log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 06 April 2015 00:00

Ismael Anak Abraham

Written by  Abuna Andreas Kemal (Jakarta)
Abuna Andreas Kemal, Ketua Barukh Ministry Jakarta Abuna Andreas Kemal, Ketua Barukh Ministry Jakarta

Kejadian 25:12-18

Dalam khotbah ini kita belajar mengenai apa kata Alkitab tentang Ismael dan Hagar. Kisah mengenai Hagar dan Ismael memang tidak terlalu populer di kalangan Kristiani bahkan merupakan sesuatu yang dilupakan oleh sebagian orang Kristen padahal dicatat dengan rinci dalam Alkitab. Semua peristiwa yang ditulis dalam Alkitab selalu mempunyai maksud dan tujuan.

Seringkali kita tidak bisa mengasihi keturunan Ismael karena kita tidak menangkap secara utuh pesan Tuhan. Musa menulis dengan begitu indah dan teliti tentang Ismael; siapa ayah dan ibunya, di mana tempat kelahirannya, apa keahliannya, di mana tempat tinggalnya dan darimana istrinya (Kejadian 16:3,16, 21:20,21).

Ismael (Yishma`el – bhs. Ibrani) artinya Allah mendengar. Itu sebabnya ciri-ciri keturunan Ismael adalah suka mendengar --- orangnya serius. Sedangkan Ishak artinya tertawa. Ini menjadi ciri keturunan Ishak yaitu suka tertawa --- ada atau tidak ada uang selalu tertawa alias bersukacita.

Kejadian 25:12-18 adalah tulisan terakhir menuju kepada akhir hidup Ismael. Dalam ayat 12 dicatat – “Inilah keturunan ……” Dalam bahasa Ibrani disebut “`el-leh toledot” artinya keturunan yang besar. Dalam tradisi Alkitab, pemakaian istilah “`el-leh toledot” bukanlah kepada umum tetapi hanya kepada orang-orang tertentu. Misalnya menunjukkan keturunan Adam, keturunan Abraham dan orang-orang tertentu lainnya. Istilah ini tidak akan digunakan apabila menerangkan keturunan Firaun.

Jadi ada rencana Tuhan yang besar kepada keturunan Ismael meskipun Ismael bukan anak perjanjian. Anak perjanjian adalah Ishak. Namun bukan berarti Ismael tidak diperhitungkan Tuhan. Apalagi Abraham, sekian puluh tahun Abraham mengharapkan keturunan, dia pasti sangat memperhitungkan Ismael.

Kejadian 12:7. Ayat ini adalah janji Tuhan yang diterima Abraham sebelum Hagar ada di kemah Abraham. Tuhan berjanji untuk memberikan tanah Kanaan kepada keturunannya padahal dia belum mempunyai keturunan.

Suatu ketika terjadi kelaparan di negeri itu, maka Abraham pergi ke Mesir. Di Mesir Abraham mendapat harta benda, budak laki-laki dan budak perempuan dari Firaun raja Mesir, sebab Firaun mengingini Sarah. Dan salahsatu dari antara budak perempuan itu adalah Hagar.

Setelah Hagar ada di kemahnya, Tuhan mengulangi kembali tentang janji keturunan kepada Abraham (Kejadian 13:15). Segalanya telah dimiliki Abraham yakni kekayaan dan kelimpahan, namun Abraham berpikir untuk apa semuanya itu kalau akhirnya jatuh kepada Eliezer hambanya (Kejadian 15:2-3). Tuhan tahu kegusaran hati Abraham. Karena itu Tuhan menegaskan kepada Abraham bahwa semua harta bendanya akan jatuh kepada anaknya bukan kepada hambanya (Kejadian 15:4). Abraham sangat bergembira mendengar janji itu.

Kemudian dalam Kejadian 16:16 Hagar melahirkan Ismael bagi Abraham. Abraham tentu berpikir bahwa inilah anak yang dijanjikan Tuhan. Ismael adalah anaknya, bukan anak budak. Sebab dalam Kejadian 16:3 dicatat bahwa Hagar berubah status dari budak menjadi istri.

