log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 22 Desember 2014 00:00

STAR STAND STILL (BINTANG YANG BERHENTI)

Written by  Ps. Ezra Soetopo (Surabaya)
Ps. Ezra Soetopo (Surabaya) Ps. Ezra Soetopo (Surabaya)

Matius 2:9-10

Di waktu Natal kita teringat akan ornamen-ornamen natal dan juga tokoh-tokoh yang terkenal dalam kelahiran Yesus. Tetapi ada satu kelompok orang yang sering kita lupakan yaitu kelompok orang majus.

Orang majus adalah orang-orang yang tertarik dengan ilmu perbintangan. Hingga suatu ketika mereka melihat bintang besar dan istimewa. Bintang itu berjalan lalu orang-orang majus mengikutinya dan kemudian bintang itu berhenti di satu tempat. Ketika berhenti mereka sangat kagum, sebab mereka melihat sesuatu yang luar biasa, melebihi kehebatan bintang yang telah menuntun mereka. Mereka melihat Yesus yang baru lahir.

Beberapa peneliti berpendapat bahwa bintang yang dilihat orang majus itu adalah komet yang lagi lewat. Ada lagi yang berkata bahwa itu adalah supernova. Juga ada yang berpendapat bahwa waktu itu beberapa planet sejajar dan memantulkan sinar besar ke planet bumi. Namun tidak ada seorang pun dari antara pemikir itu bisa memecahkan kenapa bintang itu bisa berhenti tepat di tempat Yesus lahir. Saya percaya bahwa kuasa Tuhan yang menggerakkan bintang itu untuk memproklamirkan kelahiran Yesus.

Orang majus berasal dari Kerajaan Persia. Sebenarnya mereka mempunyai tugas untuk mempromosikan raja Persia yang hebat itu. Tetapi waktu mereka melihat dan mengikuti bintang itu, mereka jadi mempromosikan raja Yahudi.

Karena itu ada beberapa hal menarik dari bintang yang berhenti tersebut yaitu menunjukkan kelahiran, menunjukkan tentang kerajaan, menunjukkan sebuah bangsa yaitu Yahudi, menunjukkan bintang yang bergerak dari Timur seperti biasanya tetapi hanya bisa dilihat oleh orang majus, dan yang lebih luar biasa lagi adalah bintang itu bisa berhenti.

Apa yang dilakukan orang majus ketika bintang itu berhenti, dan apa yang harus kita lakukan ketika kita memperingati kelahiran Yesus ?

1) Natal adalah saatnya menyembah Kristus.

Bagaimana perasaan anda ketika bertemu dengan orang yang anda idolakan? Atau mungkin bertemu dengan orang yang anda cintai. Tentu hati anda berdebar-debar bahkan tidak sedikit yang menjerit dan menangis. Pertanyaannya, bagaimana perasaan anda ketika berjumpa dengan Yesus. Apakah anda masih bergairah? Atau ketika di hari Natal apakah anda merasakan bahwa Natal adalah sesuatu yang spesial? Ataukah Natal adalah sesuatu yang biasa-biasa saja?

Seharusnya Natal menjadi sebuah momen kita bersemangat kembali bertemu Tuhan. Di hari Natal banyak gereja melakukan perayaan Natal yang sangat luar biasa, tetapi saya berharap supaya perayaan itu bukan hanya sebagai agenda tahunan saja, melainkan sebuah momen yang mengetuk hati kita untuk mengagungkan Tuhan. Karena itu di Natal kita musti menyembah Kristus. Ibrani 10:22, Mazmur 1:1-3.

Orang majus ketika melihat bintang mereka bersukacita dan bersemangat bertemu bayi Yesus. Demikianlah kiranya kita di Natal ini bergairah lagi menyembah Tuhan.

2) Natal adalah saatnya meninggikan Kristus.

