log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 01 Juni 2015 00:00

ROH KUDUS PERISTIWA PANTEKOSTA

Written by  Pdt. Samuel Gozaly
Pdt. Samuel Gozaly, Gembala Sidang GPdI Ebenezer, Kampung Lalang, Medan Pdt. Samuel Gozaly, Gembala Sidang GPdI Ebenezer, Kampung Lalang, Medan

Lukas 11:13
“Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Allah bekerja begitu luar biasa bagi manusia ; Allah Bapa (Elohim) menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Allah Anak yaitu Yesus datang ke dunia dan korban darah-Nya menebus dan menyelamatkan manusia. Namun tidak hanya berhenti di situ, Allah mengutus Roh Kudus sebagai Penolong bagi orang-orang percaya. Sebelumnya Yesus disebut Imanuel artinya Allah menyertai kita. Namun penyertaan-Nya hanya kepada murid-murid selama 3½ tahun. Tetapi ketika Roh Kudus datang, Dia menyertai orang percaya setiap waktu. Bahkan Roh Kudus akan menyingkirkan dan menyelamatkan gereja Tuhan pada waktu pemerintahan Antikrist.

Gereja Tuhan sangat membutuhkan Roh Kudus. Apalagi kita sedang hidup di zaman akhir. Roh Kudus adalah Penolong bagi semua orang percaya.  Itu sebabnya selama sepuluh malam kita berdoa secara khusus meminta kepenuhan Roh Kudus.

Dalam ayat pokok di atas disebutkan bahwa Bapa yang di sorga memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Meminta berarti memohon, menginginkan, memerlukan, membutuhkan.

Bapa kita di sorga adalah Bapa yang sangat baik. Kalau kita memohon dengan tulus dan rendah hati maka pasti Dia berikan. Pertanyaannya, seberapa besar keinginan kita akan kepenuhan Roh Kudus? Ciri orang yang menginginkan Roh Kudus adalah mendekatkan diri kepada Tuhan.

Sekarang umur saya sudah 61 tahun. Karena faktor usia, saya tidak bisa lagi membaca tanpa kacamata. Harga kacamata saya tidak mahal, tetapi kacamata itu selalu saya jaga baik-baik sebab saya sangat memerlukannya. Demikian juga Roh Kudus, kalau kita memerlukan-Nya maka kita pasti akan minta, jaga dan pelihara di dalam hidup kita.

Dalam konteks kepenuhan Roh Kudus, meminta sebenarnya mendesak Tuhan. Banyak orang dipenuhkan Roh Kudus karena mendesak Tuhan. Saya dipenuhkan Roh Kudus di Sekolah Alkitab Batu. Sebelumnya saya sedikit mendesak Tuhan agar sebelum tamat kelas 2 sudah penuh dengan Roh Kudus. Benar, sebelum saya meninggalkan Sekolah Alkitab saya sudah mengalami kepenuhan Roh Kudus.

Kepenuhan Roh Kudus adalah berbicara tentang prioritas. Roh Kudus diprioritaskan kepada orang-orang yang haus (Yohanes 7:37). Bisa jadi anda belum dipenuhkan  karena anda tidak haus akan Roh Kudus. Kita jangan hanya haus ketika ibadah doa 10 malam tetapi setelah itu tidak bersemangat lagi untuk dipenuhkan Roh Kudus. Setiap hari kita musti haus akan Roh Tuhan.

Kemudian Roh Kudus diprioritaskan kepada orang-orang yang berkumpul. Kisah PR 2:1. Sebanyak 120 orang murid berkumpul di kamar loteng Yerusalem menantikan Roh Kudus. Namun mereka bukan hanya sekedar berkumpul tetapi bertekun dengan sehati dalam doa (Kisah PR 1:14).  Api Roh Kudus akan mengalir kepada orang-orang yang berkumpul beribadah. Ibrani 10:25.

