log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 17 November 2014 00:00

TEROBOSAN UNTUK BERBUAH BANYAK

Written by  Pastor Joop Sihasale (Belanda),
Pastor Joop Sihasale (Belanda), Pastor Joop Sihasale (Belanda),

Yohanes 15:1-8,16

Tuhan memanggil dan memilih kita dengan tujuan supaya kita menghasilkan buah-buah dalam Kerajaan Allah. Ini adalah amanat Tuhan Yesus kepada semua orang percaya selama di bumi ini. Sebelum bertobat hidup kita kering dan tidak dapat mengeluarkan buah. Tetapi puji Tuhan, Dia telah menarik kita dari kegelapan dan menempatkan kita dalam terang-Nya yang ajaib, dan tugas yang diberikan kepada kita adalah supaya berbuah-buah.

Dalam ayat di atas disebutkan bahwa dengan berbuah banyak kita mempermuliakan Bapa dan menjadi murid-murid Tuhan. Jadi kalau kita murid Tuhan maka Bapa di sorga dipermuliakan. Memuliakan Tuhan bukan hanya dengan menyanyi dan mengangkat tangan. Anda telah memuliakan Tuhan ketika cara hidup anda berubah dari yang jahat menjadi baik. Dunia akan memuliakan Tuhan ketika kehidupan orang-orang Kristen mengalami perubahan di dalam Kristus. Jadi sebenarnya tujuan utama umat Tuhan untuk berbuah banyak adalah supaya Tuhan dipermuliakan. Anda berbuah berarti anda memuliakan Tuhan.

Tema pelayanan jemaat GPdI Maranatha untuk tahun 2014 adalah “Bekerja Memberi Buah”. Untuk berbuah kita harus bekerja. Kita bekerja atau berbuah bukan supaya mendapat tempat istimewa di sorga, melainkan supaya orang-orang di sekitar kita dapat menikmati buah-buah rohani kita dan akhirnya mereka memuliakan Tuhan.

Tugas orang percaya bukan hanya datang ke gereja untuk beribadah dan mendengar khotbah. Tetapi lebih daripada itu, anak-anak Tuhan harus berbuah yaitu mempraktekkan kebenaran Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Kita semua harus punya kerinduan untuk mengeluarkan buah. Kalau kita tidak memiliki keinginan ini, berarti kita tidak mau membesarkan nama Tuhan. Sebab dengan mengeluarkan buah maka Nama Tuhan dipermuliakan.

“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (ayat 5). Kunci terbesar untuk dapat berbuah lebat dalam kerajaan Allah adalah apabila kita sebagai ranting-ranting melekat dengan pokok anggur yaitu Yesus. Ketika kita menyatu pada pokok anggur, maka kita mendapat kemampuan untuk berbuah-buah.

“Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” (ayat 2). Tuhan mengingini supaya kita berbuah dan berbuah lebat. Tetapi kalau kita tidak berbuah, akan dipotong. Karena itu melekatlah kepada Tuhan supaya sebagai anak Tuhan kita mendapat kekuatan untuk berbuah-buah. Dan setiap ranting yang berbuah dibersihkan-Nya. Waktu dibersihkan memang agak sakit, tetapi semakin dibersihkan kita akan semakin berbuah lebat.

Saya rindu supaya kita semua memiliki kerinduan untuk berbuah-buah. Buah-buah rohani yang kita keluarkan menjadi tanda bahwa kita adalah murid Tuhan. Bertobat dan percaya kepada Yesus belum menjadi jaminan sebagai murid Tuhan. Menjadi murid berarti kita harus mengikuti jalan-jalan atau langkah-langkah yang dilakukan Yesus. Dan setiap murid Tuhan memiliki kuasa Roh Kudus untuk taat dan patuh kepada firman Tuhan. Taat melakukan firman Tuhan adalah syarat menjadi murid Tuhan.

