log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 20 April 2015 00:00

KEBANGKITAN YESUS MENGHIDUPKAN TUBUH YANG FANA

Written by  Ps. Raymond F. Arijanto (Jakarta)
Ps. Raymond Fernando Arijanto (Jakarta) Ps. Raymond Fernando Arijanto (Jakarta)

Roma 8:11

Setiap manusia mempunyai keterbatasan. Murid-murid Yesus juga adalah orang-orang yang terbatas. Itu sebabnya mereka sangat terpukul ketika Yesus yang mereka elu-elukan ditangkap, disesah dan dipakukan di kayu salib.
Sebagai manusia kita juga bisa mengalami situasi dan tantangan yang berat seperti yang dialami murid-murid Yesus. Tetapi firman Tuhan dalam ayat di atas berkata bahwa kebangkitan Yesus menghidupkan tubuh kita yang fana ini.

Bagaimana kuasa kebangkitan Yesus membangkitkan tubuh manusia yang fana? Hal ini terbukti ketika Yesus berulang-ulang menampakkan diri kepada murid-muridNya.

1) Dukacita digantikan dengan sukacita. Yohanes 20:11-18.
Salahsatu orang yang mengalami tekanan yang luar biasa karena kematian Yesus adalah Maria Magdalena. Maria sangat depresi dengan peristiwa itu apalagi setelah dilihatnya bahwa mayat Yesus tidak ada di kubur.
Sebuah penelitian menjelaskan bahwa kematian dari orang terdekat dalam hidup seseorang akan menempati level stres yang paling tinggi.
Namun waktu Yesus menampakkan diri, Maria sangat bersukacita. Kebangkitan Yesus merubah dukacita menjadi sukacita.

2) Ketakutan hilang. Lukas 24:13-31.
Pada hari kebangkitan Yesus, dua orang murid Yesus berjalan dari Yerusalem ke sebuah kampung bernama Emaus. Tanpa mereka sadari tiba-tiba Yesus berjalan bersama mereka tetapi mereka tidak mengenalnya. Pada hari yang sama juga murid-murid berkumpul di suatu ruangan dengan pintu-pintu yang terkunci sebab mereka takut. Yohanes 20:19-22. Tetapi tiba-tiba Yesus ada di tengah-tengah mereka dan berkata : “Damai sejahtera bagi kamu!” Setelah menunjukkan tangan dan lambung-Nya, Yesus berkata lagi : “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah itu Yesus mengembusi mereka dan berkata “Terimalah Roh Kudus”.

Dari pertemuan yang luar biasa itu seharusnya sudah cukup bukti bagi mereka bahwa Tuhan itu bangkit dan hidup sehingga mereka tidak perlu takut lagi. Tetapi ternyata delapan hari kemudian setelah peristiwa itu, murid-murid kembali berkumpul dalam sebuah ruangan dengan pintu-pintu yang terkunci. Murid-murid masih dilanda ketakutan yang luar biasa. Karena itu Yesus menampakkan diri lagi dan berkata : “Damai sejahtera bagi kamu”. Yohanes 20:26.

Kenapa murid-murid takut padahal mereka sudah bertemu dengan Yesus? Penyebab terbesar dari ketakutan adalah ketidak-mengertian dan ketidak-tahuan akan kebenaran firman Tuhan. Yohanes 20:9 mencatat bahwa murid-murid tidak mengerti isi Kitab Suci.

Takut adalah ekspresi orang yang tidak tahu dan tidak mengerti firman Tuhan. Ketika kita mengenal firman Tuhan maka terang ada dalam hidup kita. Yohanes 1:1-3. Yohanes 15:7. Karena itu apabila anda takut, kembalilah kepada firman Tuhan, bacalah Alkitab.

