log in

Khotbah (Artikel)

Selasa, 10 Februari 2015 00:00

Belajar Percaya

Written by  Pdt. Lexi Karundeng (Tondano, Sulawesi Utara)
Pdt. Lexi Karundeng, Gembala GPdI Jehoshua, Tondano, Sulawesi Utara Pdt. Lexi Karundeng, Gembala GPdI Jehoshua, Tondano, Sulawesi Utara

Yohanes 11:40

Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

Ayat ini adalah bagian dari peristiwa yang dialami oleh satu keluarga di Betania yaitu keluarga Lazarus, Maria dan Marta. Keluarga ini adalah keluarga yang mengasihi Tuhan dan dikasihi Tuhan. Setiap kali Yesus datang ke Betania, Ia selalu singgah di rumah mereka. Jadi hubungan antara keluarga ini dengan Yesus sangat akrab. Demikian juga dengan orang percaya, Tuhan ingin supaya kita mempunyai hubungan yang indah dan intim dengan-Nya.

Suatu ketika Lazarus sakit dan Yesus sedang tidak bersama mereka. Lalu Maria dan Marta memberi kabar tentang hal itu kepada Yesus. Namun dalam Yohanes 11:4-6 ditulis bahwa ketika Yesus mendengar Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat Yesus berada. Tetapi Yesus berkata bahwa melalui penyakit itu kemuliaan Allah dinyatakan.

Apakah kemuliaan Allah dinyatakan apabila Yesus tidak hadir? Tentu tidak! Sebab apapun usaha yang kita lakukan, kalau Yesus tidak bersama dengan kita maka semuanya menjadi sia-sia. Maria dan Marta mengetahui hal itu. Mereka tahu bahwa solusi satu-satunya untuk kesembuhan Lazarus adalah kehadiran Yesus. Mereka sudah lama mengenal Yesus dan mereka tahu bahwa Yesus adalah Tuhan yang dapat melakukan mujizat.
Lalu mengapa Yesus tidak langsung mengunjungi Lazarus melainkan menunggu dua hari lagi? Bukankah Yesus sangat mengasihi Lazarus? Bahkan dalam ayat 14 Yesus berterus terang bahwa Lazarus sudah mati. Dan dalam ayat 15 Yesus berkata : “tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu…”. Tindakan Yesus tidak segera datang untuk menyembuhkan Lazarus dan berkata ‘syukur’ atas kematiannya tentu membingungkan kita. Namun dalam kalimat terakhir ayat 15 Yesus berkata : “………. sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya."

Untuk menikmati kemuliaan Allah perlu satu hal yaitu PERCAYA. Untuk melihat mujizat Tuhan terjadi perlu satu hal yaitu PERCAYA. Untuk menerima jawaban dari semua doa-doa kita perlu satu hal yaitu PERCAYA. Dan untuk mendapatkan PERCAYA yang sejati kita perlu BELAJAR PERCAYA.

Ketika doa-doa sepertinya tidak ada jawaban atau pertolongan Tuhan, tidak sedikit anak Tuhan yang kemudian meragukan Tuhan dan kuasa-Nya. Ada juga yang berpikir bahwa Tuhan pilih kasih. Tetapi Yesus berkata kepada murid-muridNya bahwa untuk mendapatkan pertolongan Tuhan kita butuh IMAN. Dan supaya iman kita berhasil kita musti belajar percaya. Mungkin hari ini Tuhan belum menyatakan kuasa-Nya, tetaplah percaya. Anda mungkin sudah lama bergumul tetapi belum ditolong Tuhan, tetaplah percaya. Belajar itu membutuhkan waktu. Tunggulah waktunya Tuhan dengan percaya. Tuhan mau supaya iman kita benar-benar murni dan teruji.

