log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 07 September 2015 00:00

PERKATAAN YANG BAIK MELEGAKAN BEBAN DI HATI

Written by  Pdt. M.D. Wakkary
Pdt. M.D. Wakkary Pdt. M.D. Wakkary

Amsal 12:25

“Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.”

Dunia yang kita diami sekarang ini makin sarat dengan persoalan-persoalan. Manusia memang selalu mempunyai beban hidup. Namun dalam Injil Lukas 12:23 Yesus mengajar supaya orang percaya jangan kuatir. Topik ini juga seringkali dikhotbahkan para hamba Tuhan. Namun meskipun sudah berulangkali dikhotbahkan tetapi manusia tetap kuatir.

Dalam Alkitab bahasa Inggris kata 'kekuatiran' dipergunakan dua kata, yaitu “anxiety” (NKJV) artinya kesakitan di hati atau pikiran. Hati sama dengan pikiran, jiwa dan perasaan sebab dalam Alkitab, pikiran, perasaan, dan jiwa adalah masalah hati. Sedangkan dalam Alkitab KJV dipakai kata “heaviness” artinya beban berat di hati. Karena itu kekuatiran dapat membungkukkan. Sama seperti jika kita angkat beban berat maka tubuh kita pasti membungkuk, dan makin berat bebannya makin bungkuk orangnya.

Sakit bungkuk bisa terjadi karena dimasuki roh jahat (Lukas 13:11). Iblis masuk ke dalam hati yang sedang mempunyai beban. Penyakit bungkuk menjajah wanita itu selama 18 tahun. Tetapi kemudian Tuhan Yesus menyembuhkan dia.

Dalam Alkitab, wanita selalu menggambarkan gereja. Gereja yang bungkuk karena beban berat di hati perlu disembuhkan oleh Tuhan.

Kata “membungkuk” dalam Alkitab terjemahan NKJV digunakan kata 'depression' artinya depresi. Orang yang depresi bukanlah sinting tetapi berpotensi menjadi sinting. Depresi menyangkut hati, jiwa dan pikiran. Anak Tuhan yang depresi tidak akan bisa menyembah Tuhan dengan benar, dan tidak bisa mendengar firman Tuhan dengan sukacita.

Orang bungkuk tidak bisa berdiri dengan tegak dan melihat ke atas. Orang percaya dianjurkan supaya jangan hanya melihat ke bumi tetapi melihat ke atas di mana Kristus ada (Kolose 3:1-2). Orang yang kerohaniannya tidak tegak pasti tidak akan bisa mencari perkara yang di atas. Orang duniawi selalu mencari perkara dunia ; jabatan, kekuasaan, harta dan kekayaan. Tetapi anak Tuhan harus selalu mengejar perkara-perkara yang di atas, perkara-perkara sorgawi. Karena itu singkirkan semua beban berat dalam hidup supaya kita bisa tegak dan melihat Kristus.

Dalam ayat pokok di atas firman Tuhan berkata bahwa perkataan yang baik menggembirakan orang yang bungkuk. (Amsal 12:25). Ini kelihatannya tidak logis, sebab tidak mungkin perkataan yang baik bisa membuat orang kuatir menjadi gembira. Biasanya uang atau materi yang dapat menggembirakan orang yang mempunyai beban berat.

Lalu apa perkataan yang baik menggembirakan atau melegakan hati ?

1) Perkataan Tuhan. Yohanes 5:24.

Firman Tuhan adalah perkataan yang baik, yang memberkati, yang menggembirakan, yang menolong dan menyatakan mujizat. Firman Tuhan bukan saja menjamin hidup sementara di bumi ini tetapi memberikan hidup yang kekal. Dan perkataan Tuhan hanya dapat diterima dengan iman atau percaya. Sangat disayangkan sebab banyak orang ingin melihat mujizat Tuhan tetapi tidak mau mendengarkan firman Tuhan. Padahal firman Tuhan mempunyai kuasa untuk menyembuhkan dan menciptakan mujizat. Kalau kita percaya kepada perkataan Yesus maka kita mendapat hidup yang kekal yaitu dipindahkan dari maut kepada hidup yang kekal.

Itulah sebabnya jemaat selalu dianjurkan untuk mendengar perkatan Tuhan. Sebab perkataan Tuhan adalah perkataan-perkataan yang baik. Kalau kita mendengar firman Tuhan pasti terjadi perubahan yang luar biasa dalam hidup kita. Sebab firman Kristus penuh kuasa mengubah hidup manusia.

2) Perkataan Kristus kaya dalam jemaat. Kolose 3:16.

Perkataan yang menggembirakan juga adalah perkataan Tuhan yang kaya tinggal di hati kita. Dari dalam hidup kita keluar perkataan-perkataan yang baik. Kita bisa menegur, mengarahkan atau menasehati orang lain dengan perkataan Tuhan yang diam di dalam kita. Sehingga orang-orang yang mempunyai beban hidup, yang lemah, ataupun menderita sakit hati, bisa dikuatkan dan disembuhkan oleh perkataan-perkataan kita.

Jadi tidak ada alasan bagi orang Kristen untuk tidak bisa menguatkan dan menghibur orang yang berbeban berat, asalkan perkataan Kristus tersimpan di dalam diri kita. Kita bisa menolong orang bukan dengan uang tetapi melalui perkataan, saran, arahan, dengan perkataan yang baik.

3) Perkataan kata baik yang membangun. Efesus 4:29.

Paulus menulis surat kepada jemaat Efesus agar memakai perkataan yang baik untuk membangun. Ini bukan perkataan Kristus, tetapi perkataan jemaat Efesus, perkataan orang percaya. Perkataan yang baik itu artinya membangun bukan menghakimi dan mempersalahkan. Sehingga yang mendengarnya beroleh kasih karunia atau berkat. Mulut kita pakai untuk memuji-menyembah Tuhan tetapi dapat juga dipakai untuk membangun sesama manusia. Jangan hanya mempersalahkan, menuduh, ataupun menghakimi. Perkataan yang baik membuat hati gembira.

Amsal 15:23. Perkataan yang membangun juga adalah perkataan yang tepat pada waktunya. Kalau anda mau menguatkan orang lain, lihat dulu waktunya apakah tepat atau tidak untuk disampaikan. Kalau waktunya tidak tepat, mungkin anda cukup mendoakannya saja dulu, dan baru pada waktu yang tepat disampaikan nasehat atau teguran. Penempatan waktu sangat penting dalam kita berkata-kata. Perkataan yang tidak tepat pada waktunya tidak akan mendatangkan anugerah. Kita musti belajar memperkatakan kata baik yang menggembirakan.

Saya harap di antara jemaat tidak ada yang bungkuk karena kekuatiran. Sekiranya ada yang bungkuk rohani, maka anda dapat ditegakkan kembali oleh perkataan Tuhan dan perkataan baik yang membangun. Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu, 30 Agustus 2015 (Ibadah II)