log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 14 April 2014 00:00

Maukah Anda Kesuburan?

Written by  Pdt. M.D. Wakkary
Pdt. M.D. Wakkary Pdt. M.D. Wakkary

Yesaya 54:1

“Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, firman TUHAN”.

Mandul, menurut bahasa Ibrani artinya adalah tidak bisa melahirkan, tidak berbuah, tumpul, beku dan tandus. Sekarang ini teknologi sudah sangat canggih, sehingga mereka yang mandul bisa memperoleh anak, salahsatunya dengan bayi tabung. Pasangan yang mandul juga dapat memperoleh anak dengan cara mengadopsi anak. Tetapi saya bersyukur, di jemaat Maranatha tidak ada persoalan dengan kelahiran, sebab hampir setiap hari Minggu ada anak-anak yang diserahkan kepada Tuhan.

Tetapi kemandulan bukan hanya secara alamiah tetapi juga secara rohaniah. Ada orang yang rohaninya tumpul, beku, tandus, tidak berbuah-buah. Ada juga orang yang mengalami kemandulan dalam soal ekonomi/keuangan. Orang yang demikian biasanya suka mengeluh dan cemburu ketika orang lain berbuah atau diberkati. Namun ada juga orang berhasil dalam keuangan tetapi rumah tangganya tidak bahagia atau keluarganya tidak rukun, selalu ribut. Berarti dia mandul dalam soal kebahagiaan dan kerukunan dalam keluarga.

Zaman dulu seorang istri yang mandul bisa diceraikan suaminya. Atau kemandulan bisa menjadi alasan suaminya untuk kawin lagi. Jadi kemandulan selalu punya efek yang berganda. Karena itu kemandulan tidak boleh dianggap enteng. Kalau mandul akan banyak masalah-masalah terjadi. Tetapi kalau subur atau berbuah maka akan banyak dampak positifnya, baik dalam ekonomi, pribadi-pribadi dan rumah tangga. Saya selalu berdoa supaya semua jemaat Maranatha terus subur dalam Tuhan.

Ada lima langkah untuk menerobos kemandulan dan mencapai kesuburan ;

1) Firman Tuhan.

“…….. yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, firman TUHAN”.

Dalam janji Tuhan tidak ada kemandulan. Tuhan berjanji bahwa anak-anakNya akan mempunyai lebih banyak anak dari yang lain. Karena itu, kalau anda mau menerobos kemandulan dan mencapai kesuburan maka anda perlu baca dan dengarkan Firman Tuhan. Jangan ikuti pendapat-pendapat para ahli, tetapi peganglah janji Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah Tuhan sendiri dan Tuhan kita adalah Allah yang Mahakuasa. Apa yang mustahil bagi manusia tidak mustahil bagi Allah.

2) Bernyanyi.

“Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan!”

Dalam bahasa aslinya, kata 'bersorak-sorai' dalam ayat ini artinya menyanyi. Menyanyi adalah ungkapan sukacita. Biasanya orang yang bernyanyi adalah mereka yang sedang diberkati Tuhan. Namun Tuhan memerintahkan setiap orang yang mandul untuk bernyanyi. Kalau kita mau dipulihkan kita musti menyanyi. Syarat gereja yang mau bertumbuh dan meningkat adalah pujian dan penyembahannya harus benar. Saya menganjurkan supaya semua jemaat jangan terlambat beribadah dan jangan datang ketika sudah mau khotbah. Kita perlu bernyanyi memuji Tuhan supaya hidup kita dipulihkan.

3) Bersorak-sorai (bersukacita) bergembira.

“Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin!”

Kita sering menyanyi tetapi belum memekik dan belum bersorai-sorai. Kita bukan sekedar menyanyikan kidung-kidung pujian, tetapi lebih dari itu kita harus bersorak-sorai dan memekik. Ini adalah perintah Tuhan.

