log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 08 Desember 2014 00:00

PESAN TUHAN KEPADA GEREJA DI AKHIR ZAMAN

Written by  Pastor Dhaiva Spandana (India)
Pastor Dhaiva Spandana dan suaminya Pastor Spandana, dari  Andhra Pradesh, India Pastor Dhaiva Spandana dan suaminya Pastor Spandana, dari Andhra Pradesh, India

Matius 24:3-14

Dari ayat-ayat di atas, paling sedikit ada 4 pesan Tuhan bagi gereja Tuhan di akhir zaman :

1) Waspada supaya jangan disesatkan (ayat 4).

Di dunia ini kita menerima banyak informasi. Namun Alkitab mengajar supaya firman Tuhan tetap menjadi dasar hidup setiap orang percaya. Jika Alkitab menjadi landasan hidup maka tidak ada yang dapat menyesatkan kita.

Saya mendengar cerita tentang pohon zaitun di Timur Tengah yang dapat hidup sampai 1500 tahun. Kenapa pohon ini bisa tumbuh lama sekali? Ternyata keistimewaan pohon zaitun terletak pada akarnya. Akar pohon zaitun masuk jauh ke dalam tanah sampai menemukan batu. Lalu kemudian semua akarnya mengelilingi batu itu, sehingga ketika ada angin besar datang pohon itu tidak tumbang. Bahkan pada zaman Nuh, ketika air bah melanda seluruh bumi, pohon zaitun tetap bertahan hidup. Terbukti, burung merpati yang dilepaskan Nuh membawa sehelai daun zaitun di paruhnya. Orang yang hidup dengan firman Tuhan akan seperti pohon zaitun yang tetap hidup dan tidak akan dapat disesatkan.

Di India, kami bisa menonton di televisi beragam program siaran Kristiani. Saya menyaksikan begitu banyak jenis pengajaran. Ada yang mengatakan bahwa di akhir zaman tidak ada lagi mujizat, dan banyak pengajaran lainnya. Karena itulah orang percaya harus membaca Alkitab, supaya tidak bisa disesatkan. Masalah banyak anak Tuhan dewasa ini adalah semakin berkurang atau sangat sedikit waktunya untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan. Dan alasan kesibukan menjadi alasan dari banyak orang percaya. Tetapi kalau kita mau kuat di dalam Tuhan, tidak dapat disesatkan, maka kita musti banyak menghabiskan waktu mendalami Firman Tuhan.

2) Jangan gelisah (ayat 6).

Di akhir zaman ini, banyak peristiwa yang bisa membuat kita kuatir dan gelisah. Tetapi Alkitab berkata : “jangan gelisah”.

Suatu waktu pernah terjadi di kota kami di India sebuah bencana yang besar. Pada hari Sabtu, pemerintah mengumumkan melalui televisi supaya masyarakat jangan keluar dari rumah, sebab diprediksi akan terjadi badai yang dahsyat. Benar saja, besoknya, pada hari Minggu terjadi badai dengan kecepatan angin 200 km per jam. Banyak rumah hancur bahkan kendaraan rusak dan sekitar 90 persen pohon di kota kami tumbang. Semua sarana umum seperti listrik dan air bersih tidak ada selama 10 hari. Kehidupan jutaan orang di kota itu sangat terganggu.
Tahun ini juga kita mendengar tentang wabah Ebola. Hampir 7.000 orang meninggal karena virus mematikan ini. Dan sampai kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini.
Ketika kita mendengar berita-berita seperti ini terkadang membuat hati kita gelisah. Alkitab juga memberitahukan bahwa di akhir zaman akan terjadi banyak peristiwa dahsyat dan mengerikan. Tetapi orang-orang percaya tidak perlu gelisah, percayalah kepada Tuhan. Sebab hidup kita ada di tangan Tuhan dan apapun yang terjadi Tuhan pasti bertanggungjawab kepada anak-anakNya.

