log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 11 Mei 2014 00:00

Tidak ada Raja?

Written by  Pdt. M.D. Wakkary
Pdt. Dr. M.D. Wakkary Pdt. Dr. M.D. Wakkary

Hakim-hakim 17:6, Hakim-hakim 21:25

Dua ayat ini menulis bahwa di Israel pernah terjadi tidak ada raja. Akibatnya setiap orang berbuat apa yang benar menurut kehendaknya sendiri. Diperkirakan jumlah penduduk Israel waktu keluar dari Mesir beberapa tahun sebelumnya berjumlah antara 2-3 juta orang. Itu jumlah yang besar, hampir sama dengan penduduk kota Medan. Jadi satu bangsa yang besar menguasai satu daerah baru yaitu tanah Kanaan tetapi tidak ada raja, tidak ada pemerintah. Sekiranya kota Medan yang jumlah penduduknya sekitar 3 juta orang lalu masing-masing berbuat apa saja menurut yang mereka kehendaki, maka tentu akan terjadi kekacauan. Misalnya, di jalan raya ada orang yang berjalan di sebelah kiri, ada yang di sebelah kanan, dan ada yang ditengah-tengah. Kalau demikian pasti akan terjadi tabrakan dan keributan. Padahal ini masih soal lalu lintas, belum persoalan yang lain, seperti belanja tidak mau bayar, dan lain-lain sebagainya. Negara yang tidak ada raja atau pemerintahnya akan kacau balau. Dan Israel pernah mengalam hal itu.

Karena itu jauh-jauh hari sebelum mereka berangkat dari tanah Mesir, Tuhan sudah berikan ketetapan dalam Ulangan 17:14-19 tentang pengangkatan raja. Mereka bisa memiliki seorang raja tetapi haruslah raja yang dipilih oleh Tuhan. Jadi raja Israel bukanlah dipilih oleh rakyat seperti yang terjadi di era demokrasi ini. Tanggal 9 Juli masyarakat Indonesia akan memilih presiden yang baru. Sekarang santer diberitakan 3 calon presiden, yaitu Joko Widodo, Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie. Kita semua bisa memilih salahsatu dari calon presiden itu. Dan berdoalah sebelum memilih supaya terpilih orang yang pantas memimpin Indonesia. Tetapi pada zaman dulu tidak bisa demikian. Tuhan yang berbicara kepada nabi siapa yang akan menjadi raja Israel. Dan pada zaman dulu persyaratan raja sangat berat; pertama, harus orang Israel. Kedua, tidak boleh hobi kuda atau memelihara kuda. Rupanya Mesir terkenal negara yang banyak kuda. Karena itu, kalau raja Israel punya hobi kuda maka mereka pasti akan kembali ke Mesir untuk mencari kuda. Jadi dilarang memiliki kuda supaya jangan kembali ke Mesir. Ketiga, tidak boleh mempunyai banyak istri. Salahsatu hobi raja pada zaman dulu adalah mempunyai banyak istri. Contohnya raja Salomo memiliki 300 istri dan 700 gundik. Keempat, tidak boleh mengumpulkan banyak harta. Kelima, harus terus menerus membaca kitab Taurat. Dan seorang raja tidak boleh tinggi hati. Jadi persyaratan seorang raja pada zaman dulu berat sekali.

Kenapa perlu raja? Kalau tidak ada raja maka semua orang akan berbuat semaunya saja. Dan keadaan bangsa yang demikian pasti lemah dan hancur. Yesaya 53:6 berkata bahwa orang yang berjalan menurut jalannya sendiri adalah seperti domba-domba yang sesat, tidak bergembala. Masyarakat yang tidak punya pemerintah sama seperti domba-domba yang tercerai-berai; ada yang masuk jurang, ada yang dimakan binatang buas, dan lain-lain. Domba-domba memerlukan gembala. Demikian juga rakyat perlu seorang raja. Jemaat juga perlu gembala, perlu pimpinan. Ada anak Tuhan yang tidak mau digembalakan. Waktu senang datang beribadah waktu tidak senang tidak beribadah. Atau kalau suka beribadah di Maranatha, waktu tidak suka pergi beribadah ke tempat lain. Itu adalah orang yang melakukan kehendaknya sendiri dan jelas bertentangan dengan kehendak Tuhan. Tuhan menghendaki ada raja.

