log in

Khotbah (Artikel)

Selasa, 31 Maret 2015 00:00

Kepercayaan Sebagai Hamba Kristus

Written by  Pdt. Lieke Repi-Wuisan

Kolose 1:16

“Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia”.

Setiap negara atau kerajaan di dunia ini pasti mempunyai undang-undang atau peraturan. Negara kita juga memiliki undang-undang yang harus dipatuhi semua warga negara Indonesia. Keluarga atau rumah tangga pun mempunyai aturan yang musti ditaati semua anggota keluarga. Demikian juga Kerajaan Allah mempunyai peraturan atau ketetapan-ketetapan yang harus dipatuhi warga Kerajaan Allah.

Biasanya kebijakan-kebijakan di sebuah negara akan berubah ketika pemimpin atau kepala negara berganti. Tetapi peraturan Kerajaan Allah kekal untuk selamanya. Kerajaan Allah adalah Kerajaan yang tidak tergoncangkan oleh apapun (Ibrani 12:28). Malaikat Tuhan pernah menyampaikan hal ini kepada Maria bahwa Kerajaan Yesus tidak akan berkesudahan (Lukas 1:33).

Warga Kerajaan Allah mendapat kepercayaan dari Tuhan menjadi hamba-hamba Kristus (1 Korintus 4:1-2). Sebagian orang berpendapat bahwa yang disebut hamba-hamba Kristus adalah orang-orang yang sudah pernah belajar di Sekolah Alkitab. Sebagian lain mengira bahwa hamba-hamba Kristus hanyalah pemimpin-pemimpin jemaat atau pelayan-pelayan gereja. Tetapi hamba Kristus yang sebenarnya adalah hamba Firman, yaitu mereka yang taat kepada Firman Tuhan. Pelayan-pelayan Kristus atau pelayan-pelayan Kerajaan Allah berfungsi untuk tampil dan bersinar menjadi saksi Kristus sehingga orang lain dimenangkan menjadi warga Kerajaan Allah.

Jenis kepercayaan yang diberikan Tuhan kepada kita berbeda-beda walaupun ada beberapa yang sama. Tetapi kita musti bertanggungjawab atas semua hal yang telah dipercayakan Tuhan. Misalnya, seorang suami atau istri harus bertanggungjawab atas istri atau suami yang telah dipercayakan Tuhan kepadanya. Suami wajib mengasihi istrinya dan istri harus tunduk kepada suami. Demikian juga ketika mereka dikaruniai anak-anak, maka orangtua musti mendidik mereka di dalam ajaran takut akan Tuhan. Itu adalah peraturan Kerajaan Allah yang harus dipelihara, diusahakan dan dikembangkan.

Kita juga harus menjadi hamba Tuhan yang terpercaya! Abraham bisa mempercayakan perkara yang besar kepada Eliezer hambanya, yakni mencari jodoh untuk Ishak anaknya, tentu karena Eliezer adalah hamba yang terpercaya. Demikian juga raja Firaun mempercayakan kekuasaan Mesir kepada Yusuf, pasti karena Yusuf adalah seorang yang bertanggungjawab dan dapat dipercaya. Tuhan akan mempercayakan kepada kita perkara yang lebih besar apabila kita dapat dipercaya oleh Tuhan.

Ada dua langkah untuk memelihara kepercayaan Tuhan kepada kita ;

1. BERDOA.

Tahun 1993 saya pernah tinggal beberapa hari di GPdI Maranatha Medan. Saat itu ada beberapa kegiatan besar GPdI yang berlangsung berturut-turut sehingga saya tidak kembali ke  Tondano tetapi tinggal di Medan. Waktu itulah saya saksikan bagaimana kehidupan doa yang luar biasa di gereja ini. Mulai dari pagi, siang dan malam ada ibadah-ibadah doa. Para pengerja dan jemaat dengan antusias mengikutinya dan mereka berdoa bukan dengan maksud supaya dilihat gembala tetapi mereka dengan sungguh-sungguh berdoa dan menyembah Tuhan. Kebiasaan berdoa ini saya bawa dan saya terapkan di pelayanan kami di Tondano. Di dalam doa kita memuji-menyembah Tuhan, menaikkan syafaat, dan mengalami kuasa Tuhan yang besar.

