukan Roh Kudus yaitu aliran-aliran air hidup. Yohanes 7:38-39. Roh Kudus menolong kita untuk mengeluarkan aliran-aliran air hidup sehingga menjadi manfaat bagi orang lain.

Sekarang mata dunia tertuju ke Malaysia berhubung dengan hilangnya pesawat Malaysia Airlines. Beberapa waktu lalu saya baca sebuah tulisan di harian Kompas menyebutkan bahwa umumnya pesawat terbang sekarang sudah canggih. Keahlian pilot hanya dibutuhkan waktu take-off dan landing saja. Sebab setelah take-off sistem sudah diatur ke auto-pilot ke tempat yang akan dituju. Karena itu ketika timbul masalah kecil di luar sistem waktu di udara maka si pilot bisa kelabakan. Hanya karena masalah kecil ketidakberesan di pesawat bisa menimbulkan persoalan besar. Demikian juga kalau gereja tidak dipimpin oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus maka akan timbul persoalan yang berat sekali. Karena itu kita perlu selalu pegang Sumber Air Hidup dan Roh Kudus yang membuat aliran-aliran air hidup.

Kekuatiran hidup jangan dinyatakan kepada orang fasik, tetapi nyatakanlah kepada Tuhan. Filipi 4:6. Kalau kita kuatir nyatakanlah dalam doa dan permohonan.

Berikut fakta-fakta tentang air : Kira-kira 60 persen dari tubuh kita terdiri dari air, kira-kira 75 persen dari otot-otot kita terdiri dari air, kira-kira 75 persen dari otak kita terdiri dari air, kira-kira 82 persen dari darah kita terdiri dari air, dan kira-kira 25 persen dari tulang-tulang kita terdiri dari air. Karena itu manusia rata-rata membutuhkan 3 liter air setiap hari. Kita juga dapat menyerap air dari buah-buah seperti pisang yang mengandung 70 persen air, apel 80 persen air, tomat 95 persen air. Karena itu tidak heran kalau sekarang perusahaan-perusahaan air mineral seperti Aqua mendapat untung yang besar dari penjualan air mineral bahkan mereka bisa menjadi sponsor pertandingan olah raga skala internasional.

Minggu lalu saya melayani di sebuah desa di Jawa Timur bernama desa Genteng. Puluhan tahun lalu saya pernah melewati desa ini ketika mau menyeberang ke Bali. Tetapi minggu lalu saya kaget sebab desa ini sudah seperti sebuah kota. Di desa ini ada mall, restoran dan kemajuan terlihat di mana-mana. Ternyata desa itu menjadi maju karena sekarang desa itu menjadi penghasil beras secara besar-besaran. Namun bisa menghasilkan beras karena pengairannya bagus sehingga tanah menjadi subur. Tanpa air desa itu tidak mungkin maju dan makmur.

Hidup (hati dan tubuh) manusia harus dibasuh dan dibersihkanoleh air murni. Ibrani 10:22. Kalau anda mau bertemu Yesus, mau berdoa pada Yesus, anda harus terlebih dahulu disucikan oleh air murni yaitu Firman Allah. Kita perlu minta kesucian, pengampunan dan berjanji bahwa mata air yang anda miliki menjadi mata air yang mengalir.

Akhirnya, janganlah kita menjadi mata air yang keruh tetapi menjadi mata air yang bersih, yang terus memancar. Dunia sedang mencari mata air yang jernih. Orang benar memperoleh air hidup dari Tuhan Yesus dan air hidup itu mengalir sebagai aliran-aliran air hidup kepada orang lain. Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu, 16 Maret 2014 (Ibadah Raya I)