Karena itu sangat disayangkan kalau ada anak-anak Tuhan tidak mau belajar percaya tetapi malah mencari dukun. Ada juga orang Kristen mengandalkan doa pendeta besar. Tetapi ternyata walaupun didoakan pendeta yang terkenal masalahnya tidak kunjung selesai. Tuhan tidak mengajar kita untuk mengandalkan manusia tetapi supaya belajar percaya kepada-Nya. Tuhan meminta supaya dalam menghadapi berbagai masalah dan persoalan hidup, kita tetap percaya kepadaNya. Ketika kita percaya berarti kita yakin bahwa Tuhan sanggup menolong.

Maria dan Marta tentu tidak mengerti kenapa Yesus seolah-olah tidak memperdulikan keluarga mereka terutama Lazarus yang sakit. Kita juga seringkali tidak mengerti akan banyak perkara yang terjadi dalam kehidupan kita.

YUSUF dibenci saudara-saudaranya, dimasukkan ke dalam sumur, dijual kepada orang Ismael, kemudian dijual kepada Potifar sebagai budak. Yusuf juga difitnah istri Potifar yang kemudian membuatnya dipenjarakan. Orang-orang yang pernah ditolong Yusuf di penjara juga melupakan dirinya. Yusuf tentu tidak mengerti semua pengalaman pahit yang terjadi dalam kehidupannya. Tetapi karena dia tetap mempertahankan imannya, maka dari dalam penjara Tuhan mengangkatnya menjadi penguasa Mesir. Yusuf menjalani masa-masa yang pahit dalam hidupnya tetapi terus belajar percaya sampai akhirnya imannya membawanya kepada keberhasilan.

MUSA sebelumnya hidup dalam kemegahan istana Mesir dan diangkat menjadi anak angkat putri Firaun. Tetapi kemudian dia tahu bahwa dia adalah orang Israel, bukan orang Mesir. Suatu waktu ketika dia melihat orang Mesir menindas orang Israel, Musa membunuh orang Mesir itu. Karena perbuatannya ketahuan maka Musa melarikan diri ke tanah Midian. Di sana Musa menjadi gembala kambing domba selama 40 tahun. Tentu dia tidak mengerti kenapa harus berada di padang belantara selama 40 tahun. Tetapi dia tetap percaya kepada Tuhan dan akhirnya Tuhan memanggilnya untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan di mana lama perjalanan mereka melewati padang gurun adalah selama 40 tahun.

ABRAHAM tidak mengerti ketika Tuhan meminta anak satu-satunya untuk dipersembahkan menjadi korban bakaran. Padahal anak itu adalah anak perjanjian dan telah ditunggu lama sekali. Tetapi Abraham belajar percaya kepada Tuhan. Ibrani 11:17-19. Abraham percaya bahwa meskipun anak itu dipersembahkan, Tuhan tetap berkuasa memberikannya keturunan.

Kita seringkali tidak mengerti kenapa banyak pergumulan dan masalah terjadi dalam hidup kita. Namun kita musti belajar percaya kepada Tuhan. Jangan pernah menjauhkan diri dari Tuhan tetapi percayalah kepada-Nya.

Pikiran kita seringkali terlalu fokus kepada masalah dan persoalan hidup. Namun jangan lihat masalahmu tetapi lihatlah kepada Tuhan yang menjanjikan kemenangan kepada kita. Iblis berusaha mengalihkan perhatian kita kepada masalah bukan kepada Tuhan. Tetapi marilah belajar percaya sebab Tuhan sanggup menolong kita.

Jadi apabila persoalan datang, itu adalah kesempatan bagi kita untuk melihat kemuliaan Tuhan asalkan kita belajar percaya. Setelah sekian lama belajar percaya dan terus percaya maka ada waktunya bagi kita mendapatkan kuasa dan pertolongan Tuhan. Sama seperti orang yang belajar suatu waktu pasti diwisuda.

Kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi Yesus sama seperti Maria, Marta dan Lazarus dikasihi Yesus. Karena itu percayalah dan belajarlah percaya sampai kita melihat kuasa-Nya dinyatakan. Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan Khotbah Pdt. Lexi Karundeng (Tondano, Sulut), Minggu, 1 Februari 2015 (Ibadah II)