log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 20 Juli 2015 00:00

Berkatalah Benar

Written by  Pdt. M.D. Wakkary
Pdt. M.D. Wakkary Pdt. M.D. Wakkary

Mazmur 5:7-8

Zaman sekarang untuk berkata bohong atau dusta sudah menjadi sesuatu yang lumrah. Baik dalam percakapan, pergaulan, pekerjaan, dan lain-lain. Apalagi dalam dunia dagang berkata tidak benar sudah umum dan biasa. Iblis seringkali menjebak kita begitu gampang untuk berbohong. Dan kita tidak pernah menghayati akibat yang besar dari dosa berdusta. Sayangnya lagi orang-orang percaya pun terjebak berkata bohong. Bahkan beberapa orang Kristen berkata bahwa dusta itu adalah dosa putih. Namun dalam Mazmur 5:7 kita baca bahwa bohong bukan perkara kecil. Akibat berkata bohong adalah binasa.

Manusia dewasa ini kerapkali menjadikan sesuatu yang tidak benar menjadi benar dan yang tidak benar menjadi benar. Perkara yang tidak benar menjadi sebuah trend dan menjadi kebiasaan normal. Sekarang yang tidak normal menjadi normal. Kita tidak mengerti bagaimana negara besar Amerika Serikat dimana mayoritas penduduknya Kristen melegalkan perkawinan sejenis. Sehari setelah keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat melegalkan perkawinan sejenis, Presiden Obama berpidato di televisi dan berkata bahwa negara Amerika Serikat maju selangkah karena manusia bebas untuk mencintai termasuk mencintai sesama jenisnya. Ini sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan. Sesuatu yang tabu pada zaman dahulu menjadi normal di masa kini. Karena itu kita harus berhati-hati. Sama seperti berkata bohong dianggap normal oleh kebanyakan orang, padahal firman Tuhan dengan tegas berkata bahwa Tuhan membinasakan orang-orang yang berkata bohong.

“Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” Yohanes 8:44. Alkitab mencatat bahwa sumber bohong atau dusta adalah Iblis. Manusia pertama yaitu Adam dan Hawa telah dijebak oleh Iblis untuk melakukan dosa. Dan salahsatu bagian dari dosa itu adalah dusta. Karena itu bapa segala pembohong adalah Iblis. Kita tentu tidak mau disebut mempunyai bapa pembohong sebab kita adalah anak-anak Tuhan. Setelah kita ditebus oleh darah Yesus kita tidak mau lagi disebut anak Iblis. Namun Iblis begitu licik, ia menjatuhkan kita hanya dalam soal kecil yakni dengan berkata bohong. Iblis berusaha menggaet manusia dengan perkara-perkara yang kelihatannya kecil tetapi akibatnya kebinasaan.

Sebagai anak Tuhan, sebagai orang percaya, berkata benar adalah hal yang sangat penting. Efesus 4:25 – “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.” Kita harus berkata benar seorang kepada yang lain. Gereja harus menghindar dari kebiasaan berbohong sebab gereja dibeli dengan darah Yesus yang mahal. Gereja adalah umat yang dikasihi dan diberkati Tuhan.

Sebagai pimpinan gereja GPdI saya seringkali geleng kepala karena di kalangan para pendeta pun seringkali ada yang berkata tidak benar. Mereka menganggap berkata bohong itu sebagai hal yang biasa.

Mazmur 144:11-15. Ternyata dusta dan penipuan sudah ada sejak berabad-abad. Raja Daud meminta kepada Tuhan supaya menang dalam peperangan dan terlepas dari mulut yang mengucapkan tipu dan tangan kanan dusta, yakni tangan yang dipakai untuk melakukan dosa. Kenapa perlu dilepaskan dari tipu dan tangan dusa? Sebab ada berkat besar kepada orang-orang yang berkata benar, yaitu ;

1) Keturunan diangkat/diberkati Tuhan (ayat 12).

Anak laki-laki maupun anak perempuan orang yang berkata benar dijanjikan Tuhan dengan berkat yang istimewa : “anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana”.

Berkata bohong seringkali menjadi penyebab berkat-berkat Tuhan terhalang dalam hidup orang Kristen. Kita tidak bisa diangkat oleh Tuhan, atau mungkin diangkat Tuhan tetapi hanya pada level tertentu saja. Padahal Tuhan berjanji bahwa kita akan diangkat terus naik sampai menjadi kepala.

Saya berdoa supaya generasi muda, supaya anak-anak jemaat semuanya tumbuh besar, diangkat Tuhan dalam level istana, level raja-raja. Karena itu kita musti berdoa dilepaskan daripada dusta.

2) Ekonomi diberkati Tuhan (ayat 13).

Orang-orang yang berkata benar ada janji Tuhan ; “... gudang-gudang kita penuh, mengeluarkan beraneka ragam barang; semoga kambing domba kita menjadi beribu-ribu, berlaksa-laksa di padang-padang kita!” Kalau kita berjalan dengan berkata benar maka gudang-gudang kita penuh. Saya percaya bahwa hamba-hamba Tuhan yang selalu berkata benar tidak akan pernah mengalami kekurangan.

Saya seringkali sedih melihat hamba-hamba Tuhan kalau berkhotbah berapi-api. Tetapi di lain kesempatan mereka mengeluh akan kebutuhan hidupnya. Bekerja melayani Tuhan bukan susah sebab Tuhan menjamin gudang-gudang kita menjadi penuh, kambing-kambing doma menjadi beribu-ribu bahkan berpuluh ribu.
Sekarang pertumbuhan gereja sedang marak di mana-mana. Dan saya berdoa supaya seluruh gereja dipenuhi dengan jiwa-jiwa yang mencari Tuhan dan ekonominya juga diberkati.

3) Tidak ada kegagalan (ayat 14).

Semua manusia paling takut mengalami kegagalan, baik gagal dalam pekerjaan, karir, usaha, dan lain-lain. Orang tua takut anak-anaknya gagal, rumah tangganya gagal, pelayanannya gagal. Tetapi Tuhan berjanji bahwa orang yang berkata benar tidak akan mengalami kegagalan, juga tidak ada keguguran, serta tidak ada jeritan atau kesusahan. Semuanya akan berhasil. Kuncinya mulut kita jangan mengucapkan tipu dan tangan tidak melakukan dusta.

Saya berharap agar saya pribadi, keluarga saya : istri dan anak-anak, serta jemaat yang saya gembala tidak mengalami kegagalan.

Bangsa yang berkata benar memperoleh kebahagiaan (Mazmur 144:15). Kita tentu mau menjadi bangsa yang berbahagia, keluarga yang berbahagia, gereja yang berbahagia. Syaratnya taatilah firman Tuhan antaralain berkata benar.

Kunci bagaimana supaya terhindar dari jebakan-jebakan Iblis dengan berkata bohong adalah memulai setiap hari dengan menghadap Tuhan (Mazmur 5:4). Setiap bangun pagi berserulah kepada Tuhan. Di pagi hari atur persembahan kita kepada Tuhan. Persembahan artinya apa yang bisa kita berikan kepada Tuhan. Jangan lupa tiap pagi berseru kepada Tuhan. Biarlah hari-hari anda penuh dengan persembahan dan kemuliaan bagi Tuhan. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu, 12 Juli 2015 (Ibadah IV)