log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 16 Juni 2014 00:00

Pentingnya Kepenuhan Roh Kudus

Written by  Pdt. M.D. Wakkary

Kisah Para Rasul 2:1-18

Pada hari Pentakosta kita diingatkan peristiwa pencurahan Roh Kudus yang pertamakali ke dunia. Istilah Pentakosta hanya kita temui dalam Alkitab Perjanjian Baru. Dalam bahasa Yunani disebut “Pentēkostē”. Dalam Alkitab yang lama disebut Pantekosta. Karena itu GPdI menggunakan nama Gereja Pantekosta di Indonesia karena gereja kita sudah hadir sejak tahun 1920-an. Untuk mengubahnya lagi sudah sulit makanya kita tetap menggunakan Pantekosta. Arti Pentakosta atau Pantekosta sebenarnya sederhana yaitu kelimapuluh.

Kenapa banyak orang Yahudi dari berbagai negara pada hari Pentakosta di kota Yerusalem? Di kalangan umat Israel ada tiga hari raya besar. Pertama adalah hari raya Paskah. Ini merupakan peringatan pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Arti Paskah adalah Tuhan lewat. Sebab waktu itu malaikat Tuhan melewati rumah-rumah orang Israel sehingga tidak terjadi kematian anak sulung, sedangkan anak-anak sulung orang Mesir dibunuh oleh malaikat Tuhan. Hari raya kedua adalah hari raya tujuh minggu. Hari raya ini juga disebut hari raya tujuh sabat. Tujuh sabat berarti 49 hari. Dan sehari sesudah 49 hari itu adalah puncak hari raya ini dimana orang Israel berpesta. Dan dalam Perjanjian Baru hari ini disebut hari kelimapuluh atau hari Pentakosta. Kata Pentakosta dalam Perjanjian Baru muncul sebanyak tiga kali. Sedangkan hari raya ketiga Israel adalah hari raya pondok daun-daunan. Orang Yahudi yang tersebar di berbagai negara selalu berusaha datang ke Yerusalem paling sedikit satu kali dalam setahun dari tiga hari raya Israel. Itu sebabnya pada hari Pentakosta orang Israel yang berada di perantauan kembali ke Yerusalem dan sedikitnya 16 bahasa berkumpul waktu itu.

Sebelum Yesus naik ke sorga, Ia sudah berpesan kepada murid-muridNya supaya jangan meninggalkan Yerusalem sebelum mereka menerima Roh Kudus. Jumlah mereka waktu itu banyak. Lalu mereka berkumpul dan berdoa. Tetapi mungkin karena setelah beberapa hari Roh Kudus tidak datang, maka sebagian besar dari mereka pulang ke kampung mereka. Tetapi mereka yang setia sampai pada hari kesepuluh berjumlah 120 orang mengalami kepenuhan Roh Kudus. Itu sebabnya dalam Alkitab angka 120 artinya kematian segala daging. Sebab mereka telah berhasil mematikan keinginan daging untuk pulang dan istirahat, tetapi mereka terus berdoa, menunggu janji Yesus. Dan tepat pada hari kelimapuluh atau 50 hari setelah Yesus bangkit, tiba-tiba angin besar datang di gedung tempat mereka berdoa. Dan di atas kepala 120 orang itu ada nyala api berbentuk lidah. Ternyata itulah Roh Kudus. Roh Kudus bermanifestasi sebagai api.

Sekitar tahun 1995 diadakan KKR di GPdI Maranatha yang dilayani beberapa hamba Tuhan tamu dari Amerika dan Australia. Mereka adalah hamba-hamba Tuhan yang sudah mengalami kegerakan Roh Kudus pada tahun-tahun itu di kota Toronto, Kanada, yang terkenal dengan istilah “Toronto Blessing”. Orang-orang dipenuhkan Roh Kudus dengan luar biasa. Waktu KKR berlangsung ada orang-orang yang bukan anggota jemaat melihat dari luar bahwa di atas gereja kita ada api. Bukan hanya satu orang yang bersaksi tetapi beberapa orang. Api seringkali menjadi penampakan fisik dari adanya pekerjaan Roh Kudus.