Dua minggu lalu, tepatnya hari Senin, berketepatan jadwal saya free maka saya pergi ke dokter untuk check-up kesehatan. Sebab ada beberapa keluhan di tubuh saya, antaralain batuk dan beberapa gangguan di bagian perut. Setelah darah saya diperiksa di lab, dokter menganjurkan untuk opname selama 6 hari. Waktu opname, dokter bercerita bahwa ada beberapa masalah dalam tubuh saya yang bisa menjadi masalah besar kalau tidak diobati segera. Selama opname saya merasa tersiksa, sebab biasanya saya aktif, tetapi waktu itu harus terbaring di tempat tidur dengan selang infus. Pada hari Kamis, dokter datang untuk memeriksa dan katakan sudah bisa pulang hari Jumat, sebab ternyata proses pemulihannya lebih cepat dari perkiraan dokter. Puji Tuhan!

Hari Senin saya sudah terbang lagi ke Minahasa Selatan untuk meresmikian gedung baru GPdI Tokin. Sebelumnya, karena sakit, saya sudah utus orang lain untuk menggantikan saya. Tetapi mereka bersikukuh supaya saya hadir sebab telah diundang Gubernur, Kapolda dan pejabat-pejabat lainnya untuk hadir di acara penahbisan tersebut. Mereka berdoa puasa supaya saya sembuh dan memang akhirnya saya sembuh. Jumlah penduduk di desa itu sekitar 750 KK tetapi 450 KK adalah anggota jemaat GPdI. Mereka membangun gedung gereja yang besar dan megah. Yang menarik, beliau merasa bangga sebab di desa kecil berdiri sebuah gereja yang megah. Dan beliau mengaku bahwa dulu gereja Pantekosta dicibir karena tepuk tangannya, nyanyiannya dan sorai-sorainya. Tetapi kini, mereka sudah ikut seperti kita, turut menyanyi gembira dan bertepuk tangan.

Karena itu jangan malu menyanyi gembira, bersorak-sorai, dan bertepuk tangan memuji Tuhan, sebab itu adalah Firman Tuhan, perintah Tuhan.

4) Iman yang meningkat.

“Jadi iman, timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus”. (Roma 10:17).

Saya baru mendapat kesaksian dari salahsatu anggota jemsel yang hadir di ibadah raya kita. Waktu pertama kali masuk gereja dan mendengar pujian-penyembahan kita, dia gemetar. Sebelumnya dia sudah divonis dokter sakit kanker pendarahan. Tetapi dalam ibadah itu dia menyanyi, berdoa dan menerima Firman Tuhan. Firman itu menghasilkan iman di dalam hatinya. Setelah diperiksa lagi ke dokter, ternyata kankernya tidak ada lagi alias hilang. Puji Tuhan! Kenapa? Karena dia memuji Tuhan, dia mendengar Firman Tuhan dan percaya kepada janji Tuhan.

Banyak di antara kita awalnya mengalami mujizat Tuhan tetapi kemudian tidak mengalaminya lagi. Penyebabnya adalah karena imannya tidak meningkat. Iman kita harus meningkat, tidak bisa terus dalam level yang sama. Ketika iman kita mencapai peningkatan yang sama untuk mencapai janji Tuhan maka si mandul akan mempunyai banyak anak. Persoalan peningkatan iman sangat perlu sebab imanlah yang sanggup menarik kuasa Tuhan berkarya dalam hidup kita. Sama seperti imanmu, terjadilah bagi kamu.

5) Bergerak aktif untuk menyambut kesuburan. Yesaya 54:2.

Walaupun sekarang kita belum terima kesuburan, masih mandul, tetapi kita percaya kepada Firman yang profetik ini. Kita harus aktif mempersiapkan diri ; melapangkan tempat kemah dan membentangkan tenda tempat kediaman. Kristen yang aktif akan menjadi gereja Tuhan yang subur. Gereja yang menghasilkan buah-buah adalah gereja yang aktif. Puji Tuhan, di gereja kita banyak pelayanan di mana anda bisa aktif dalam Tuhan. Kita harus mengembangkan pelayanan dan kesaksian kita untuk menghasilkan banyak buah bagi Tuhan dan KerajaanNya.

Saya berdoa dan merindukan supaya semua anak Tuhan tidak mandul tetapi semuanya subur, berbuah-buah bagi Tuhan Yesus. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 6 April 2014 (Ibadah Raya II)