log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 30 Juni 2014 00:00

JEMAAT adalah RUMAH KRISTUS Jika….

Written by  Pdt. M.D. Wakkary
Pdt. M.D. Wakkary Pdt. M.D. Wakkary

Ibrani 3:6

Dalam ayat di atas dikatakan bahwa Kristus adalah Kepala rumah dan rumahNya adalah kita atau jemaat. Dalam ayat sebelumnya (ayat 5) Kristus dibandingkan dengan Musa sebagai pelayan rumah Allah yang waktu itu disebut Tabernakel. Tetapi Kristus bukan pelayan tetapi mengepalai rumah Allah. Rumah Allah pada zaman Musa terbuat dari tenda, tetapi rumah Allah yang dikepalai Kristus adalah gereja yaitu orang-orang yang percaya kepada Yesus.

Mengapa menggunakan istilah rumah Kristus? Kalau kita rumahNya berarti Kristus tinggal di dalam kita. Inilah yang sangat menarik dari iman Kristiani, bahwa Allah yang Mahatinggi yang bertahta di sorga, melalui Roh Kudus bisa tinggal di dalam diri orang percaya.
Jadi, Kristus adalah Kepala rumah Allah dan rumah Allah itu adalah jemaat Tuhan termasuk jemaat GPdI Maranatha. Saya bukanlah kepala jemaat, saya sama seperti Musa pelayan rumah Allah. Kepala rumah Allah adalah Kristus. Dan Kristus akan terus menjadi kepala dan kita menjadi rumah-Nya jika kita sampai kepada akhirnya berpegang teguh pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

Arti dari berpegang teguh paling sedikit mempunyai pengertian bahwa kita jangan lupa akan beberapa hal di bawah ini ;

1) Jangan lupa ajaran Firman Tuhan. Amsal 3:1-2.
Penulis kitab Amsal adalah raja Salomo, raja yang paling pintar dan berhikmat pada zamannya. Dalam Amsal 3:1 dia berkata : “Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku.” Walaupun ini adalah perkataan hikmat Salomo tetapi sebenarnya dalam ayat-ayat berikutnya kita baca bahwa hikmat Salomo ini bukan menuju kepada dirinya tetapi kepada Tuhan. Kita kemudian mengerti bahwa ajaran Tuhan itu adalah FirmanNya.

Salahsatu 'penyakit' yang dialami hampir semua manusia adalah 'penyakit' lupa. Kita mendengar Firman Tuhan dan mengaminkannya tetapi seringkali ketika diperhadapkan dengan masalah besar, kita langsung lupa akan Firman Tuhan. Manusia gampang melupakan ajaran Tuhan Yesus. Karena itu kita musti takhlukkan penyakit lupa akan Firman Tuhan.

Berkat yang kita peroleh apabila tidak melupakan ajaran Tuhan tetapi memelihara perintahNya adalah panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera. Ketiga berkat Tuhan ini sudah saya alami. Hari ini (22 Juni) umur saya bertambah satu tahun dan sehingga sekarang saya berumur 71 tahun.

Panjang umur dan lanjut usia adalah berkat Tuhan dari mentaati Firman Tuhan dan tidak melupakan FirmanNya. Di beberapa negara termasuk Indonesia sudah dipraktekkan dimana orang-orang yang lanjut usia mendapat bonus atau fasilitas yang lebih. Misalnya di Singapura, kalau naik kereta api atau MRT, orang-orang yang lanjut usia pasti mendapat tempat duduk meskipun penumpang penuh.
Biasanya orang-orang lanjut usia juga mendapatkan diskon pembelian tiket pesawat terbang.
Jadi kita melihat bahwa ada beberapa keuntungan bagi orang-orang yang lanjut usia.