Seringkali kita menyebut keturunan Ismael dengan sebutan “sepupu”. Sepupu artinya anak bersaudara. Kalau sepupu berarti Sarah dan Hagar adik-kakak. Padahal Sarah adalah orang Ur-Kasdim dan Hagar adalah orang Mesir. Dalam tradisi Timur Tengah, genetika itu adalah dari ayah. Jadi meskipun beda ibu tetapi kalau satu ayah maka itu disebut kandung. Jadi antara Ismael dan Ishak bukan sepupu tetapi saudara kandung. Karena itu Musa tahu betul menempatkan status Ismael. Musa menulis bahwa Ismael adalah anak Abraham (Kejadian 17:26).

Kejadian 21:10. Ayat ini bukan menghapus legitimasi Ismael sebagai anak kandung Abraham. Ayat ini lebih menekankan tentang ahli waris. Sebab dalam tradisi Timur Tengah, anak yang lebih dulu lahir berhak mewarisi seluruh harta yang dimiliki ayahnya. Jadi kemungkinan besar Sarah panik dan langsung mengusir Hagar dan Ismael dari rumahnya sebab Ishak anaknya tidak akan menerima warisan sebab Ismael lebih dulu lahir daripada Ishak.

Kejadian 21:12. Firman Tuhan ini juga bukan bertujuan menghapus keabsahan Ismael sebagai anak kandung Abraham. Sebab dalam ayat ini Tuhan berbicara tentang anak perjanjian, dan memang Ismael bukanlah anak perjanjian melainkan Ishak.

Dalam Kejadian 21:13 Tuhan berjanji bahwa Ismael akan dibuat Tuhan menjadi bangsa yang besar karena dia adalah anak Abraham. Kejadian 17:20. Tuhan berjanji untuk memberkati Ismael dan membuatnya sangat banyak. Janji Tuhan ini sudah digenapi. Sekarang keturunan Ismael mendominasi penduduk Indonesia. Anak-anak Ismael adalah cucu-cucu Abraham.

Hagar ibu Ismael adalah wanita yang luar biasa. Kejadian 16:7-8. Hagar adalah wanita pertama yang memberi nama kepada Tuhan dengan sebutan El-Roi. Waktu itu belum ada agama tetapi Hagar sudah menunjukkan imannya kepada Tuhan.

Kejadian 25:17. Ismael mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. Frasa yang sama juga digunakan dalam Kejadian 25:8, 35:29, 49:29. Siapakah ayah Ismael, siapakah leluhur Ismael? Abraham! Ungkapan ‘dikumpulkan kepada kaum leluhurnya’ paling tidak menunjukkan bahwa Ismael mengikuti iman Abraham. Sebab selama 14 tahun, yakni sebelum Ishak lahir, Abraham mencurahkan segala cinta, kasih dan perhatiannya kepada Ismael. Tentu salahsatunya adalah mengajarkan tentang Tuhan yang dia sembah.

Dalam kitab Yesaya 60:7, Yesaya bernubuat : “Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.”

Keturunan Ismael akan menyemarakkan rumah keagungan Tuhan. Rumah keagungan Tuhan yang kekal adalah sorga. Tetapi rumah keagungan Tuhan di bumi ini adalah gereja.

Karena itu mari bawa pulang keturunan Ismael ke dalam perjanjian Abraham, Ishak dan Yakub, karena dari sanalah lahir Mesias, Juruselamat. Jangan membenci mereka tetapi mengasihinya. Kalau kita melakukannya dengan sungguh-sungguh maka gedung-gedung gereja tidak akan cukup menampung jiwa-jiwa yang begitu banyak. Biarlah kebencian kita berubah menjadi kasih sayang. Ingat, tidak ada orang yang bertobat karena dihina, dicaci maki, ataupun direndahkan. Tetapi ketika kita menyentuh mereka dengan kasih Tuhan maka pertobatan dan penuaian jiwa-jiwa pasti terjadi. Puji Tuhan!

Ringkasan Khotbah Abuna Andreas Kemal (Jakarta), Minggu, 29 Maret 2015 (Ibadah II)