log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 13 April 2015 00:00

Yesus Bangkit, Hidup Manusia Penuh Pengharapan

Written by  Pdt. M.D. Wakkary
Pdt. Dr. M.D. Wakkary Pdt. Dr. M.D. Wakkary

1 Petrus 1:3

Berita tentang Yesus mati dan bangkit adalah berita yang sangat penting. Tentu semua yang tertulis dalam Alkitab adalah penting namun inti dari Alkitab adalah berita kematian dan kebangkitan Kristus. 1 Korintus 15:1-4.

Dalam ayat pokok di atas dicatat bahwa kebangkitan Yesus melahirkan kita kembali. Jadi kebangkitan Kristus bagi orang percaya bukan sekedar bangkit dari kematian tetapi membawa orang percaya kepada hidup yang penuh pengharapan.

Waktu Bapak Ir. Joko Widodo terpilih menjadi Presiden RI, banyak masyarakat Indonesia berpengharapan supaya harga-harga kebutuhan turun dan orang-orang miskin ditolong. Tetapi ternyata belum sebulan memerintah, harga BBM dan harga bahan-bahan pokok langsung naik. Pengharapan di dunia ini semu adanya, apa yang kita harapkan belum tentu dapat terwujud. Tetapi pengharapan di dalam Yesus penuh dengan kepastian.

Ada tiga hal penting tentang hidup yang penuh pengharapan dalam kebangkitan Kristus ;

1) Iman orang percaya tidak sia-sia.

1 Korintus 15:14 ~ “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah (empty – NKJV) pemberitaan kami dan sia-sialah (empty – NKJV) juga kepercayaan kamu.”

Kebangkitan Yesus membuat iman kita tidak sia-sia atau kosong. Iman orang percaya besar sekali manfaatnya yakni sampai kepada hidup yang kekal. Sebagian orang Kristen hanya memikirkan iman di dunia ini saja ; bagaimana agar pekerjaan, keuangan, kesehatan dan keluarga diberkati. Iman yang demikian tidak salah apalagi Alkitab menjamin bahwa orang percaya mendapat hidup yang berkelimpahan. Tetapi iman orang Kristen tidak bisa berhenti hanya dalam soal dunia ini saja. Iman yang sempurna adalah iman pengharapan yang membawa kita sampai kepada hidup selama-lamanya, yakni hidup yang tidak bisa diukur oleh ruang dan waktu.

Kenapa ada orang yang takut mati? Sebab dia tidak mempunyai pengharapan. Itu sebabnya orang percaya harus selalu mempunyai pengharapan.

Dalam kecelakaan pesawat Airasia akhir tahun 2014 yang lalu, 46 orang dari penumpangnya adalah jemaat dari sebuah gereja di Surabaya. Mereka berencana untuk bertahun baruan di Singapura. Di antara korban tewas itu juga ada 9 orang anggota jemaat GPdI, yakni berasal dari Lumajang, Malang dan Surabaya. Kita juga pernah dengar berita tentang rombongan pendoa syafaat dari sebuah gereja di Jakarta melakukan doa dan puasa di Puncak, Bogor. Setelah selesai doa dan puasa, dalam perjalanan kembali ke Jakarta, bus yang mereka tumpangi masuk jurang dan banyak yang tewas.

Sebagian besar di antara kita pasti bertanya-tanya, mengapa orang-orang percaya bisa meninggal dengan cara yang begitu mengenaskan? Tetapi jangan lupa, mereka yang telah meninggal itu adalah orang-orang yang berpengharapan. Memang kalau tidak berpengharapan maka kematian itu akan menjadi sebuah dukacita atau nestapa yang besar sekali. Tetapi karena kita berpengharapan maka kita yakin bahwa Tuhan menjamin hidup kita baik di dunia ini dan juga sampai kepada kekekalan. Iman kita tidak menjadi sia-sia sebab Yesus telah bangkit.

2) Maut dikalahkan.

Musuh yang terakhir dari berbagai musuh manusia adalah maut. Itu sebabnya banyak orang mempunyai pangkat yang tinggi, memiliki harta kekayaan yang melimpah, tetapi orang itu akan ketakutan luar biasa ketika kematian atau maut mendekat. Namun orang yang berpengharapan sadar bahwa maut telah dikalahkan kebangkitan Kristus.

Karena maut dikalahkan maka orang percaya memperoleh kebangkitan. 1 Korintus 15:45. Manusia alamiah harus mati, kembali ke tanah, menjadi abu, tetapi orang-orang yang mempunyai pengharapan mempunyai kepastian untuk mendapat tubuh sorgawi. Tubuh alami kita rentan dengan penyakit, rentan dengan masalah, tetapi tubuh sorgawi yang akan kita miliki adalah sama seperti yang dimiliki Yesus pada kebangkitan-Nya. Itu sebabnya dikatakan bahwa Yesus adalah yang sulung dalam kebangkitan sebab suatu kali kelak orang-orang percaya akan turut mengalami kebangkitan.

Karena itu kita jangan hanya sekedar hidup di dunia ini tetapi kita musti berusaha bagaimana supaya nanti kita mendapat tubuh yang baru, tubuh sorgawi, yaitu hidup yang kekal sebab maut telah dikalahkan. 1 Korintus 15:49.

3) Dosa tidak berkuasa atas manusia.

Sekarang ada manusia yang mempunyai semangat hidup untuk melakukan korupsi. Di berbagai negara juga ada semangat manusia untuk membunuh yakni melalui terorisme. Ada juga orang yang mempunyai semangat untuk merampas milik orang lain dengan kekerasan seperti yang dilakukan para begal.

Pertanyaannya, kenapa terjadi hal-hal yang jahat dan mengerikan ini? Jawabannya : Sumber semuanya itu adalah dosa. Semua manusia telah jatuh ke dalam dosa. Kita berterimakasih dengan adanya Polisi, Jaksa, KPK, TNI yang bertugas untuk mencegah dan menumpas korupsi, narkoba, dan tindak kejahatan lainnya, tetapi sebenarnya manusia yang berdosa tidak mungkin berhasil menumpas dosa. Tetapi syukur, kebangkitan Yesus menghidupkan semangat dan kemampuan agar dosa tidak berkuasa lagi dalam hidup manusia. Roma 6:10-14.

Dosa menjadi persoalan besar anak-anak Tuhan. Di dalam tubuh manusia ada keinginan untuk berbuat dosa. Dan ketika kita hendak mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh maka dosa selalu menunggu untuk menggoda kita supaya jatuh. Godaan dosa selalu manis dan indah, namun akibatnya selalu penjara, penderitaan dan kematian. Tetapi puji Tuhan, kuasa kebangkitan Kristus berhasil mengeliminasi dosa.

Jadi kebangkitan Yesus menjadikan hidup kita penuh dengan pengharapan. Dan hidup yang penuh pengharapan membuat kita senantiasa bersukacita. Puji Tuhan! Selamat Paskah!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu, 5 April 2015 (Ibadah II)