log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 11 Mei 2015 00:00

Tuhan di Tengah Kita

Written by  Pdt. M.D. Wakkary
Pdt. Markus D. Wakkary Pdt. Markus D. Wakkary

Zefanya 3:15-17

Dalam kitab Zefanya pasal 3 terdapat tiga ayat yang mencatat “Tuhan ada di antaramu” (ayat 5,15,17). Dalam Alkitab bahasa Inggris New King James Version (NKJV) ditulis : “The Lord in your midst”, artinya Tuhan di tengah-tengahmu. Dari sini kita melihat bahwa Allah selalu ingin berada di tengah-tengah umat-Nya. Dan saya percaya bahwa Tuhan juga ada di tengah-tengah jemaat GPdI Maranatha. Tuhan ada di tengah-tengah ibadah kita. Kita beribadah bukan hanya karena kita orang Kristen tetapi karena kita percaya bahwa di tengah-tengah perkumpulan kita Tuhan bertahta.

Matius 18:20 berkata bahwa di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Nya, di situ Tuhan ada di tengah-tengah mereka. Umumnya gereja Pantekosta/Kharismatik lahir dari dua tiga orang berkumpul. Dua tiga orang itu meningkat menjadi empat dan lima orang, dan akhirnya bertumbuh menjadi sebuah gereja besar. Itu sebabnya ibadah jemsel-jemsel kita juga sangat perlu. Mungkin anggota jemsel yang beribadah hanya beberapa orang, tetapi jangan lupa bahwa Tuhan ada di tengah-tengah pertemuan itu.

Ayat 15 ~ “TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.” Ternyata kalau malapetaka terjadi di Israel itu tandanya Allah meninggalkan bangsa itu. Sebab kalau Tuhan ada di antara umat-Nya maka tidak ada malapetaka.

Dunia ini penuh dengan malapetaka. Sekarang kelompok-kelompok radikal seperti ISIS, Boko Haram, dan Al-Qaeda, dengan mengatasnamakan agama mereka membunuh banyak orang. Belum lagi peperangan yang terjadi di berbagai negara seperti di Yaman, Suriah, dll. Minggu lalu negara Nepal, sebuah negara yang berada di kaki pegunungan Himalaya hancur porak-poranda karena gempa bumi yang dahsyat. Sekitar tujuh ribu orang meninggal dan belasan ribu luka berat. Tetapi sebenarnya semua malapetaka ini sudah diberitahukan sebelumnya oleh Alkitab yakni sebagai peringatan dan tanda dari Tuhan bahwa waktu kedatangan Yesus sudah dekat.

Ayat 17 ~ “TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan.” Tuhan ada di tengah-tengah kita sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Dalam Alkitab bahasa Inggris, kalimat 'pahlawan yang memberi kemenangan' ditulis dengan kalimat: “the Mighty One will save” (NKJV). Artinya, Tuhan yang Mahakuasa akan menyelamatkan. Jadi Tuhan ada di tengah-tengah umat-Nya bukan untuk memberikan hukuman, kecelakaan, atau malapetaka tetapi mengaruniakan kemenangan dan keselamatan.

Hari Sabtu yang lalu saya memeriksakan kesehatan saya di laboratorium, dan sore hari sudah dapat hasilnya. Saya sangat kecewa melihat hasilnya. Selama ini saya sudah menjaga kesehatan dengan baik bahkan selalu check-up ke Singapura, tetapi ternyata hasilnya mengecewakan. Hampir setengah jam saya kehilangan sukacita. Tetapi kemudian saya berserah kepada Tuhan dan mengandalkan doa untuk kesehatan saya. Hidup kita seringkali alami kekecewaan, tetapi kita tahu bahwa di balik kekecewaan ada kemenangan sebab Tuhan Allah di antara kita sebagai pahlawan yang memberikan kemenangan.

Ada tiga kebenaran yang sangat menarik dalam Zefanyah 3:17, yaitu ;

1) Allah bergirang karena engkau dengan sukacita
  -- “He will rejoice over you with gladness” (NKJV) Di sini terdapat dua kata sukacita yaitu rejoice (sukacita) dan gladness (gembira). 

2) Dia membaharui engkau dalam kasih-Nya -- “He will quiet you with His love” (NKJV). Artinya, Dia akan menenangkan engkau dengan kasih-Nya. Sekarang banyak peristiwa membuat kita tidak tenang. Tetapi Tuhan memberikan kepada kita ketenangan dengan kasih-Nya.

3) Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai -- “He will rejoice over you with singing”. Di sini disebutkan bahwa Tuhan bersukacita dengan nyanyian. Ayat ini menjadi bukti bahwa Tuhan kita menyanyi. Dia bersukacita dengan nyanyian.  

Jadi, Tuhan yang ada di tengah-tengah kita bersukacita. Tuhan bersukacita saat melihat kita memuji dan menyembah Dia. Karena Tuhan bersukacita maka kita juga musti beribadah dengan sukacita. Saya sedih melihat sebagian orang Kristen datang ke gereja tetapi tidak dengan sukacita, bahkan nyanyian-nyanyiannya malah membuat orang tertidur. Ini strategi Iblis supaya di gereja-gereja tidak ada kegembiraan. Tuhan kita bersukacita maka kita pun harus bersukacita. Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Filipi 4:4).

Tuhan yang ada di tengah kita bersukacita, maka kita harus ;

1) Berdoa dengan sukacita. Filipi 1:3.
Paulus berdoa dengan sukacita untuk jemaat-jemaat Filipi. Ini adalah doa syafaat yaitu doa untuk orang lain dan Paulus melakukannya dengan sukacita.  Saya dan istri juga selalu berdoa setiap hari, pagi dan malam, untuk jemaat Maranatha. Kita perlu banyak berdoa sebab doa adalah nafas kehidupan gereja. GPdI Maranatha tidak mungkin langgeng sampai hari ini tanpa doa. Kita musti minta roh berdoa supaya anda dapat berdoa dengan sukacita. Orang percaya tidak akan berhasil kalau tidak ditopang oleh doa. Jadi berdoalah dan berdoa dengan sukacita.

2) Memberi dengan sukacita. 2 Korintus 9:7.
Dalam setiap ibadah selalu ada doa dan ada juga korban atau pemberian. Kita  memberi  harus dengan sukacita. Tuhan memberi kepada kita dengan sukacita, tidak pernah membangkit-bangkit. Jangan pernah hitung-hitungan dengan Tuhan sebab Allah tidak pernah berhitung kepada kita. Nyawa-Nya pun diberikan supaya kita beroleh selamat. Karena itu belajarlah untuk memberi dan memberi dengan sukacita.  

3) Menerima firman Tuhan dengan sukacita. 1 Tesalonika 1:6.
Saya anjurkan agar semua jemaat Maranatha selalu menerima firman Tuhan dengan sukacita. Kita bersyukur di GPdI Maranatha kita mendengar firman Tuhan dari banyak hamba Tuhan. Tetapi seringkali kalau kita sudah mengenal pengkhotbahnya, kita kurang meresponi firman Tuhan yang diberitakan. Tetapi mulai sekarang belajarlah seperti jemaat Tesalonika yaitu menerima setiap firman Tuhan dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus.

Jadi Tuhan ada di tengah-tengah umat-Nya. Apabila Tuhan hadir, Dia pasti memberikan kemenangan dan keselamatan. Dan Tuhan yang ada di tengah-tengah kita bersukacita, karena itu kita juga harus bersukacita ; bersukacita dalam beribadah, dalam berdoa, dalam memberi dan dalam menerima firman Tuhan. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu, 3 Mei 2015 (Ibadah II)