log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 24 Maret 2014 00:00

Mengapa Allah Tidak Berkenan

Written by  Pdt. M.D. Wakkary
Pdt. M.D. Wakkary Pdt. M.D. Wakkary

1 Korintus 10:5-11

Zaman dulu bangsa Israel yaitu umat pilihan Tuhan berhasil dengan luar biasa keluar dari tanah perbudakan Mesir menuju negeri perjanjian tanah Kanaan. Walaupun sebelumnya mereka sempat ditahan-tahan raja Mesir, tetapi Tuhan adakan sepuluh mujizat luar biasa sampai akhirnya raja Firaun tidak berkuasa lagi menahan mereka.

Tetapi dalam ayat di atas kita membaca bahwa sebagian besar umat Tuhan yang telah dikeluarkan dari perbudakan Mesir tidak berhasil atau gagal masuk ke tanah Israel. Penyebabnya adalah karena Allah tidak berkenan kepada bagian terbesar dari mereka (1 Korintus 10:5). Mereka sudah Tuhan selamatkan dari Mesir, tetapi kemudian tewas di padang gurun. Sangat tragis sekali. Mengapa hal ini terjadi? Ada 4 persoalan dan larangan besar pada umat Tuhan zaman Perjanjian Lama yang menjadi contoh dan sekaligus peringatan bagi Gereja yang hidup di zaman akhir sekarang ini (ayat 6,11).

1)  Jangan menjadi penyembah berhala (ayat 7).

Mungkin kita merasa bahwa kita tidak pernah menyembah berhala. Tetapi sekarang banyak berhala-berhala modern. Berhala adalah sesuatu yang kita utamakan dan kita puja. Misalnya, ada orang akan marah-marah kalau tidak makan daging dalam satu hari. Daging atau makanan menjadi berhala baginya. Ada juga orang kalau bangun pagi harus ada kopi di sebelahnya. Kalau tidak ada, istri atau anaknya bisa dimarahi. Ada juga nenek, sebelumnya setia beribadah dan rajin berdoa. Tetapi setelah punya cucu, dia tidak beribadah dan tidak berdoa lagi. Cucunya menjadi berhala baginya. Hobi juga bisa menjadi berhala. Kalau anda tidak beribadah atau tidak berdoa karena menuruti hobi, itu sudah berhala. Bahkan ada gereja-gereja percaya kepada Yesus, tetapi kemudian membuat patung-patung yang menyerupai Yesus dan menyembah patung itu. Ini merupakan siasat Iblis untuk menjerat kita, sebab penyembah berhala tidak masuk dalam Kerajaan Sorga. Wahyu 21:8. Ketika Musa naik ke gunung Sinai untuk menerima hukum Tuhan, ternyata bangsa Israel telah membuat patung lembu emas untuk disembah. Akibatnya semua mereka binasa, tidak diampuni.

2)  Jangan melakukan percabulan (ay 8). Bilangan 25:1-8.

Bukan hanya dilarang untuk melakukan percabulan, tetapi bergaul dengan orang cabul pun tidak bisa. 1 Korintus 5:9. Atau mungkin anda berpikir bahwa anda tidak pernah melakukan percabulan. Namun 1 Korintus 5:10 menjelaskan bahwa orang pelit atau kikir dan penyembah berhala sama dengan orang yang melakukan percabulan. Nasib orang kikir sama dengan orang cabul yaitu tidak masuk sorga. 1 Kor 6:9-10. Sama halnya dengan banci tidak masuk dalam sorga. Karena itu orang yang sudah terlanjur banci harus kita arahkan supaya bertobat dan minta kesembuhan dari Tuhan.

3)  Jangan mencobai Tuhan. Bilangan 21:5-6.

Orang yang mencobai Tuhan adalah orang yang melawan Allah dan hambanya. Orang yang demikian merasa hambar akan Firman Tuhan. Semua yang mencobai Tuhan ditumpas oleh Allah. Karena itu jangan pernah berani melawan Firman Tuhan. Kalau sekarang anda belum memahami dan belum percaya kepada FirmanNya, tunggu sampai anda percaya. Apa yang disampaikan Firman dan hambanya tidak boleh dilawan.

Ketika Israel melawan Allah dan Musa hambanya, maka keluarlah ular-ular menggigit orang Israel yang melawan. Orang yang mati karena mencobai Tuhan sebanyak 23 orang jumlahnya.

Namun Tuhan punya kemurahan kepada orang Israel yang digigit ular itu. Tuhan menyuruh mereka untuk membuat ular tembaga dan mendirikannya di sebuah tiang. Semua orang yang melihat ular tembaga itu sembuh dari racun ular. Tembaga artinya hukuman. Ular yang dinaikkan adalah gambaran Yesus di salib. Yesus tidak berdosa tetapi dijadikan dosa. Yesus agung dan mulia tetapi dijadikan pehukuman. Namun siapa yang melihat ular tembaga itu akan selamat. Sekarang ular tembaga itu adalah bayangan dari Yesus yang digantung di salib Golgotha. Siapa yang berpaling kepada Yesus pasti selamat.

Jadi jangan sekali-kali mencobai Tuhan. Rumah kita seringkali penuh 'ular', karena memang banyak yang tidak beres dalam hidup kita. Kita perlu koreksi diri, apakah ada perlawanan di hati kita kepada Tuhan atau kepada hamba-hambaNya. Sekiranya ada, cepat datang kepada Yesus untuk memohon pengampunan Tuhan.

4)  Jangan bersungut-sungut (ayat 10).

Contoh Bilangan 16:41-49. Bersungut-sungut atau mengomel gampang sekali melakukannya. Tetapi Tuhan melarang kita untuk bersungut-sungut. Sebab bersungut-sungut berarti menentang Tuhan dan meremehkan kuasaNya. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan. Filipi 2:12-14. Maka berkat Tuhan akan mengalir.

Bagaimana cara hidup orang percaya? Roma 1:17. Orang percaya disebut orang benar, dan orang benar hidup oleh iman. Iman itu tidak mengomel, tidak bersungut, tetapi taat dan setia. Jadi sikap hidup orang percaya adalah hidup dengan iman. Cara ini dapat kita implementasikan seperti yang tertulis dalam I Tesalonika 5:18-19, yaitu bersukacita, berdoa dan bersyukur dalam segala hal. Dalam keadaan apapun kita musti melatih diri untuk bersukacita. Sukacita adalah sesuatu yang kita bangun di dalam diri kita. Walaupun banyak hal yang membuat kita tidak bisa bersukacita, tetapi Roh Kudus akan menolong dan memberikan kekuatan untuk kita selalu bersukacita. Kita juga mungkin sudah berdoa, berpuasa tetapi jawaban Tuhan tak kunjung datang. Tetapi Firman Tuhan berkata tetap berdoa. Mungkin sepertinya sudah capek berdoa, jangan berhenti, terus berdoa. Pada waktunya Tuhan pasti jawab. Dan dalam segala hal di hidup ini kita harus mengucap syukur.

Bersukacita, berdoa dan mengucap syukur adalah kekuatan rohani yang luar biasa. Pada waktu yang tepat kita akan lihat pertolongan Tuhan yang indah dan luar biasa. Jadi bersukacitalah, tetap berdoa, dan mengucap syukur dalam segala hal. Puji Tuhan!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 17 Maret 2013 (Ibadah Raya II)