log in

Khotbah (Artikel)

Kamis, 21 Agustus 2014 00:00

Fokus Kepada Janji Allah

Written by 
Pdt. Matthew Wakkary (Jakarta) Pdt. Matthew Wakkary (Jakarta)

Amsal 23:7a

“Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.”

Fokus artinya memberikan perhatian khusus kepada sesuatu. Firman Tuhan pada ayat di atas memberitahukan bahwa apa yang dipikirkan dalam diri kita maka kita akan menjadi seperti itu. Atau kita akan menjadi seperti apa yang kita fokuskan dalam hidup ini. Pertanyaannya, apakah anda fokus kepada janji Allah ataukah fokus kepada masalah?
Seringkali dalam hidup ini kita tidak fokus kepada janji Tuhan tetapi lebih kepada masalah atau problema hidup. Namun saya mengajak supaya kita semua fokus kepada janji-janji Allah. Kita musti hidup dari iman kepada iman yang menuju kepada kesempurnaan.

Kita pasti bisa melewati semua masa-masa sulit asalkan kita fokus, percaya dan meyakini janji-janji Tuhan. Tuhan yang memegang kontrol dan akan membuat segala sesuatu menjadi baik dan indah di dalam rencana-Nya yang ajaib. Sehingga hari-hari kita penuh dengan sukacita dan kemenangan.

Beberapa waktu lalu saya mendengar tentang banyaknya prediksi yang berkata bahwa Indonesia akan mengalami kekacauan dalam bulan-bulan ini. Hampir setiap hari saya terima informasi yang menakutkan ini. Dan kalau kita berfokus kepada hal-hal negatif dan menakutkan maka berita itu bisa mempengaruhi hidup kita menjadi tidak bersemangat untuk hidup dan melakukan apa-apa. Sebab kita beranggapan bahwa nanti juga akan kacau dan binasa. Tetapi dalam gencarnya informasi negatif itu, saya justru mengajak orang-orang untuk fokus kepada janji Tuhan. Sebab di mana ada orang-orang percaya yang merendahkan diri, berdoa dan pengharapan kepada Yesus maka Tuhan akan menyelamatkan dan memberkati kota atau negeri mereka. Jadi fokuslah kepada janji Allah bukan kepada berita negatif dan menakutkan.

Beberapa tahun silam saya mendapati satu keluarga yang melakukan investasi besar-besaran dalam hidup mereka dengan cara membeli beberapa properti. Tetapi tidak sampai dua tahun mereka bangkrut dan semua harta mereka termasuk beberapa rumah mewah habis. Untuk beberapa bulan mereka harus tinggal di rumah kami. Dan setiap hari saya ajarkan mereka untuk fokus kepada janji Tuhan. Tentu itu tidak mudah bagi mereka, apalagi sebelumnya mereka juga adalah pelayan yang sudah sering berdiri berkhotbah. Tetapi tidak lama kemudian, sekitar 3-4 tahun mereka dipulihkan Tuhan dengan berkat yang berlipat-ganda. Sekarang mereka sangat diberkati luar biasa. Kunci pemulihan mereka adalah fokus kepada firman Tuhan, bukan kepada masalah.

Ayub 3:25 ~“Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.” Kalau kita fokus kepada hal-hal yang negatif maka akan menciptakan situasi yang negatif. Sebaliknya kalau kita fokus kepada hal-hal positif maka akan tercipta keadaan yang positif dan baik. Karena itu firman Tuhan dalam Filipi 4:8 berkata : “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Kita akan mengalami hal-hal yang luar biasa jika kita memikirkan hal-hal yang benar, mulia, suci dan semua yang patut dipuji.

Begitu banyak keluarga menginginkan berkat Tuhan mengalir di rumah tangganya, tetapi sedikit keluarga yang selalu memikirkan dan memperkatakan janji Tuhan. Perkatakanlah bahwa anak-anak anda adalah anak-anak yang berhasil dan membawa kemuliaan dan kehormatan kepada Tuhan. Mungkin sekarang hal itu belum kelihatan, tetapi firman Tuhan mengajar kita untuk selalu memikirkan dan memperkatakan hal-hal yang positif bukan yang negatif. Yakinilah bahwa janji-janji Tuhan pasti terjadi dalam kehidupan kita. Firman Tuhan berkuasa mengubah masa depan kita menjadi baik.

Kami seringkali menghadapi situasi yang sulit di mana seolah-olah tidak ada jalan keluar. Tetapi ketika kita fokus kepada janji Tuhan maka sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Mungkin sekarang masalah masih ada tetapi belajarlah untuk fokus kepada Tuhan.

Sebenarnya kita punya otoritas untuk apa yang akan kita pikirkan. Kita bisa mengubah haluan pikiran kita: apakah kepada Tuhan atau kepada masalah. Saya tidak berhak untuk mengubah pikiran anda, dan anda juga tentu tidak berkuasa mengubah pikiran orang lain. Karena itu anda sendiri mempunyai otoritas untuk berpikir yang benar dan memikirkan janji Tuhan.

Roma 4:19-20 ~ “Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah.”

Abraham adalah contoh orang percaya yang fokus kepada janji Allah. Dan salahsatu ciri orang yang berpegang kepada janji Allah adalah selalu bersyukur dan memuliakan Allah.

Filipi 4:19 ~ “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Kita perlu menyadari bahwa Bapa kita kaya. Allah sanggup memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaanNya.

Karena itu perhatikan supaya pikiranmu jangan melenceng kepada hal-hal yang negatif tetapi tertuju kepada Firman Tuhan. Kita musti fokus kepada janji Tuhan yang berkuasa memberikan kemenangan dan kebahagiaan. Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan Khotbah Ps. Matthew Wakkary (Jakarta), Minggu 3 Agustus 2014 (Ibadah Raya I)