log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 04 Mei 2014 00:00

Kuasa Jamahan Tuhan

Written by 

Matius 9:27-31

Kisah ini yaitu tentang Yesus menyembuhkan dua orang buta hanya ditulis dalam Injil Matius. Di sini kita membaca peristiwa yang luar biasa dimana dua orang yang tadinya buta menjadi melihat.

Sadari keadaanmu

Dalam kitab Injil kita baca ada beberapa orang yang disembuhkan dari kebutaan, antaralain adalah Bartimeus. (Markus 10:46-52). Bartimeus adalah seorang buta yang berprofesi sebagai pengemis. Karena itu tidak heran ketika ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" banyak orang menegornya supaya ia diam. Adalah sebuah fakta yang tidak bisa dibantah bahwa umumnya manusia menganggap remeh kepada kaum yang miskin, lemah atau terpinggirkan.

Tetapi kalau kita baca peristiwa di atas, perlakuan orang-orang kepada dua orang buta itu tidak seperti yang dialami oleh Bartimeus. Kedua orang itu dengan leluasa bisa berseru kepada Yesus : “Kasihanilah kami, hai Anak Daud”. Tidak ada orang yang berani melarangnya untuk berseru memanggil Yesus. Bahkan ketika Yesus masuk ke sebuah rumah, dua orang buta itu bisa mengikutinya dan masuk bersama-sama tanpa ada yang menghambat. Dari kisah ini bisa kita simpulkan bahwa besar kemungkinan kedua orang buta ini bukanlah orang miskin apalagi orang yang terpinggirkan. Bisa saja mereka adalah orang yang berpengaruh, memiliki harta benda, memiliki keluarga, atau termasuk orang yang sukses dalam hidupnya. Namun ada satu hal dalam diri mereka yang menjadi alasan terbesar untuk memerlukan jamahan Yesus, yakni kebutaan fisik.

Mungkin hidup anda sekarang sudah tergolong sukses ; punya pekerjaan atau usaha yang mapan, punya rumah yang bagus, punya istri dan anak-anak atau keluarga. Tetapi kesuksesan anda secara jasmani bukan jaminan bahwa Anda tidak lagi membutuhkan Tuhan. Sama seperti dua orang buta itu, mungkin ada satu bagian dalam hidupmu yang memaksa anda untuk datang dan bertemu Yesus serta memohon jamahan-Nya. Atau bisa saja sekarang anda kaya, berhasil secara ekonomi, tetapi tidak disertai dengan damai sejahtera dan ketenangan.

Kejadian 32:22-30. Yakub termasuk orang yang sukses ; memiliki berkat kesulungan, berhasil di pekerjaannya dalam menggembalakan kambing domba mertuanya, mendapatkan istri dan anak-anak, serta memiliki harta, budak laki-laki dan perempuan. Tetapi ternyata ada satu persoalan yang jauh lebih besar dari semua kesuksesan hidupnya, yaitu ketakutan menghadapi Esau (Kejadian 32:6-7). Tentu ini menjadi ganjalan besar di tengah-tengah hidupnya dan merupakan alasan terbesar bagi Yakub harus berjumpa dengan Tuhan. Karena itu ketika Yakub berhasil menyeberangkan keluarganya, dia tinggal semalam-malaman untuk bergumul dengan Allah. Dan setelah perjumpaannya dengan Tuhan, terjadi perubahan besar dalam hidupnya. Sebelumnya dia memiliki ketakutan yang luar biasa untuk bertemu Esau, tetapi setelah bertemu dengan Tuhan, Yakub menjadi seorang pemberani. Sebelumnya Yakub selalu bersembunyi di belakang, tetapi kini dia maju paling depan dan berhasil bertemu dengan Esau kakaknya. (Kejadian 33:1-3).

Apakah ada persoalan besar dalam hidupmu yang melebihi dari keberhasilan atau kesuksesan hidup Anda saat ini?

Percaya kepada Yesus

Ayat 28 – Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Kebutaan fisik tidak memampukan kedua orang itu melihat Yesus tetapi mereka percaya kepada Yesus. Syarat utama seseorang menerima jamahan Tuhan adalah iman. Ibrani 11:6 berkata bahwa tanpa iman manusia tidak berkenan kepada Allah. Kalau kita menghadap Tuhan dan mengharapkan jamahanNya, kita musti percaya bahwa Yesus sanggup menolong hidup kita. Dan sesuai dengan imanmu terjadilah demikian.

Yesus jamah – mujizat terjadi. (ayat 28-29)

Ketika Yesus menjamah mereka, meleklah mata mereka. Setiap perjumpaan dengan Tuhan selalu menghasilkan mujizat. Kalau Yesus menjamah hidup kita maka mujizat pasti terjadi. Tuhan akan merubah hidup kita secara total baik rohani, jiwani dan jasmani. Bukan hanya rohani kita yang diperbaiki Tuhan tetapi juga jiwa dan jasmani kita. Tuhan akan memulihkan seluruh keadaan kita. Bd. 3 Yohanes 1:2,

1 Korintus 1:26-31. Jemaat Korintus ketika dipanggil Tuhan tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi setelah mereka mengenal Yesus, bertemu Yesus, dijamah Yesus, hidup mereka diubahkan dengan luar biasa. Tadinya bukanlah orang bijak menjadi bijak, tadinya bukan berpengaruh menjadi punya pengaruh, tadinya tidak terpandang menjadi disegani orang. Kenapa? Karena jamahan Tuhan memulihkan seluruh keadaan setiap orang yang datang kepadaNya.

Menjadi saksi

Ayat 30-31 – Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini”. Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.

Kenapa Yesus melarang kedua orang itu untuk menceritakan mujizat yang baru terjadi dalam diri mereka. Bukankah setiap pertolongan Tuhan harus disaksikan? Beragam penafsiran muncul tentang ucapan larangan Yesus di atas. Namun kita membaca bahwa walaupun Yesus melarang mereka untuk menceritakan mujizat itu, tetapi nyatanya kedua orang itu tetap bersaksi kepada orang-orang tentang perbuatan Yesus. Jadi ucapan Yesus berupa larangan di atas sebenarnya menunjukkan sebuah kebenaran bahwa kalau kita bertemu Tuhan dan mengalami jamahan kuasaNya, maka tidak ada satu orang pun yang bisa menghentikan kita untuk bersaksi atau bercerita tentang pribadi Yesus. Karena itu, perjumpaan dengan Yesus dan mengalami kuasaNya sangat diperlukan setiap orang percaya. Tidak mungkin kita bisa menjadi saksi Tuhan kalau kita tidak mengalami kebesaran kuasaNya.

Karena itu, datanglah kepada Tuhan, terima Yesus dalam hidupmu, alami jamahanNya, maka hidup anda akan dipulihkan dan menjadi sempurna. Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan Khotbah Pdt. Amos Sinaga, Minggu, 27 April 2014 (Ibadah Raya IV)