log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 24 Agustus 2015 00:00

MATA YANG DIBUKAKAN dan HATI YANG BERKOBAR-KOBAR

Written by  Pastor Sam Kumar (India)

Lukas 24:13,30-32

Ayat ini mengisahkan perjalanan dua orang murid Yesus menuju Emaus. Ini adalah pasca kematian dan kebangkitan Yesus. Dalam perjalanan itu tiba-tiba Yesus mendekat dan berjalan bersama mereka namun mereka tidak mengenali-Nya. Dia adalah Yesus yang telah disiksa, dipukul dan dipakukan di kayu salib, mati dan bangkit. Seandainya Yesus tidak mati maka kita masih hidup di dalam dosa. Dosa yang membuat manusia mengalami begitu banyak persoalan dan masalah. Tetapi karena kematian Yesus di salib, manusia ditebus dan dibebaskan dari dosa. Karena itu kita bersyukur kepada Tuhan yang sangat mengasihi kita dan mengaruniakan hidup kekal di dalam Yesus.

Waktu Yesus duduk makan bersama mereka, Dia mengambil roti, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Lalu terbukalah mata kedua murid itu sehingga mereka pun mengenal Yesus. Sebelumnya mereka tidak mengenal Yesus karena ada yang menghalangi mata mereka.

Gemerlap dan pesona dunia seringkali membutakan mata kita. Kita tidak bisa melihat kemuliaan Tuhan. Namun kalau Yesus ada di tengah-tengah kita maka kebutaan itu akan lenyap. Saya berdoa supaya Tuhan membukakan mata kita melihat pekerjaan Tuhan yang besar. Sekarang kita mendengar dan menyaksikan begitu banyak bencana, antaralain gempa bumi, peperangan, angin topan, gunung meletus, tsunami, sistem pemerintah yang buruk, korupsi, dan lain sebagainya. Masalah dan persoalan itu akan terus terjadi bahkan semakin buruk adanya. Dan nanti akan ada waktunya di mana orang-orang akan mematikan televisi dan tidak membaca media massa karena banyaknya berita buruk yang disajikan. Dan semua keburukan itu sangat berpotensi membuat manusia takut. Tetapi firman Tuhan menganjurkan agar kita jangan takut. Kita harus teguh di dalam Tuhan. Jadilah kuat, setia dan fokus dalam pengabaran Injil. Berdoalah supaya Tuhan membukakan mata kita untuk dapat melihat dan mengerti rencana Tuhan yang ajaib.

Kedua murid itu juga mengaku bahwa ketika Yesus berbicara hati mereka berkobar-kobar. Ada kuasa yang besar terjadi dalam diri mereka ketika Yesus berbicara. Inilah kuasa perkataan / firman Allah.

Di India banyak orang membawa persembahan kepada berhala. Mereka juga menaikkan doa-doa kepada berhalanya tetapi nyatanya tidak terjadi apa-apa sebab berhala mereka itu hanya patung yang dibuat oleh tangan manusia. Tetapi firman Tuhan berkata bahwa ketika orang percaya memanggil Tuhan Yesus maka Dia akan menjawab kita. Tuhan kita bukan allah yang mati tetapi Allah yang hidup, mendengar dan menjawab doa.

Di akhir zaman kita perlu berdoa untuk tuaian jiwa-jiwa. Kita butuh orang-orang yang rela bekerja untuk menuai jiwa-jiwa dan mempunyai 'sabit' yang ditajamkan Tuhan. Di akhir zaman kita tidak 'menyabit' hanya sedikit-sedikit saja tetapi menyabit tuaian banyak-banyak.