Ketika orang majus melihat bintang dan pergi menjumpai bayi Yesus, mereka bukan saja sujud menyembah tetapi juga meninggikan Yesus melalui korban-korban mereka.
Dalam gambar atau drama selalu kita saksikan bahwa orang majus itu terdiri dari tiga orang dengan tiga jenis persembahannya. Tetapi saya sangat yakin bahwa rombongan orang majus itu besar sekali tentu dengan membawa emas, mur dan kemenyam dalam jumlah yang banyak. Itu sebabnya ketika mereka memasuki kota Yerusalem, penduduk kota itu gempar, termasuk raja Herodes. Orang-orang majus membawa banyak hadiah-hadiah.

Apa yang sudah anda bawa atau apa yang sudah anda lakukan untuk meninggikan Yesus. Saya berharap ketika gereja ini melakukan banyak aktivitas dalam rangka Natal, anda tidak hanya sebagai penonton saja, tetapi ikut ambil bagian di dalamnya. Jangan menjadi orang yang pasif tetapi jadilah orang-orang yang ikut meninggikan Tuhan. Ketika ada kegiatan-kegiatan Natal, itu adalah kesempatan-kesempatan untuk memberikan energi, waktu, tenaga, pikiran dan kreativitas kita untuk meninggikan Tuhan. Mazmur 22:4. Tuhan akan berdiam/tinggal ketika ada pujian atau ketika Tuhan ditinggikan. Karena itu jangan mengeluh ketika anda sangat sibuk di hari Natal. Yesus datang ke dunia karena kasihNya kepada kita, yakni supaya manusia selamat.

3) Natal adalah saatnya memperkenalkan/memasyurkan Kristus.

Sebelumnya sudah saya sampaikan bahwa orang-orang majus bukanlah orang Yahudi, tetapi orang-orang Persia. Tetapi orang non-Yahudi pun bisa dipakai Tuhan untuk memperkenalkan Yesus kepada banyak orang. Ketika orang majus masuk kota Yerusalem, semua mata tertuju kepada mereka sehingga peristiwa kelahiran Yesus semakin terkenal. Natal adalah kesempatan untuk memperkenalkan Yesus kepada orang lain. Dan siapa pun di dunia bisa dipakai Tuhan untuk memperkenalkan Kristus.

Selalu saya katakan bahwa gereja kami adalah gereja untuk orang-orang berdosa. Sebab Yesus berkata bahwa Dia datang untuk orang-orang berdosa. Dan Tuhan bisa pakai orang berdosa untuk memperkenalkan Yesus. Di gereja kami satu kali kedatangan sekumpulan orang-orang gay. Lalu mereka bertemu dengan Tuhan dan hancur hati di hadiratNya. Satu orang di antara mereka merupakan orang yang sudah sangat terkenal di kalangan gay. Dan ketika orang itu bertobat, dalam satu tahun dia membawa 30 orang percaya kepada Yesus. Dalam tempo dua tahun, 10 di antara teman-temannya telah tertanam dalam kelompok sel dan melayani. Demikian juga seorang ibu mantan 'big boss' di Gang Dolly, datang ke gereja dan bertemu Tuhan. Sebelumnya dia cukup terkenal di tempat pelacuran itu, tetapi sekarang dia sangat cinta Tuhan. Dan melalui pelayanan ibu itu sudah ada 10 orang yang tertanam dalam kelompok sel dan melayani. Mereka bukanlah orang-orang sempurna, tetapi dipakai Tuhan untuk memperkenalkan dan memasyurkan nama Yesus.

Tuhan tidak mencari orang sempurna untuk memperkenalkan Kristus. Karena itu, di bulan Natal ini jadilah orang-orang yang menceritakan Yesus kepada orang lain.

Ketika kita bertemu Yesus, maka tidak ada masalah yang terlalu besar bagi kita. Kalau Tuhan bisa menggerakkan bintang untuk menuntun orang majus dan membuat bintang itu berhenti di tempat Yesus, maka Dia sanggup melakukan perkara besar dalam hidup orang percaya. Selama kita bertemu Yesus, menyembah Yesus, meninggikan serta memperkenalkan Yesus, jangan takut, sebab sebab Tuhan kita besar dan sangat besar. Selamat hari Natal, Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan Khotbah Ps. Ezra Soetopo (Surabaya), Minggu, 14 Desember 2014 (Ibadah II)