Namun janji Tuhan bukan hanya untuk lanjut usia saja tetapi juga hidup sejahtera. Di dunia ini banyak orang yang panjang umur, tetapi untuk apa lanjut usia kalau tidak sejahtera yakni selalu hidup menderita. Tetapi orang-orang yang tidak melupakan ajaran Tuhan dan memeliharanya akan mendapat umur panjang dan hidup sejahtera. Amsal 3:16. Umur panjang ada di tangan kanannya dan kekayaan dan kehormatan di tangan kirinya.
Jadi betapa banyak berkat yang kita terima apabila tidak melupakan ajaran Tuhan tetapi berpegang teguh kepada FirmanNya.

2) Jangan lupa berkorban dan memberikan bantuan. Ibrani 13:16.
Anda beribadah dan memberikan persembahan, itu adalah korban. Tetapi bukan hanya di ibadah, anda juga harus memberikan bantuan-bantuan dan kebaikan lainnya. Seringkali kita merasa bahwa Tuhan melupakan hidup kita. Padahal mungkin kita sendiri yang lupa kepada Tuhan. Sebab Tuhan berkata apabila kita diberkati maka kita juga wajib memberkati. Juga banyak anak Tuhan yang tidak memelihara berkat Tuhan dengan baik. Salahsatu cara untuk memelihara berkat Tuhan terus mengalir dalam hidup kita adalah dengan rajin berbuat baik, memberikan bantuan serta berkorban untuk Tuhan dan pekerjaanNya. Jadi sedapat-dapatnya berkorbanlah, memberilah, dan bantulah orang lain. Anda diberkati Tuhan banyak, berilah banyak. Anda diberkati Tuhan lebih banyak, berilah lebih banyak lagi.

3) Jangan lupa beribadah. Mazmur 100:2 – “Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!”
Kita bukan hanya sekedar beribadah tetapi musti beribadah dengan sukacita dan sorai-sorai. Ibrani 10:25 – “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Kita jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah. Di akhir zaman yang penuh dengan tantangan dan godaan, kita tidak boleh lupa beribadah, jangan lupa berdoa dan menyembah Tuhan, sehingga api Roh Kudus selalu ada dalam diri kita.

4) JANGAN GOYAH iman kepercayaan. 1 Tesalonika 3:3.
Sebelum aniaya besar selama 3½ tahun, akan ada aniaya atau kesusahan-kesusahan yang kecil-kecil. Dan kadang-kadang persoalan yang kecil itu bisa membuat iman kita goyah dan jatuh. Karena itu Paulus mengirim hamba Tuhan muda bernama Timotius berangkat ke kota Tesalonika untuk menguatkan hati dan iman jemaat itu supaya jangan goyah imannya karena percobaan-percobaan. Ingat, percobaan bertujuan untuk menguji iman kita apakah tetap teguh.
1 Korintus 15:58. Kita tidak boleh goyah. Dan solusi supaya tidak goyah dan selalu berdiri teguh adalah dengan bergiat dalam pekerjaan Tuhan. Dan setiap jerih payah kita tidak sia-sia. Hal ini sudah saya alami. Banyak orang menganjurkan saya untuk beristirahat saja, tidak perlu lagi pergi melayani ke luar kota apalagi ke luar negeri. Tetapi perintah Tuhan tetap saya taati yaitu semakin giat dalam pekerjaan Tuhan. Dan justru waktu saya bergiat saya mendapat kekuatan ekstra dalam melayani, diberkati lebih dari cukup, dan akal budi yang tidak pernah saya pelajari diberikan oleh Tuhan.

Jadi supaya kita tetap menjadi rumah Kristus, kita jangan melupakan ajaran Tuhan, jangan lupa berkorban dan memberikan bantuan, jangan lupa beribadah, serta jangan goyah ketika menghadapi percobaan-percobaan tetapi giat selalu dalam pekerjaan Tuhan, maka Tuhan pasti perduli dan memberkati rumahNya dengan berlimpah. Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 22 Juni 2014 (Ibadah Raya II)