log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 21 April 2014 00:00

THE CROSS OF JESUS CHRIST

Written by  Pdp. Klaudia Debora Wakkary
Pdp. Klaudia Debora Wakkary Pdp. Klaudia Debora Wakkary

Efesus 2:13

“Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu 'jauh', sudah menjadi 'dekat' oleh darah Kristus.”

Firman Tuhan ini memberitahukan kepada kita bahwa dahulu hubungan antara manusia dengan Tuhan adalah “jauh”. Apa yang menyebabkan manusia menjadi jauh dari Allah? DOSA. Roma 3:23,25. Sebelumnya Adam dan Hawa hidup bersama-sama dengan Allah, dekat kepada Allah, tetapi kemudian manusia berbalik dan mengikuti jalannya sendiri. Itulah dosa, yaitu hidup menurut jalan sendiri bukan menurut kehendak Tuhan. Bukan hanya Adam dan Hawa saja yang berdosa tetapi semua keturunan manusia ikut tercemar dengan dosa.

Semenjak dunia jatuh ke dalam dosa bahkan sampai sekarang ini, dunia menjadi sangat berbahaya. Berbahaya bukan karena adanya bom nuklir yang akan melenyapkan dunia, tetapi sangat berbahaya karena hati manusia sudah berdosa. Manusia kini dipenuhi dengan kemarahan (anger), keserakahan (greeds), hawa nafsu kedagingan (lust) dan kekosongan (emptiness). Hal-hal ini tentu bukan mendatangkan kebaikan bagi dunia tetapi kerusakan dan kehancuran.

Dosa adalah seperti penyakit kanker yang menyerang hidup manusia. Dosa mempengaruhi pikiran, kehendak, emosi, dan seluruh kehidupan manusia dirusak oleh dosa.

Anda pasti bertanya, bagaimana manusia bisa dilepaskan dari ikatan belenggu dosa? Bagaimana manusia terbebas dari cengkeraman dosa dan sembuh dari 'penyakit' berbahaya ini? Satu-satunya Pribadi yang dapat menolong dan memerdekakan kita dari dosa adalah TUHAN YESUS KRISTUS.

Namun supaya manusia berdosa tertolong atau selamat, Yesus membayarnya dengan harga yang mahal sekali yaitu dengan tersalib di Golgota. Sebenarnya, sebelum Yesus tergantung di kayu salib, Dia telah melalui penderitaan yang hebat sekali. Semalam-malaman serdadu-serdadu Romawi mencoba melemahkan Yesus dengan cara menyiksa Yesus, merobek tubuhNya dengan cambukan, mengenakan mahkota duri dan memukulkan mahkota duri itu di kepala Yesus sehingga darah keluar dan mengalir di kepala dan seluruh wajahNya. Mereka mengolok-olok dan meludahi wajah Yesus. Kitab Yesaya memberitahukan bahwa wajah Yesus begitu buruk dan tampaknya bukan seperti manusia lagi (Yesaya 52:14). Dan dalam keadaan yang sangat lemah dan menderita, Yesus harus memikul kayu salib sampai ke Golgota. Di sana kedua tangan dan kakiNya dipaku sehingga darah keluar. Tetapi menurut saya, puncak dari penderitaan Yesus adalah ketika Dia berseru : “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46). Pada saat itulah hubungan antara Yesus dan Allah Bapa terpisah (separated). Kenapa Allah Bapa meninggalkan Yesus PutraNya? Sebab Allah tidak bisa melihat dosa atau tidak bisa kompromi dengan dosa. Pada Perjanjian Lama kita baca bahwa setiap orang yang melakukan dosa selalu mati. Atau setiap ada dosa harus ada korban bakaran untuk pengampunan dosa. Dan pada waktu Yesus disalibkan, dosa seluruh dunia ditimpakan dan ditanggungkan kepada Yesus, dan Allah Bapa tidak tahan melihatnya.

Kenapa Yesus harus mencurahkan darahNya untuk pengampunan dosa manusia? Darah Yesus adalah tempat bertemu Tuhan dengan manusia. Kolose 1:20 – darah Yesus memperdamaian manusia dengan Tuhan. Kenapa darah sebagai jalan pendamaian? Imamat 17:11. Nyawa mahluk ada di dalam darahnya. Ketika anda menumpahkan darahmu, sebenarnya anda telah menyerahkan nyawamu. Jadi, ketika Yesus mencurahkan darahNya sebenarnya Ia menyerahkan hidupNya sebagai tebusan atas semua dosa. Nyawa kita telah ditebus oleh nyawa Kristus. Oleh darah Yesus kita diperdamaikan dan dibenarkan. Roma 5:9. Oleh darah Yesus, kita yang dahulu “jauh” dari Tuhan sekarang menjadi “dekat”. Haleluyah!

Karena itu tidak ada jalan lain kepada keselamatan kecuali melalui salib Yesus. Yesus berkata : "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6). Kenapa hanya Yesus? Karena Dia-lah satu-satunya yang dilahirkan ke dunia tanpa dosa. Hanya dengan darah Kristus yang suci manusia dapat dibenarkan. Kalau kita datang kepada salib Kristus kita pasti diselimuti dengan kebenaran. Tuhan tidak lagi melihat dosa atau pelanggaran kita, tetapi Tuhan melihat hidup kita di dalam Yesus.

Langkah yang perlu kita lakukan sekarang adalah bertobat atau berbalik dari jalan-jalan yang jahat dan datang kepada salib Yesus. Minta supaya Tuhan mengampuni semua dosa dan pelanggaranmu. Salib dan kebangkitan Yesus menawarkan kepada kita pengampunan dosa dan kehidupan yang kekal.

Sekarang bagaimana jalan untuk memperoleh pengampunan dan keselamatan di dalam Yesus? PERCAYA KEPADA YESUS. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk percaya kepada Yesus dan beroleh pengampunan dosa serta keselamatan oleh darahNya. Putra Allah yaitu Yesus turun ke dunia untuk dosa-dosa kita. Yesus datang ke dunia bukan untuk menghakimi dunia tetapi untuk mengasihi dan menyelamatkan setiap orang yang percaya kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati! SELAMAT PASKAH!

Ringkasan Khotbah Pdp. Klaudia D. Wakkary, Jumat, 18 April 2014 (Ibadah ke-4)