log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 22 Juni 2015 00:00

KEHIDUPAN ROHANI YANG BAIK

Written by  Pdt. Djoni Salu

Efesus 3:14-21

Perikop ini adalah kerinduan dan doa rasul Paulus terhadap gereja Tuhan di Efesus. Gereja Efesus bukanlah gereja yang biasa-biasa melainkan gereja yang bertumbuh dan bergairah melayani Kristus. Karena itu, ini bukan sekedar sebuah doa dan kerinduan seorang hamba Tuhan tetapi kehendak Tuhan kepada semua orang percaya. Tuhan menghendaki supaya gereja mempunyai kehidupan rohani yang baik dan terus bertumbuh.

Gereja yang kuat adalah gereja yang memiliki kehidupan rohani yang baik. Dan tentu kita semua mengharapkan supaya jemaat GPdI Maranatha menjadi jemaat yang kuat yaitu jemaat yang memiliki kerohanian yang baik.

Dalam khotbah ini saya sampaikan tiga hal penting yang dianjurkan rasul Paulus untuk dimiliki oleh gereja Tuhan ;

1) Memiliki hati yang dikuasai Kristus (ayat 16,17).

Sebuah pertanyaan menarik kepada semua orang percaya ; apakah anda sudah mempunyai hati Kristus atau hati yang dikuasai oleh Kristus? Kehadiran dalam ibadah-ibadah seperti ibadah raya minggu, ibadah jemsel-jemsel, ibadah-ibadah doa, ataupun ibadah wadah-wadah pelayanan tidak bisa menjadi jaminan bahwa seseorang telah mempunyai hati Kristus. Sebagai hamba Tuhan saya juga seringkali bertanya kepada diri sendiri ; dengan melayani Tuhan puluhan tahun apakah hati saya sudah dikuasai sepenuhnya oleh Kristus? Sebab ada orang Kristen, di gereja kelihatan begitu kudus dan berohani tetapi tidaklah demikian di luar gereja. Karena itulah rasul Paulus mendoakan hal ini secara khusus kepada Tuhan. Penting sekali orang Kristen mempunyai hati yang dikuasai Kristus, supaya karakter dan perbuatannya menunjukkan bahwa ia adalah anak-anak Tuhan.

Lantas, bagaimana untuk mempunyai hati yang dikuasai oleh Kristus? Pertama, mempunyai Roh Kudus (ayat 16). Roh Kudus menguatkan dan meneguhkan hati kita untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Roh Kudus yang menguatkan gereja Tuhan dalam menghadapi berbagai masalah serta membangkitkan semangat dan kekuatan dalam melayani Tuhan. Kedua, berakar serta berdasar dalam kasih (ayat 17). Dasar iman yang kokoh adalah kasih. Orang Kristen yang berdiri di atas kasih tidak akan mudah tersinggung, menggerutu dan lemah. Sebab mereka mempunyai dasar iman yang kuat dan teruji.

Karena itu jadilah anak Tuhan yang memiliki hati yang dikuasai oleh Kristus yaitu orang yang memiliki Roh Kudus serta berakar dan berdasar di dalam kasih.

2) Mempunyai pemikiran yang luas (ayat 18).

Saya percaya bahwa gereja Tuhan akan maju kalau masing-masing orang percaya mempunyai pemikiran yang luas, tidak sempit. Apabila di antara orang percaya ada yang mempunyai pemikiran yang sempit maka akan timbul pertengkaran, iri hati, kecemburuan, kebencian, dan lain-lain. Ada yang akan iri hati ketika orang lain diberkati. Ada yang cemburu ketika orang lain dipakai dalam pelayanan.

Lima tahun lalu, keluarga abang saya dilawat oleh Roh Kudus dalam sebuah KKR, dimana istrinya mengalami mujizat kesembuhan dari penyakit. Satu keluarga ini kemudian bertobat dan menerima Yesus sepenuhnya. Setelah itu mereka menjadi jemaat yang setia di sebuah gereja dan mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Lalu dua tahun yang lalu, gembalanya mengangkat abang saya menjadi pimpinan Pelprip. Beberapa anggota jemaat menjadi cemburu dan iri hati. Mereka berpikir bagaimana mungkin orang yang baru saja bertobat dan bergabung menjadi anggota jemaat bisa langsung menjadi pengurus. Ternyata di jemaat itu ada orang-orang yang mempunyai pemikiran yang sempit, yang cemburu dan iri hati ketika orang lain dipercayakan tugas pelayanan.

Dalam 1 Korintus 1:26-29 dijelaskan bahwa gereja mula-mula tadinya terdiri dari orang-orang yang tidak bijak, tidak berpengaruh, dan tidak terpandang. Namun kemudian mereka diangkat Tuhan dan menjadi orang-orang yang bijak, berpengaruh dan terpandang. Karena itu kita musti mempunyai pemikiran yang luas, sebab Tuhan dapat memberkati dan mengangkat siapa saja menurut kehendak-Nya. Jangan cemburu atau iri hati ketika orang lain maju atau lebih diberkati (Bd. Yakobus 4:1,2).

Biarlah kita menjadi orang-orang yang mempunyai pemikiran yang luas, yang dapat memahami betapa lebar, panjang, tinggi dan dalamnya kasih Kristus.

3) Dipenuhkan di dalam seluruh kepenuhan Allah (ayat 19).

Bagaimana supaya menjadi seperti Allah? Jawabannya : dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah! Ketika kita dipenuhi dengan kepenuhan Allah berarti kita memiliki karakter Illahi. Kita tidak akan bisa menjadi orang Kristen sejati, tidak akan bisa mengampuni orang lain serta mengasihi orang lain dengan benar jika kita belum dipenuhkan dengan kepenuhan Allah. Itu sebabnya rasul Paulus berdoa supaya jemaat Efesus dan semua orang percaya dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Efesus 4:1,2 mencatat bahwa orang yang dipanggil oleh Allah musti berpadanan dengan panggilan itu, yaitu rendah hati, lemah lembut, dan sabar serta saling membantu. Kita harus seperti Allah, harus mempunyai karakter Allah, dan caranya adalah mengalami kepenuhan Allah.

Karena itu kita musti berdoa supaya Tuhan memenuhkan kita sehingga di dalam gereja terdapat orang-orang yang hidupnya seperti Allah, mempunyai karakter dan sifat Illahi.
Saya percaya kalau kita mempunyai hati yang dikuasai oleh Kristus, mempunyai pemikiran yang luas, serta hidup dalam kepenuhan Allah, maka kuasa dan pekerjaan Tuhan tidak akan pernah terbatas dalam hidup kita. Efesus 3:20,21. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. Djoni Salu, Minggu, 14 Juni 2015 (Ibadah II)