Kita juga musti menghasilkan buah jiwa-jiwa. Sebentar lagi kita akan merayakan Natal. Gunakanlah pesta Natal ini menjadi sebuah kesempatan untuk mengajak tetangga, teman, dan saudaramu ke gereja untuk mengenal Yesus. Berusahalah menghasilkan buah jiwa-jiwa, menarik orang-orang ke dalam Kerajaan Allah.

Kami sebenarnya berasal dari keluarga Kristen. Tetapi waktu itu saya belum mengenal Yesus, belum punya pengalaman pribadi berjumpa dengan Yesus. Sehingga saya masih terikat dengan minuman alkohol dan melakukan hal-hal yang tidak dikehendaki Tuhan. Bahkan kalau beribadah, saya hanya memberi persembahan beberapa sen saja dan selebihnya saya pakai untuk membeli minuman alkohol. Tetapi setelah bertobat, saya dan istri setia kepada Tuhan. Kami setia memberikan persepuluhan dari segala penghasilan kami. Saya tahu bahwa saya tidak memberikan kepada manusia tetapi saya berikan kepada Tuhan. Dan sekarang saya dapat saksikan bahwa selama 43 tahun setelah saya bertobat, kami sungguh diberkati Tuhan. Bahkan seluruh anggota keluarga kami bertobat dan percaya kepada Yesus. Sebelumnya, dari 10 kami bersaudara, 6 di antaranya adalah pecandu narkoba. Tetapi saya dan istri berdoa selama 14 tahun, dan akhirnya semua saudara-saudara saya datang pada Yesus. Ini adalah buah-buah bagi Tuhan.

Menghasilkan buah bukanlah sebuah pilihan tetapi sebuah tugas. Tuhan yang memanggil dan memilih kita menjadi utusan-utusan Kerajaan Allah di dunia ini (ayat 16). Jika Tuhan memilih kita, berarti Tuhan mempercayai dan memperlengkapi kita masing-masing dengan kesanggupan untuk bekerja bagi Tuhan. Kita dipanggil bukan saja untuk masuk sorga, tetapi supaya di dalam dunia ini kita mengeluarkan buah-buah.

Saya berasal dari Maluku atau Ambon. Saya dari sebuah pulau kecil di Ambon bernama Saparua, sedangkan istri saya berasal dari Nusalaut. Nenek moyang kami telah membuat perjanjian bahwa antara kedua kampung itu tidak boleh kawin. Tradisi ini disebut Adat Pela. Sekiranya dipaksakan kawin, maka pasangan itu akan sakit atau terkutuk. Tetapi setelah saya bertobat dan mengetahui kebenaran firman Tuhan, kami akhirnya memutuskan untuk menikah, walaupun kedua orang tua tidak setuju. Kami menjalani pernikahan dalam pimpinan Tuhan. Dan Tuhan memberkati kami dengan anak-anak dan cucu-cucu. Karena kami bukan mengalami kutuk tetapi berkat, maka semua saudara-saudara kami datang kepada Tuhan. Kita akan menghasilkan buah apabila kita lebih taat kepada Tuhan daripada adat istiadat nenek moyang.

Galatia 5:22-23 mencatat tentang buah-buah Roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Ini adalah karakter-karakter Illahi. Karena itu kita tidak akan bisa menghasilkan buah rohani apabila kita tidak melekat pada Yesus. Hanya dengan kekuatan Roh Kudus kita bisa menghasilkan buah, bukan karena kekuatan sendiri.

Tuhan mengingini supaya sebanyak mungkin orang diselamatkan. Karena itu Tuhan membutuhkan para pekerja yaitu anda dan saya untuk bekerja dan bekerja keras dalam ladang Tuhan. Jangan menjadi orang Kristen yang pasif tetapi jadilah orang Kristen yang menjadi berkat di kota Medan dan di lingkunganmu. Ini adalah tugas yang serius yang harus dilakukan semua anak Tuhan. Kita musti berbuah lebat bagi Tuhan. Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan Khotbah Pastor Joop Sihasale (Belanda), Minggu, 9 Nopember 2014 (Ibadah II)