log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 27 Oktober 2014 00:00

UKURAN MANUSIA BUKAN PILIHAN TUHAN

Written by  Pdt. M.D. Wakkary
Pdt. M.D. Wakkary Pdt. M.D. Wakkary

1 Korintus 1:26-31
“Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. .... ….. ….”

Kalau kita ingat bagaimana dulu waktu kita dipanggil Tuhan, kita adalah orang-orang yang tidak terpandang, bahkan gereja kita dulu sering diremehkan sebab miskin, tidak punya pengaruh, dan berdoa dengan menangis. Di kalangan jemaat tidak banyak orang pintar, apalagi profesor pasti tidak ada. Tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak pejabat atau yang berpangkat tinggi. Tidak banyak orang yang terpandang, seperti terpandang karena kekayaannya ataupun terpandang karena kedudukannya. Tetapi justru Tuhan berkata bahwa apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti (ayat 27-28).

Firman Tuhan ini mengingatkan kita supaya selalu ingat akan Tuhan yang mengangkat kita dari lumpur dosa dan menjadi anak-anak Allah serta memberkati hidup kita.

Minggu lalu kami berada di kompleks Sekolah Alkitab Purbasari Simalungun (SAPS) Pematang Siantar untuk Reuni sekaligus meresmikan Aula dan Gedung Asrama Pria yang baru. Saya sangat gembira sekali melihat para peserta yang umumnya adalah pendeta. Sekitar 40 atau 20 tahun lalu mereka masih muda-muda, matanya masih ceking, pengetahuannya juga masih sangat terbatas, bahkan terkadang dimarahi guru karena tidak benar membaca Alkitab. Tetapi sekarang mereka sudah menjadi hamba-hamba Tuhan dan kebanyakan menjadi gembala-gembala sidang. Dalam acara itu mereka sangat bergembira, bahkan di malam hari mereka sampai jam 12 bernyanyi di atas panggung yang telah disediakan panitia. Mereka seakan-akan remaja seperti waktu belajar dulu. Walaupun mereka waktu belajar penuh dengan perjuangan, tetapi sekarang mereka berada di ladang Tuhan dan diberkati Tuhan luar biasa. Banyak di antara mereka sekarang menjadi ketua BAMAG, ada anggota FKUB, yakni menjadi terpandang di masyarakat. Tetapi seperti yang disampaikan Paulus, kita musti ingat waktu kita dipanggil Allah. Tujuannya supaya kita menyadari bahwa kita diangkat Tuhan dari keadaan yang tidak ada apa-apanya. Bahkan mungkin dipanggil Tuhan karena sakit atau karena percobaan berat sehingga datang mendekat kepada Yesus.

Galatia 6:3 – “Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.” Ayat ini memperingatkan sekiranya ada orang menyangka dirinya hebat, pintar, atau merasa ada sesuatu yang berarti dalam dirinya, padahal sebenarnya ia sama sekali tidak berarti. Orang itu telah menipu dirinya sendiri, sebab Tuhan yang mengangkat kita dari yang tidak berarti, tidak terpandang, dan kini menjadi berarti.

1 Korintus 4:7 – “Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?”

Kadang-kadang kita menganggap diri sebagai orang yang sangat penting atau very important person (VIP). Tetapi Tuhan ingatkan kita bahwa tidak ada orang yang bisa menganggap dirinya begitu penting. Karena itu jangan menyombongkan diri. Sebab semua yang ada pada kita adalah pemberian Tuhan ; umur panjang, pangkat, kekayaan, anak-anak dan cucu-cucu semuanya adalah pemberian atau anugerah Tuhan.

Matius 11:25 - Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” Karena itu kita musti selalu belajar menjadi orang kecil supaya Tuhan mengangkat kita menjadi besar. Seringkali orang-orang luar melihat kuasa Tuhan, tetapi karena gengsinya mereka tidak meresponnya. Sehingga orang-orang kecil Tuhan besarkan di dalam kelimpahan anugerahnya.

Karena itu Paulus ingatkan di atas, bahwa waktu dipanggil Tuhan hanya sedikit yang berpendidikan tinggi, sedikit yang terpandang di masyarakat.

Oleh sebab itu kita musti syukuri anugerah Tuhan. 1 Korintus 1:30. Ada tiga perkara besar yang dilakukan Tuhan kepada kita, yaitu ;

- Dibenarkan. Sebelumnya kita adalah orang berdosa, dan upah dosa adalah maut. Semua manusia telah divonis untuk binasa. Tetapi Yesus telah mati di kayu salib supaya kita tidak disalahkan lagi tetapi dibenarkan dan menjadi anak Tuhan.

- Dikuduskan. Banyak orang berkata bahwa tidak ada manusia yang kudus, hanya malaikat yang kudus. Tetapi Alkitab dengan jelas berkata bahwa darah Yesus telah menguduskan dan menyucikan kita. Juga oleh firman Allah kita dikuduskan. Di dalam Yesus kita menjadi orang-orang kudus.

- Ditebus, artinya milik orang lain kita tebus menjadi milik kita. Kenapa Tuhan tebus kita, sebab Tuhan mau menjadikan kita anakNya dan Tuhan ingin pakai kita. Kita semua, baik tua, muda, pasti ada talenta-talenta yang diberikan Tuhan yang bisa kita pakai untuk pekerjaan Tuhan.

Jadi Tuhan membenarkan, menguduskan, dan menebus kita supaya kita menjadi alat Tuhan yang mulia. Pertanyaannya, apakah anda sudah menjadi alatnya Tuhan? Kita semua harus memberi pertanggungjawaban kepada Tuhan. Apakah jawaban Anda hanya bahwa anda beribadah di hari minggu dan memberikan persembahan/kolekte. Setelah sekian lama dipelihara dan diberkati Tuhan, apakah cuma itu yang bisa anda perbuat? Tetapi saya percaya karena kita berada di dalam Kristus Yesus, maka Ia akan membenarkan, menguduskan dan menebus kita. Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu, 19 Oktober 2014 (Ibadah II)