Dalam pengertian rohaninya, musti ada raja atau pemerintah yang mengatur kehidupan rohani kita. Mungkin kita semua mengaku sebagai anggota gereja, percaya kepada Yesus, tetapi apakah Yesus sudah menjadi Raja dalam hidupmu? Dan apakah benar kita sudah tunduk kepada Raja di atas segala raja itu?

Anda mungkin sudah menerima Yesus sebagai Penyelamat, sebagai Penyembuh dan sebagai Sumber segala berkat, tetapi sebenarnya semuanya harus didahului dengan menerima Yesus sebagai Raja. Kehidupan rohani kita harus ada yang mengontrol atau memerintah. Kalau tidak, hidup kita akan kacau. Kita akan sama seperti domba-domba yang tersesat yang ujungnya dimakan binatang buas.

Banyak ayat di Alkitab yang berkata bahwa Tuhan kita adalah Raja di atas segala raja. Salahsatunya ditulis dalam Wahyu 17:14. Anak Domba yaitu Yesus Kristus adalah Raja di atas segala raja. Yesus adalah penguasa tertinggi di kehidupan kita.

Darimana kita tahu bahwa Yesus memerintah dalam hidup seseorang ? Dari ketaatannya dalam membaca dan melakukan Firman Tuhan. Anak-anak Tuhan harus berpegang kepada Firman Tuhan. Di organisasi GPdI ada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GPdI. Ada hamba-hamba Tuhan GPdI yang tidak tahu AD/ART dan akibatnya sering menimbulkan masalah. Demikian juga, banyak orang percaya kepada Yesus tetapi tidak tahu akan perintah Yesus. Orang yang demikian biasanya “bermasalah”. Untuk itu kita perlu membaca dan melakukan Firman Tuhan.

Yesus musti menjadi penguasa tertinggi dalam kehidupan kita. Kita tidak boleh mengambil jalan sendiri. Standar jalan Tuhan adalah Firman-Nya, dan disinilah aturan dan jalan-jalan Tuhan. Kita musti belajar langkah demi langkah melakukan kehendak Tuhan.

Setiap hari saya selalu bermohon agar Tuhan memberikan hikmat dan kekuatan. Karena itu saat teduh atau doa pagi menjadi sangat penting. Disitu kita minta agar Tuhan pimpin dan atur langkah kita. Sebab Raja yang kita miliki adalah Raja yang tiap hari turut mengatur langkah kita, keluarga kita, ekonomi kita dan semua dimensi hidup kita. Kita perlu menjadikan Tuhan sebagai Raja. Firman Tuhan harus selalu menjadi acuan hidup kita. Seluruh aspek hidup kita harus dibimbing oleh Firman Tuhan. Ijinkan Tuhan mengatur hidup kita melalui FirmanNya.

Dalam Matius 26:39 Yesus mengajar “janganlah seperti yang Kukehendaki melainkan seperti yang Engkau kehendaki”. Kehendak Tuhan harus selalu yang di depan. Kehendak kita musti ikut kepada kehendak Tuhan, selaras dengan kehendakNya.

Biarlah Kristus menjadi Raja bagi kita, mengatur hidup kita melalui FirmanNya. Kita musti mengalahkan kehendak diri sendiri dan mendahulukan kehendak Tuhan. Saya jamin anda akan memperoleh pertolongan, kesembuhan, dan kesejahteraan, apabila Tuhan yang mengatur hidupmu. Dan semuanya akan menjadi beres sebab Tuhan tidak pernah salah dan tidak pernah gagal. Tuhan memberkati!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 4 Mei 2014 (Ibadah Raya II)