log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 07 Juli 2014 00:00

Kita (Gereja) Anak Perempuan Merdeka

Written by  Pdt. M.D. Wakkary
Pdt. M.D. Wakkary Pdt. M.D. Wakkary

Kejadian 16:1-15

Dalam pasal ini kita membaca kisah menarik dua orang wanita bernama Sarai dan Hagar. Sarai adalah istri Abram, dimana namanya kemudian diganti menjadi Sarah dan nama Abram suaminya menjadi Abraham. Dalam abjad Ibrani penambahan huruf “H” berarti memasukkan nama Tuhan ke dalam nama mereka. Dalam Alkitab bahasa Indonesia memang tidak terlalu menonjol tetapi dalam Alkitab bahasa Ibrani sangat kelihatan.
Sarah adalah istri Abraham yang mendapat janji Tuhan. Abraham disuruh Tuhan keluar dari negerinya ke suatu negeri yang belum diketahuinya. Tuhan berjanji bahwa Abraham akan menjadi sumber dari sejumlah bangsa-bangsa dan keturunannya akan banyak sekali. Dan Abraham percaya kepada Tuhan sehingga ia keluar dari kampung halamannya ke negeri yang belum diketahuinya. Kejadian 11:31-12:3. Ini adalah iman yang luar biasa dengan berkat yang besar. Perjalanan hidup orang Kristen sebenarnya sama dengan Abraham. Kepada kita dijanjikan Tuhan sorga yang kekal tetapi sebenarnya kita tidak tahu di mana sorga itu. Namun walau demikian kita percaya sebab iman adalah dasar untuk menerima janji Allah.

Waktu itu umur Abraham adalah 75 tahun. Tuhan berjanji akan membuat Abraham menjadi bangsa yang besar sekali padahal Abraham belum mempunyai anak. Setelah beberapa waktu lamanya, Sarah kuatir akan dirinya dan akan janji Tuhan tidak tergenapi. Sehingga ia memberikan Hagar kepada Abraham, supaya melalui budaknya itu Abraham mendapat anak. Kita seringkali ingin membantu Tuhan. Padahal sebenarnya Tuhan yang perlu membantu kita. Kita musti belajar untuk sabar menunggu janji Tuhan, sebab janji Tuhan tidak pernah tidak jadi selalu terjadi. Atau kelihatannya agak lambat tetapi pasti terjadi karena dia Tuhan. Jangan pernah menggunakan jalan pintas dengan akal-akalan menggunakan cara daging.

Ketika Hagar mengandung, dia merasa lebih dari nyonyanya lalu meninggikan diri. Kelemahan manusia pada umumnya adalah cepat sombong. Baru dapat berkat sedikit saja sudah menganggap diri lebih hebat dari orang lain. Kalau anda mendapat berkat besar jangan menjadi sombong.
Ketika Sarah melihat kesombongan Hagar dan memberitahukannya kepada Abraham, maka Sarah menindas Hagar sehingga ia lari. Tetapi Tuhan melihat Hagar dan menyuruhnya untuk kembali kepada nyonyanya. Tuhan berjanji bahwa dari anak Hagar akan lahir bangsa yang besar. Tempat itu disebut El-Roi artinya Tuhan melihat. Kemudian Hagar melahirkan seorang anak bernama Ismael.

Kejadian 17:15-21. Tuhan kembali berfirman kepada Abraham bahwa dia akan mendapat anak. Abraham berpikir bahwa anak itu adalah Ismael. Tetapi Tuhan berkata bahwa anak janji bukanlah anak dari Hagar tetapi dari Sarah istrinya, yang kemudian dinamai Ishak. Meskipun untuk mendapatkan anak seolah mustahil di usia tua, tetapi justru disitulah kehebatan Tuhan, sebab Tuhan selalu ahli mengadakan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Karena itu jangan percaya kepada Tuhan dengan sistem logika manusia. Dari awal sudah dikatakan bahwa Abraham akan mendapat anak dari istrinya, tetapi mereka tidak sabar akhirnya lahirlah Ismael. Ismael akan diberkati tetapi bukan anak perjanjian. Pelajaran ini penting sekali karena di dunia ini ada dua kelompok besar umat beragama. Satu kelompok anak Hagar dan satu lagi kelompok Ishak.