3) Iman dibangkitkan. Yohanes 20:25,27-29.
Tomas adalah salahsatu murid yang mengalami goncangan hebat ketika Yesus mati. Itu sebabnya ketika Yesus bangkit dan hidup, Tomas tidak percaya. Tomas baru percaya setelah ia mencucukkan jarinya ke tangan Yesus yang berbekas paku dan lambung-Nya yang berlobang. Jadi tanpa disadari ketika murid-murid ketakutan, iman Tomas hilang. Perhatikan, kalau kita bertoleransi kepada ketakutan maka iman kita akan terkontaminasi dan lenyap. Ketakutan adalah musuh iman.

Selama ini saya membantu pelayanan di dua gereja lokal yaitu GPdI Elohim Sidoarjo, Jawa Timur dan GPdI Gideon, Jakarta. Saya juga aktif sebagai anggota Departemen Peningkatan Penggembalan Majelis Pusat GPdI. Setelah lulus Sekolah Alkitab, Tuhan sudah menyuruh saya melalui banyak hamba Tuhan untuk membuka sebuah gereja lokal. Namun saya selalu menolaknya dengan jawaban yang sangat terstruktur. Sampai akhirnya pada pertengahan tahun 2014 Bapak Pdt. M.D. Wakkary berbicara langsung kepada saya tentang panggilan menjadi gembala sidang. Ketika saya renungkan dan lihat diri saya, ternyata selama ini saya menolak panggilan Tuhan karena saya takut kebutuhan keluarga saya kelak tidak tercukupkan. Apalagi sekarang saya bersama seorang sepupu sedang membangun sebuah perusahaan importir dan perusahaan itu sedang bertumbuh sehat. Tetapi di akhir tahun 2014 Tuhan menunjukkan kepada saya dengan jelas melalui beberapa peristiwa bagaimana Tuhan sanggup dan berkuasa memelihara hidup keluarga saya apabila saya mau taat dan melangkah dalam panggilanNya. Pada waktu itulah saya putuskan untuk mentaati panggilan Tuhan. Puji Tuhan, pada bulan Mei 2015 kami akan membuka sebuah gereja GPdI di pusat perbelanjaan Kuningan City Jakarta.

Kuasa kebangkitan Kristus melenyapkan ketakutan dan membangkitkan iman kita.

4) Menghidupkan harapan masa depan. Yohanes 21:1-19.
Petrus adalah murid Yesus yang paling vokal, agresif dan unik dibandingkan murid-murid yang lain. Tetapi ketika Yesus mati, Petrus terguncang sehingga ia kembali kepada profesinya yang lama yaitu sebagai nelayan. Petrus kecewa dan kehilangan pengharapan.
Tetapi setelah Yesus bangkit, Yesus datang dan menampakkan diri secara khusus kepada Petrus dengan melakukan mujizat yang sama ketika Petrus pertamakalinya dipanggil Yesus menjadi murid. Mujizat itu membukakan mata rohani Petrus dan mengubah hidupnya. Petrus telah kehilangan pengharapan tetapi mujizat yang dilakukan Yesus setelah kebangkitanNya menghidupkan pengharapan yang mati.

Kuasa kebangkitan Yesus menghidupkan pengharapan masa depan. Kebangkitan Yesus memberikan visi dan pengharapan.

Jadi kebangkitan Yesus berkuasa membangkitkan tubuh yang fana ; menggantikan dukacita menjadi sukacita, melenyapkan ketakutan, membangkitkan iman, dan menghidupkan pengharapan. Bahkan masih banyak mujizat dan pekerjaan besar yang dilakukan Yesus setelah kebangkitanNya tetapi tidak dicatat di Alkitab. Yohanes 20:30-31. Kuasa kebangkitan Yesus akan kita alami pada zaman ini asalkan kita percaya kepada Yesus yang mati dan bangkit. Hidup kita akan penuh dengan sukacita, penuh dengan iman, penuh dengan pengharapan dan ketakutan dilenyapkan. Puji Tuhan!

Ringkasan Khotbah Ps. Raymond F. Arijanto (Jakarta), Minggu, 12 April 2015 (Ibadah II)