Tahun 2011 saya belajar bahasa Indonesia di kota Bandung. Dalam tempo tiga bulan belajar saya merasakan pertolongan Tuhan yang luar biasa, sebab saya kemudian bisa berbicara dalam bahasa Indonesia. Tetapi seminggu setelah itu saya mengalami stroke di bagian kiri kepala saya. Dan menurut dokter ada syaraf yang putus, sehingga sebelah mata saya tidak bisa tertutup dan mulut saya tertarik ke bagian kanan. Saya sempat bertanya kepada Tuhan mengapa saya menderita penyakit ini. Selama enam bulan saya tidak bisa berbicara dengan bagus, tidak bisa makan dengan baik, bahkan membacakan Alkitab bahasa Inggris pun saya tidak bisa dengan jelas. Namun saya berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan, dan pada waktunya Tuhan memulihkan kesehatan saya dengan sempurna.

Di akhir zaman kita akan mengalami banyak hal. Bahkan ada saat-saat dimana kita berpikir seolah-olah Tuhan terlambat menjawab doa kita. Tetapi jangan gelisah tetapi percayalah kepada Tuhan supaya kuasa-Nya nyata dalam hidup kita. Pengharapan kepada Tuhan tidak pernah mengecewakan. Roma 5:5.

3) Bertahan sampai kesudahannya – Jaga keselamatan (ayat 12-13).

Saya pernah membaca biografi seorang penginjil dari negara saya, India, bernama Sadhu Sundar Singh. Sundar Singh berasal dari kasta yang paling tinggi di India. Karena itu ketika dia memutuskan untuk menjadi Kristen, keluarganya marah dan mengusirnya bahkan berusaha untuk membunuhnya. Tetapi penginjil ini tetap bertahan bahkan sampai akhir hidupnya tetap melayani Tuhan. Namun saya juga membaca tentang seorang misionari dari Barat yang diutus ke India. Dia selalu mendapatkan topangan dana dari negerinya, dan di India dia melayani orang-orang sakit kusta. Sadhu Sundar Singh dan misionaris Barat ini pernah melayani bersama-sama. Tetapi suatu waktu ada masalah dan misionaris Barat itu meninggalkan pelayanan dan memeluk agama mayoritas yang ada di India.

Kita musti menjaga dan mempertahankan keselamatan kita. Jangan hanya pertama-tama kita bersemangat melayani Tuhan tetapi di akhirnya meninggalkan Tuhan. Jangankan ijinkan hati kita menjadi dingin terhadap hal-hal rohani. Undanglah Roh Kudus untuk selalu menguatkan dan memenuhi hati kita.

4) Beritakan Injil (ayat 14).

Sebagian orang percaya merasa bahwa kalau sudah datang ke gereja beribadah sudah cukup. Tetapi amanat agung Tuhan Yesus berkata bahwa orang percaya harus memberitakan Injil kepada semua orang.

Sebuah statistik misionaris menunjukkan bahwa setiap hari 98.000 orang meninggal di dunia tanpa menerima Yesus sebagai Juruselamat. Jadi sangat banyak orang yang belum mengenal Yesus dan menerima keselamatan.

Jadilah alat Tuhan yaitu orang-orang yang memberitakan Injil kepada semua orang. Tindakan yang paling mudah anda lakukan sekarang supaya orang diselamatkan adalah berdoa. Banyak negara-negara yang masih tertutup terhadap Injil dan banyak gereja-gereja yang sangat menderita di dunia. Karena itu berdoalah untuk mereka! Jadilah alat Tuhan dengan menjadi seorang pendoa syafaat.

Beritakan Injil kepada teman sekantor, kepada tetangga, dll. Jangan takut ditolak orang, tetapi lakukanlah bagian anda maka Roh Kudus akan melakukan bagianNya. Inilah kehendak Tuhan supaya kita menjadi alatNya.

Jadi banyak peristiwa akan terjadi di akhir zaman, tetapi waspadalah supaya jangan anda disesatkan, juga jangan gelisah sebab Tuhan pasti menolong orang percaya, dan jagalah keselamatanmu serta beritakanlah Injil kepada semua orang. Puji Tuhan!

Ringkasan Khotbah Ps. Dhaiva Spandana (India), Minggu, 30 Nopember 2014 (Ibadah II)