Ketika angin besar dan lidah api ada di atas kepala murid-murid maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus. Tanda kepenuhan itu adalah mereka berkata-kata dengan bahasa-bahasa lain atau dalam bahasa Yunani disebut “glossa” artinya bahasa lidah. Mereka berbicara sebagaimana Roh Kudus memberikan ilham untuk mengatakannya.

Kepenuhan Roh Kudus seringkali dicontohkan seperti air yang penuh di sebuah wadah. Tanda air itu penuh adalah tumpah keluar. Waktu Roh Kudus penuh dalam hidup kita maka akan tumpah keluar dengan tanda berkata-kata dengan bahasa lidah.

Tetapi saya ingatkan bahwa bahasa Roh adalah tanda pertama dari kepenuhan Roh Kudus. Dan akan ada tanda-tanda lainnya yang akan menyusul, misalnya tanda sukacita beribadah, sukacita berdoa, sukacita berkorban, dlsb. Sebab Roh Kudus itu mempunyai kuasa untuk mentransformasi (mengubah) kita. Jadi bukan hanya berkata-kata dengan bahasa Roh tetapi juga disertai dengan perubahan sikap atau karakter.

Pencurahan Roh Kudus yang pertamakali di Yerusalem ditandai dengan angin besar dan api. Tetapi dalam Kisah PR 10:44-46, orang percaya tiba-tiba saja dipenuhkan Roh Kudus dengan tanda berkata-kata dengan bahasa lidah ketika mereka mendengar khotbah Petrus. Tidak ada api ataupun angin besar. Dalam Kisah PR 19:5-6 juga kita baca bahwa dengan penumpangan tangan Paulus orang-orang percaya dipenuhkan Roh Kudus. Jadi tanda api ataupun angin besar adalah fenomena pencurahan Roh Kudus. Dan tidak selamanya kepenuhan Roh Kudus disertai dengan fenomena. Tanda yang harus kelihatan adalah berkata-kata dengan bahasa lain.

Dalam Kisah PR 2:17-18 dijelaskan bahwa pada hari-hari terakhir atau akhir zaman Tuhan akan mencurahkan Roh Kudus ke atas semua manusia, perempuan dan laki-laki, para teruna yaitu remaja dan pemuda, orang-orang tua juga akan dipenuhkan Roh Kudus, juga ke atas hamba-hamba laki-laki dan perempuan atau kelompok masyarakat marginal akan dicurahkan Roh Kudus.

Pada abad ke-19, mulai tahun 1901 kegerakan Roh Kudus sudah terjadi, dan mereka yang dipenuhkan Roh Kudus menamakan diri orang Pantekosta. Tetapi tahun 1950-an ada kelompok lain yang bukan Pantekosta menerima Roh Kudus dan menyebut diri orang Kharismatik. Namun tahun 1970-an ada kelompok lain yang penuh Roh Kudus. Mereka tidak menyebut diri orang Pantekosta atau Kharismatik tetapi disebut “The Third Wave” atau kelompok gelombang ketiga. Tidak apa-apa nama berlain-lainan, sebab yang terpenting adalah kepenuhan Roh Kudus.

Dalam Yohanes pasal 14 dan 16 kita baca bahwa Roh Kudus adalah Penolong, Penghibur, dan Pembela. Kita tahu bahwa Iblis sedang bekerja keras menjatuhkan dan menganiaya orang percaya. Iblis juga menekan kita dengan modernisasi, perkembangan teknologi bahkan penindasan-penindasan. Tetapi kita memiliki Roh Kudus yang menolong, membela, menghibur, dan memberikan jaminan.

Jadi semua orang percaya perlu Roh Kudus. Roh Kudus perlu terus hidup dalam kita. Kita butuh Roh Kudus untuk menahan diri dan mengalahkan dunia ini. Dan kekuatan Roh Kudus membawa kita terus kepada kehidupan yang kekal. Puji Tuhan!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 8 Juni 2014 (Ibadah Raya II)