log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 10 Agustus 2015 00:00

TUHAN MEMILIH ORANG YANG KELIHATANNYA ‘MINUS’

Written by  Pdt. M.D. Wakkary

1 Samuel 16:7-13

Raja Saul telah ditolak oleh Tuhan sebagai raja Israel. Lalu Tuhan menyuruh Samuel pergi ke rumah Isai untuk mengurapi salah seorang dari anaknya menjadi raja. Setelah keluarga Isai dikuduskan dan diadakan upacara pengorbanan, maka Isai menyuruh anaknya satu per satu lewat di hadapan Samuel. Yang pertama lewat adalah Eliab, anak sulung Isai, seorang tentara Saul. Samuel berpikir bahwa Eliab pantas menjadi raja sebab badannya kuat dan seorang pasukan perang. Tetapi Tuhan berkata : jangan pandang parasnya sebab manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. Manusia tidak dapat melihat isi hati tetapi Tuhan sanggup melihat jauh ke dalam hati. Kemudian lewat anak yang kedua bernama Abinadab, tetapi orang itu pun tidak dipilih Tuhan. Anak yang ketiga bernama Syama lewat di hadapan Samuel tetapi Tuhan berkata bukan dia. Selanjutnya lewat anak yang keempat, kelima, keenam dan ketujuh. Mungkin mereka adalah seorang petani yang berhasil, seorang pengusaha sukses, ataupun seorang yang mempunyai karir bagus, tetapi ternyata Tuhan tidak memilih seorang pun dari antara mereka. Lalu Samuel bertanya kepada Isai apakah itu anak-anaknya semuanya? Ternyata masih ada satu orang lagi yang bungsu, namanya Daud, dan sedang menggembalakan kambing domba di padang. Waktu Daud datang Tuhan menyuruh Samuel untuk mengurapinya menjadi raja Israel.

Daud termasuk orang yang tidak masuk hitungan manusia. Pekerjaan sehari-harinya adalah menjaga segelintir kawanan domba ayahnya yang jumlahnya mungkin hanya sekitar 12 ekor. Tugas Daud adalah mengobati kambing domba yang terluka, membawa kawanan ke padang rumput yang hijau, dan melindungi kambing domba itu dari serangan binatang buas. Daud tidak mengerti tentang perang, tidak tahu tentang bisnis ataupun masalah-masalah kehidupan lainnya. Jadi Daud adalah seorang yang serba minus ; minus usia, minus pengalaman dan minus pekerjaan. Bahkan di dalam keluarga dia tidak diperhitungkan. Buktinya ketika ayahnya mengadakan pesta dia tidak diundang.

Kita juga seringkali menganggap diri kita minus ; dalam pendidikan tidak hebat, dalam tingkat keberadaan materil kurang, dalam karir/pekerjaan juga biasa-biasa saja. Namun Roma 3:23 berkata bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Semua manusia, baik raja, konglomerat maupun pengemis sama saja di hadapan Tuhan yaitu berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah.

Tetapi kita bersyukur kepada Tuhan sebab dari sekian banyak orang kita dipilih menjadi anak-anak-Nya. Meskipun dalam hitungan manusia masih banyak di antara kita belum masuk hitungan, sebab banyak di antara kita yang masih minus ; minus karakter, minus kepandaian, minus potensi, minus uang, dan lain sebagainya.
Kenapa Tuhan memilih Daud, orang yang kelihatannya 'minus' menjadi raja? Sebab ada plus yang dilihat Tuhan dalam diri Daud, yaitu ;

1) Hatinya tulus (ayat 7).

Hal ini tidak dicatat dalam kitab 1 Samuel tetapi dicatat dalam buku Kisah Para Rasul 13:22 – “....Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” Daud seorang yang berkenan di hati Tuhan.

Gembala, orangtua, anak-anak, tidak bisa melihat hati kita masing-masing. Tetapi Tuhan melihat dan mengetahui segala potensi dan niat hati kita. Daud mempunyai hati yang tulus. Dan dalam hidupnya yang masih muda ia berusaha melakukan segala kehendak Tuhan. Selalu ada keinginan dalam hatinya untuk melakukan apa yang menyenangkan hati Tuhan. Tentu salahsatu yang dia lakukan adalah memainkan kecapi dan memuji Tuhan.

2) Tuhan menyertai dia. 1 Samuel 16:18.

Seorang hamba bercerita kepada raja Saul tentang siapa sesungguhnya Daud, yakni seorang yang pintar main kecapi, gagah perkasa, prajurit, pandai bicara, elok perawakannya. Dalam 1 Samuel 17 kita baca bahwa di padang belantara Daud biasa mengalahkan singa, beruang, dan binatang buas lainnya. Tetapi yang terpenting dari semua yang diceritakan hamba itu adalah bahwa Tuhan menyertai Daud.

Mungkin anda bukan orang yang mempunyai uang yang banyak, bukan orang yang pandai, dan bukan orang yang kuat. Tetapi pertanyaannya, apakah Tuhan menyertai anda? Penyertaan Tuhan adalah potensi terpenting yang harus kita miliki. Disertai Tuhan berarti disertai kuasa-Nya. Kuasa Tuhan melebihi segala macam kuasa di dunia ini. Segala usaha dan kemampuan manusia ada batasnya tetapi kuasa Tuhan tidak terbatas.

3) Dia setia dengan tugas yang tidak 'hebat'.

Daud kemudian menjadi seorang pemain musik di istana raja. Sebab waktu Daud memainkan kecapi dan menyanyikan pujian maka roh setan dalam diri Saul pergi. Lalu bagaimana dengan segelintir domba ayahnya? 1 Samuel 17:15 mencatat bahwa Daud selalu pulang untuk menggembalakan domba ayahnya. Meskipun Daud sudah menjadi pemain musik istana tetapi dia setia dengan pekerjaannya sebagai gembala domba.

Kalau anda mau berhasil maka anda harus belajar setia dalam pekerjaan yang kecil. Setialah beribadah, berjemsel, berdoa, berkorban dan setialah melayani. Gereja yang dipakai Tuhan adalah gereja yang setia.

Satu kali Daud disuruh ayahnya untuk mengunjungi abang-abangnya di medan perang. Lalu bagaimana dengan domba-dombanya, apakah ditinggalkan begitu saja? Tidak. Daud melatih seorang temannya untuk menjaga dan memelihara kambing domba ayahnya. 1 Samuel 17:20. Para pelayan dan pemimpin-pemimpin sel serta pemimpin-pemimpin wadah pelayanan jangan sembarangan meninggalkan pelayanan tanpa ada pemberitahuan atau tanpa ada orang yang menggantikan anda. Kita harus belajar setia dan tanggungjawab sebab ini adalah salahsatu syarat untuk mengubah yang minus menjadi plus. Ingat, dalam pandangan manusia pekerjaan Daud sebagai gembala tidak masuk hitungan tetapi Tuhan melihat kesetiaan Daud. Tuhan melihat kesetiaan kita semua.

1 Korintus 1:26-28. Tadinya kita bukanlah orang terpandang, bukan orang berpengaruh, dan bukan orang berhikmat. Tetapi waktu kita setia dan tulus hati maka Tuhan mengangkat kita. Tuhan memilih apa yang tidak berarti untuk meniadakan yang berarti. Tuhan memilih dan memproses kita untuk menjadi yang terbaik. Dan apabila kita tulus, setia dan bertanggungjawab, maka Tuhan akan menyertai dan diberkati secara paripurna. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu, 2 Agustus 2015 (Ibadah II)