Tetapi pertanyaannya, kenapa Roh Kudus baru dicurahkan Tuhan pada hari kesepuluh yang tepat pada hari Pentakosta? Kenapa Roh Kudus tidak dicurahkan pada hari ketujuh atau hari kedelapan atau hari kesembilan? Dalam Kisah PR 1:15-26 kita membaca bahwa sebelum kepenuhan Roh Kudus murid-murid mengambil undi untuk menggantikan Yudas Iskariot. Yudas adalah salahsatu dari 12 murid Yesus yang kemudian berkhianat. Pengkhiatan Yudas tentu sangat menyakitkan bagi murid-murid yang lain. Tetapi kemudian mereka melupakan Yudas Iskariot dengan mengambil undi untuk penggantinya. Dan terpilihlah Matias  lalu ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas murid itu. Dan setelah itu turunlah Roh Kudus. Pelajaran rohaninya bagi kita adalah jangan pernah menyimpan kepahitan. Jangan ada sakit hati ataupun iri hati yang tersimpan dalam hati kita. Orang yang sudah dipenuhkan pun akan ditinggalkan Roh Kudus apabila kebencian dan akar pahit ada di hatinya.

Kisah PR 1:8. Roh Kudus memberikan kuasa. Kata kuasa dalam bahasa Yunani adalah dunamis. Ada tiga pengertian 'dunamis' yaitu kuasa (power – bhs Inggris), kesanggupan dan kekuatan.

Setelah murid-murid dipenuhkan Roh Kudus, mereka memperoleh kuasa memberitakan Injil. Rasul Petrus satu kali berkhotbah 3000 orang bertobat. Karena kuasa Allah, orang-orang sakit yang terkena bayangan Petrus mendapat kesembuhan. Apabila Roh Kudus turun maka kuasa Allah dinyatakan.  

Waktu Yesus ditangkap, semua murid-murid-Nya goyah. Salahsatunya adalah Petrus yang menyangkal Yesus sampai tiga kali. Tetapi ketika mereka dipenuhkan Roh Kudus, mereka rela mati untuk Tuhan. Hampir semua murid Yesus mati syahid karena Injil. Misalnya rasul Thomas, mati syahid di India dengan cara ditombak. Roh Kudus memberikan kesanggupan kepada semua murid untuk menanggung penderitaan. Apabila kita mempunyai Roh Kudus maka kita mendapat kesanggupan untuk menghadapi beragam persoalan hidup. Kesanggupan manusia terbatas adanya tetapi kesanggupan Roh Kudus tidak terbatas. Roh Kudus memberikan kepada kita kekuatan menghadapi berbagai percobaan. Bd. Yesaya 40:31.
Karena itu jangan padamkan api Roh Kudus. Kisah PR 2:1-4, 1 Tesalonika 5:19. Gereja harus memelihara dan mengobarkan api Pantekosta (Roma 12:11).

1 Tawarikh 27:28. Minyak zaitun sangat mahal harganya sebab pohon zaitun baru menghasilkan minyak setelah 12 tahun. Minyak zaitun umumnya digunakan untuk penyembuhan dan untuk mengurapi. Itu sebabnya raja Daud memerintahkan orang-orang khusus untuk mengawasi persediaan minyak. Minyak berbicara tentang Roh Kudus. Roh Kudus memberikan pengurapan dan kesembuhan atas sakit penyakit.  

Karena itu, dalam Mazmur 51:13-14 Daud berkata : “…janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku.” Raja Daud rela diambil semua kekayaannya asalkan Tuhan jangan mengambil Roh-Nya dari hidupnya. Untuk apa kita memperoleh harta berlimpah tetapi kehilangan Roh Kudus. Untuk apa memiliki dunia  tetapi tidak memiliki Roh Kudus.

2 Petrus 1:8 mencatat bahwa salahsatu berkat Roh Kudus adalah membuat kita giat dan berhasil. Salahsatu anggota jemaat kami dulunya adalah seorang yang buta huruf. Dia tidak bisa memimpin doa. Ada kalanya dia keluar dari ibadah bahkan pulang ke rumah supaya jangan disuruh berdoa. Tetapi suatu waktu dia mengalami kepenuhan Roh Kudus. Dan sekarang dia sangat fasih berdoa. Saya kemudian mengangkatnya menjadi diaken bahkan sekarang menjadi ketua pembangunan gereja. Usaha dan pekerjaannya berhasil. Dia membelikan mobil untuk saya pakai dalam pelayanan. Roh Kudus membuat dia berhasil dan giat dalam Tuhan.

Karena itu mintalah kepenuhan Roh Kudus dan jaga api Roh Kudus, api Pantekosta, agar tetap menyala dan berkobar. Tuhan memberkati.

Ringkasan Khotbah Pdt. Samuel Gozaly, Minggu, 24 Mei 2015 (Ibadah II)