Apa arti rohaninya bagi kita? Galatia 4:21-31. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa yang daging adalah anak Hagar sebab itu adalah atas pikiran-pikiran Sarah dan Abraham. Sedangkan Ishak adalah janji Tuhan kepada Abraham. Hagar dan Sarah dalam Perjanjian Lama mempunyai makna rohani dalam Perjanjian Baru bahwa Hagar adalah seperti gunung Sinai di tanah Arab. Apa yang terjadi di gunung Sinai? Peristiwa yang paling menonjol di gunung Sinai adalah Tuhan memberikan hukum dan syarat Torat kepada Musa untuk diterapkan kepada bangsa Israel dan berlakunya selama 1500 tahun yang ternyata gagal. Orang berusaha untuk mentaatinya tetapi ternyata tidak ada yang sanggup melakukannya secara penuh. Sebab dalam hukum Torat semuanya serba 'jangan'. Dan sekarang banyak kepercayaan-kepercayaan yang pengajarannya itu adalah daftar syarat-syarat untuk usaha mendapatkan keselamatan. Surat Galatia dengan jelas berkata bahwa cara gunung Sinai adalah anak-anak hamba, anak-anak yang belum merdeka. Dan ternyata bukan hanya gunung Sinai yang di tanah Arab tetapi juga yang di Yerusalem. Sebagian orang menyebutkan Yerusalem sebagai tanah kudus (holy-land). Padahal sebenarnya Yerusalem sama dengan gunung Sinai di tanah Arab. Sebab itu adalah milik orang-orang yang belum merdeka.

Paulus juga menerangkan kepada jemaat Galatia, bahwa kita, yaitu gereja, adalah anak-anak perempuan merdeka. Kita sama seperti Ishak yaitu anak-anak janji (ayat 31). Kita berkiblat bukan ke Yerusalem di dunia melainkan ke Yerusalem sorgawi. Kita menjadi pengikut Kristus bukan karena syarat-syarat tetapi Kristus yang memerdekakan kita. Galatia 5:1. Tidak ada satupun tempat di dunia ini yang benar-benar merdeka. Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah kemerdekaan oleh Kristus.

Karena itu kehidupan Kristen harus sama seperti Abraham. Walau belum tahu di mana letaknya sorga yang kekal yakni tempat yang disediakan Tuhan bagi kita, kita percaya keberadaannya. Abraham diberkati luar biasa; menjadi bapa banyak bangsa, bapa banyak raja-raja, bahkan diberkati Tuhan dalam segala hal. Kejadian 24:1. Itu sebabnya dalam doa berkat, selalu saya lepaskan berkat Tuhan yang berlaku kepada Abraham, Ishak dan Yakub.

Proses Abraham mencapai berkat yang begitu besar adalah ketika ia dengan rela mengorbankan anaknya Ishak, sehingga akhirnya Tuhan gantikan dengan korban domba. Itulah proses hidup orang Kristen, bersedia berkorban, ada kemenangan, ada berkat yang besar.

Karena kita adalah orang-orang merdeka maka kita berhak menerima janji Tuhan kepada Abraham. Galatia 3:8-9. Dengan iman seperti Abraham maka kita akan menikmati semua janji Tuhan. Bahkan kita akan menerima janji yang lebih luar biasa lagi yaitu Roh Kudus. Galatia 3:14. Berkat kepenuhan Roh Kudus hanya dapat dimiliki gereja di akhir zaman. Kunci untuk menerima semua berkat ini adalah apabila kita meneladani yang besar seperti iman Abraham. Galatia 3:29.

Tuhan memberkati Abraham sampai umurnya lanjut. Abraham tutup usia 175 tahun. Bahkan waktu Sarah meninggal, Abraham masih kawin lagi dengan Ketura dan memperoleh 6 orang anak laki-laki di masa tuanya. Sehingga jumlah anak yang dimiliki oleh Abraham sebanyak 8 orang. Tetapi anak perjanjian hanya satu yaitu Ishak. Dan semua harta Abraham diberikan kepada Ishak. Kejadian 25:1. Anak-anaknya yang lain hanya mendapat pemberian. Jadi kita (Ishak) berhak mempunyai segala berkat dan segala janji Abraham.

Tetapi ingat janji itu bukan secara daging tetapi pertama-tama adalah berkat rohani dan jiwani; berkat hidup kekal, berkat Roh Kudus, lalu kemudian berkat-berkat jasmani dan lain-lain. Puji Tuhan! Kristus yang memerdekakan kita semua sehingga kita layak untuk menerima semua janji-janji Tuhan. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 29 Juni 2014 (Ibadah Raya II)