Daniel adalah orang yang berhasil dalam memelihara waktu-waktu berdoa. Ada 120 orang wakil-wakil raja Darius yang bermufakat untuk menjerat Daniel dalam hal ibadahnya kepada Allah. Mereka menyuruh raja untuk mengeluarkan larangan bagi orang-orang di kerajaan untuk meminta kepada Tuhan, dewa, atau manusia, kecuali kepada raja. Namun ketika didengar Daniel bahwa surat perintah itu telah dibuat, ia tetap pergi ke rumahnya, masuk ke kamarnya dan berdoa serta memuji Allah seperti yang biasanya dilakukannya.  Ketika 120 orang itu melihat hal itu, mereka mengadukan Daniel kepada raja. Daniel akhirnya dihukum dan dimasukkan ke gua singa. Tetapi ternyata malaikat Tuhan mengatupkan mulut singa-singa itu sehingga Daniel selamat. Akhirnya raja Darius mengetahui bermufakatan jahat 120 orang wakilnya kepada Daniel. Maka 120 orang itu beserta keluarganya dilemparkan ke gua singa. Raja kemudian mengumumkan bahwa semua orang di kerajaannya harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel.

Jadi meskipun ada larangan serta ancaman gua singa tetapi Daniel tetap taat kepada hukum Kerajaan Sorga, yaitu berdoa dan beribadah kepada Tuhan. 1 Tesalonika 5:17 -- Berdoalah dengan tiada berkeputusan, baik waktu gagal ataupun waktu sukses, waktu keadaan nyaman ataupun waktu mengalami tekanan, tetaplah berdoa. Doa membuat kita bertahan dalam Kerajaan-Nya dan mampu memelihara kepercayaannya.

2. BERPUASA.

Ester 4:16. Haman berencana untuk membinasakan orang-orang Yahudi. Lalu Mordekhai meminta Ester sang permaisuri untuk mengadukan rencana jahat Haman kepada raja Ahasyweros. Mula-mula Ester menolak permintaan itu sebab tidak boleh ada orang masuk menghadap raja tanpa dipanggil oleh raja, dan hukuman atas perbuatan itu adalah hukuman mati. Tetapi kemudian Ester meminta supaya seluruh orang Yahudi berdoa dan berpuasa selama tiga hari tiga malam sebelum Ester menghadap raja. Setelah tiga hari, Ester berdiri di hadapan raja dan raja berkenan kepadanya sehingga tongkat emas di tangannya diarahkan kepada Ester sebagai tanda bahwa kehadiran Ester diperkenan oleh raja.  

Ester mendapat perkenanan raja karena dia dan bangsa Yahudi telah berdoa dan berpuasa. Dia tidak menerima hukuman mati karena dia pegang dan lakukan hukum Kerajaan Allah. Doa dan puasa adalah salahsatu faktor untuk mendapat perkenanan Tuhan dan kekuatan untuk memelihara kepercayaan Tuhan.

Jadi, apakah anda sudah berdoa, apakah anda sudah berpuasa? Kerajaan dunia berusaha ingin menjatuhkan kita. Tetapi kalau kita berdoa dan berpuasa maka kita akan tetap berdiri di dalam Kerajaan Allah dan kita didapati terpercaya atas apa yang telah dipercayakan Tuhan. Dan satu kali kelak kita akan berdiri mempertanggungjawabkan semuanya di hadapan Tuhan Yesus sebagai Pemberi kepercayaan itu. Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan Khotbah Ibu Pdt. Lieke  Repi-Wuisan (Tondano, Sulut), Minggu, 22 Maret 2015 (Ibadah II)