Pada tahun 1934 seorang hamba Tuhan bernama Arthur Burt bernubuat bahwa di akhir zaman akan ada seperti nafas yang membawa angin dan melalui angin itu akan turun hujan dan dari hujan itu datang banjir besar dan terjadi banjir yang lebih besar lagi. Saat itu jutaan jiwa datang kepada Tuhan dan diselamatkan. Beliau juga menubuatkan bahwa kebangunan rohani di akhir zaman tidak seperti ombak laut yang naik lalu turun tetapi sebuah ombak yang terus naik dan tidak turun, yakni dari satu kemuliaan kepada kemuliaan Tuhan yang lebih besar. Kita sudah melihat kemuliaan Tuhan yang besar di masa lampau tetapi kita percaya akan terjadi kuasa Tuhan yang lebih besar dan dahsyat lagi di masa yang akan datang. Generasi Yosua sedang muncul untuk menduduki tanah perjanjian yang dikaruniakan Tuhan. Dan janji kepada Yosua berlaku juga kepada kita yakni bahwa tidak akan ada musuh yang bertahan melawan sebab Tuhan beserta dengan kita.

Nubuatan yang lain tentang kebangunan rohani di akhir zaman pernah disampaikan hamba Tuhan bernama Smith Wigglesworth. Nubuatan itu disampaikan pada tahun 1939 dengan berkata bahwa suatu waktu akan terjadi di mana semua rumah sakit akan kosong karena kuasa Tuhan bekerja melalui gereja-Nya menyembuhkan orang-orang sakit. Waktu itu orang-orang percaya akan berdoa kepada orang sakit, Iblis lari dan orang sakit itu sembuh.

Karena itu mari tinggalkan sekarang segala hal-hal yang tidak dikehendaki Tuhan. Tinggalkan hal-hal yang tidak berguna yang disajikan dunia ini. Tutup mata kepada perkara-perkara duniawi. Minta supaya Tuhan menguduskan kita dari hal-hal keji yang membawa dosa. Mari semakin banyak mendengar firman Tuhan yang penuh kuasa. Mari meningkatkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Ijinkan Tuhan berbicara kepada kita sehingga mata kita terbuka dan hati kita berkobar-kobar.

Dalam ayat 29 dijelaskan bahwa kedua murid itu mendesak Yesus untuk tinggal bersama dengan mereka sebab hari telah menjelang malam. Namun dalam ayat 33 dicatat bahwa setelah mata mereka terbuka dan hati berkobar-kobar maka mereka bangun dan kembali ke Yerusalem. Mungkin mereka sebelumnya sudah letih, tetapi karena kuasa Tuhan bekerja mencelikkan mata dan membakar hati mereka maka muncul kekuatan baru. Sehingga mereka bangkit dan kembali ke Yerusalem padahal waktu itu sudah larut malam atau mungkin sudah dinihari.

Ketika mata rohani kita dibukakan dan hati kita berkobar-kobar maka kita tidak bisa diam, pasti melangkah dengan iman dan memberitakan Injil Yesus. Kita akan bercerita kepada orang lain bahwa Yesus telah bangkit dan hidup.

Di antara orang percaya banyak yang sudah letih karena sudah lama berjalan dalam kekristenan. Saya anjurkan anda untuk berdoa dan meminta kekuatan baru dari Roh Kudus. Dengarkan suara Tuhan yang berkuasa memberikan kekuatan baru.

Di akhir zaman orang-orang percaya sangat dibutuhkan. Sekarang banyak orang sedang sekarat, mungkin karena masalah dalam keluarga, dalam pekerjaan, dalam bisnis; mungkin karena masalah keuangan, sakit-penyakit, ataupun karena persoalan anak-anak. Namun kita percaya bahwa di dalam Tuhan ada pengharapan dan hidup yang berkelimpahan.

Mintalah supaya Tuhan bukakan mata rohani kita dan ijinkan Tuhan berfirman sehingga kita mengerti rencana Tuhan dan kita selalu bergairah di dalam Tuhan. Sebab ada sebuah kebangunan rohani yang sedang menuju kita. Zakharia 10:1 berkata bahwa kita harus berdoa untuk hujan. Kita perlu berdoa supaya terjadi hujan kebangunan rohani. Dan berdoalah dengan segenap hati sebab doa yang demikian yang dapat menyentuh hati Bapa di sorga.

Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan Khotbah Pastor Sam Kumar (India), Minggu, 16 Agustus 2015 (Ibadah II)