log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 21 Juli 2014 00:00

Beth Tephillah

Written by  Pdt. Dr. M.D. Wakkary
Pdt. M.D. Wakkary Pdt. M.D. Wakkary

Yesaya 56:7

“Mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa (beth tephillah – Ibrani) bagi segala bangsa.”

Pada masa Perjanjian Lama, rumah Tuhan atau bait Allah berada di kota Yerusalem. Dan ini hanya diperuntukkan bagi orang-orang Israel dan bangsa-bangsa yang mengikutinya. Tetapi di zaman Perjanjian Baru, rumah Tuhan bukan lagi menunjuk kepada bangunan. Rumah Tuhan sekarang ini adalah orang-orang yang percaya kepada Yesus. Apalagi Alkitab telah mencatat bahwa Allah yang mahatinggi tidak diam di dalam apa yang dibuat oleh tangan manusia. (Kisah PR 7:48). Bumi adalah tumpuan kaki Tuhan dan langit adalah takhta-Nya (Yesaya 66:1). Jadi tidak mungkin kebesaran Allah bisa ditampung dalam sebuah bangunan di bumi. Karena itu yang disebut rumah Tuhan adalah orang-orang percaya. Allah yang adalah Roh tinggal dalam setiap orang percaya.

Namun dalam ayat di atas kita membaca sebuah nubuatan yang berkata bahwa rumah Tuhan akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. Rumah doa dalam bahasa Ibrani adalah “beth tephillah”. Tanggal 15 Juli saya meresmikan sebuah gereja GPdI di Samarinda bernama GPdI Beth Tephillah. Beth Tephillah artinya rumah doa. Gereja Tuhan akan menjadi rumah doa bagi semua suku, kaum, bangsa dan bahasa.

• Rumah Doa harus bersih dari kekotoran.

Matius 21:12-13. Suatu waktu Yesus masuk di bait Allah dan menemukan para pedagang binatang dan juga para penukar-penukar uang. Mereka saling tawar menawar demi mendapatkan untung. Karena mereka berjualan domba, kambing, sapi, dan merpati, maka tentu sekali berbagai macam kotoran ada di mana-mana. Karena itu Yesus sangat marah dan mengusir mereka. Rumah kita saja kalau kotor pasti tidak nyaman untuk didiami. Apalagi rumah Tuhan, harus bersih.

Yakobus 4:2-3. Rumah doa harus bersih. Tuhan tidak akan mendengar doa kita apabila hidup kita terkotori dengan berbagai hati yang tidak beres ; iri hati, tidak mau mengampuni, membenci, berkelahi, ingin memuaskan hawa nafsu, dlsb. Karena itu syarat rumah doa adalah bersih atau kudus. Hasil doa tidak bergantung kepada berapa lama kita berdoa tetapi tergantung kepada hati yang bersih.

1 Timotius 2:8. Kaum pria kalau berdoa musti menadahkan tangan yang suci. Tangan yang suci artinya tidak diliputi oleh kemarahan, perselisihan, kebencian, dslb. Perempuan juga sebelum berdoa harus memeriksa diri, apakah hidupnya sudah sesuai dengan kehendak. 1 Tim. 2:9-10.
Jadi kalau berdoa, mintalah supaya Tuhan menguduskan kita. Sebab tidak mungkin kita menjadi rumah doa kalau ternyata rumah itu kotor.

• Doa adalah percakapan orang percaya dengan Tuhannya.

Pada hari Sabtu yang lalu, sekitar jam 5 pagi saya di bandara Surabaya untuk pulang ke Medan setelah melayani pemberkatan nikah anak dari Pdt. Hendrikh Runtukahu, Bendaraha Umum MP GPdI. Setelah saya check-in di Bandara, saya merasa ada seorang pria di belakang saya. Saya mendengar dia seperti mengobrol, tetapi setelah saya lihat ternyata dia sendiri. Rupanya sambil berjalan dia berdoa dalam bahasa Arab. Mungkin karena bulan Ramadhan maka dia pergunakan sebaik-baiknya untuk berdoa dan beribadah. Orang Kristen seharusnya demikian. Berdoa kepada Tuhan tidak perduli dengan waktu dan tempat. Sebab sebenarnya berdoa itu adalah bercakap-cakap dengan Tuhan.

Berapa kali kita musti berdoa dalam sehari? 1 Samuel 12:23. Samuel berkata bahwa berhenti berdoa adalah dosa. Jadi berdoa tidak mengenal waktu. Sebab doa adalah kehidupan orang percaya. Banyak orang Kristen hanya tahu datang ke gereja hari Minggu, mendengar khotbah, dan memberi persembahan. Mereka lupa bahwa bercakap kepada Tuhan adalah kehidupan orang percaya. Karena itu Samuel berkata bahwa kalau tidak berdoa, berdosa! Jadi sebanyak-banyaknya kita musti berdoa. 1 Tesalonika 5:17. Berdoa adalah percakapan dengan Tuhan kapan dan di mana saja. Tanda keakraban kita dengan Tuhan adalah berdoa sebagai gaya hidup (way of life).

Saran saya kepada mereka yang sulit berdoa adalah mulailah berdoa secara singkat, antara 8-10 menit lamanya. Doa itu mungkin diisi dengan permohonan untuk istri, anak-anak, pekerjaan, dan sebagainya. Dan kalau anda sudah berhasil dan terbiasa berdoa, maka nanti waktunya akan meningkat, dari 10 menjadi 15 menit, menjadi 30 menit, 45 menit bahkan sampai 1 jam. Tetapi yang terpenting adalah jangan malas berdoa tetapi musti dibiasakan. Dan doa akan menjadi nikmat apabila tidak hanya diisi dengan permohonan tetapi juga disertai dengan ucapan syukur, pujian dan penyembahan. Jadi musti melatih diri bercakap dengan Tuhan mulai dari sepuluh menit hingga nanti meningkat waktunya.

• Jemaat bersama berdoa (konser doa).

Kisah PR 12:5. Ketika Petrus dipenjarakan karena Injil, seluruh jemaat berdoa bersama. Keadaan Petrus waktu di penjara adalah kaki dan tangannya dirantai, dikawal dua orang prajurit, sehingga ia tidak bisa bergerak. Tetapi waktu jemaat berdoa dengan tekun, mujizat terjadi. Tuhan mengirim malaikat secara khusus untuk melepaskan Petrus. Kisah PR 12L6-7. Jadi ada kuasa yang besar ketika jemaat serentak berdoa.

Sebagai gembala, saya menganjurkan supaya semua jemaat Maranatha berdoa, dan semua wadah-wadah ataupun jemsel-jemsel membuat waktu-waktu khusus untuk berdoa bersama.

1 Timotius 2:1-3. Rasul Paulus menulis kepada Timotius supaya menaikkan permohonan untuk semua orang, untuk masrakayat, untuk bangsa-bangsa. Itu sebabnya dalam setiap ibadah doa jemaat selalu ada pokok-pokok doa dan salahsatunya kita berdoa untuk keselamatan Indonesia dan keselamatan bangsa-bangsa. Sebab nabi Yesaya sudah menubuatkan bahwa rumah Tuhan adalah rumah doa bagi bangsa-bangsa, rumah doa bagi semua orang.

Setelah Pemilu Presiden tanggal 9 Juli yang lalu usai, saya berdoa dan bersyukur kepada Tuhan sebab Pemilu berlangsung dengan aman. Dan siapapun pemenang yang akan diumumkan KPU tanggal 22 Juli merupakan Presiden yang telah ditentukan oleh Tuhan. Kita hanyalah alat Tuhan untuk memilih, tetapi yang menetapkan raja atau pemerintah adalah Tuhan. Daniel 2:21, Roma 13:1. Siapa saja yang ditentukan Tuhan menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia musti kita syukuri. Dan kita doakan mereka supaya berhasil memimpin Indonesia dan kiranya Indonesia bisa lebih baik dari sekarang. Karena itu jangan mengomeli bangsa dan pemerintah, tetapi berdoalah untuk mereka. Sebab gereja yang bersama-sama berdoa akan menghasilkan mujizat yang besar.

Sebab itu marilah kita melatih diri untuk berdoa sebab doa adalah kehidupan orang percaya. Dan doa orang benar bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya. Yakobus 5:16. Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 13 Juli 2014 (Ibadah Raya II)