log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 28 September 2015 00:00

KESANGGUPAN MELAKUKAN PELAYANAN PERJANJIAN BARU

Written by  Pdt. Charles Simamora (Surabaya)

2 Korintus 3:5-6

Dalam surat 1 Korintus kita membaca tentang keprihatinan rasul Paulus melihat keadaan jemaat Korintus. Jemaat itu sudah mengalami lawatan Tuhan yang luar biasa yakni mendapat kekayaan rohani yang luar biasa yaitu karunia-karunia Roh Kudus. Namun dalam 1 Korintus pasal 3 dicatat bahwa terjadi perpecahan di tengah-tengah jemaat ; ada yang mengaku golongan

Paulus, golongan Apolos, golongan Kefas, bahkan ada yang menyebut dirinya golongan Kristus.

Seharusnya hal-hal itu tidak ada lagi di dalam jemaat sebab Tuhan mempersiapkan gereja untuk melakukan pelayanan Perjanjian Baru, yaitu ;

1) Pelayanan Roh. 2 Korintus 3:6.

Roh kita harus terbuka terhadap Roh Allah sebab roh atau hati manusia sangat terbatas. Roh manusia cenderung kalah dengan keinginan-keinginan daging. Tetapi pelayanan yang dipenuhi dengan Roh Kudus sangat luar biasa. Roma 12:11 berkata : biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Untuk melayani Tuhan diperlukan roh yang menyala-nyala, yaitu roh yang dibakar oleh api Roh Allah. Kisah PR 1:8 mencatat bahwa kita akan memperoleh kuasa/kesanggupan apabila Roh Kudus turun ke atas kita. Apabila Roh Kudus dicurahkan maka mujizat terjadi dalam pelayanan. Roh Kudus akan bekerja melipatgandakan jiwa-jiwa, pertobatan terjadi.

2 Korintus 3:8 ~ “betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!” Kemuliaan Tuhan yang lebih besar dinyatakan dalam pelayanan Roh. Karena itu menjelang hari Tuhan kita musti melipat-gandakan pelayanan Roh, pelayanan dengan kuasa Allah.

Kalau kita berkumpul kita harus berkumpul oleh dorongan Roh Allah (Yesaya 30:1). Jangan masuk dalam persekutuan karena kepentingan-kepentingan tertentu yang terselubung. Roh jahat seringkali menyusup dalam gereja untuk memecah dan merusak kesatuan anak-anak Tuhan.

1 Korintus 5:4-5. Firman Tuhan berkata bahwa anak-anak Tuhan yang melakukan dosa keji seperti anak melakukan percabulan dengan istri ayahnya harus diserahkan kepada Iblis supaya binasa tubuhnya tetapi rohnya diselamatkan. Berarti yang terpenting dalam hidup ini adalah roh. Roh manusia yang berhubungan dengan Allah sebab Allah itu adalah Roh (Bd Yohanes 4:23).

1 Korintus 14:15. Kita banyak sekali berdoa dengan akal budi tetapi jangan lupa bahwa kita juga harus berdoa dengan roh. Roh Kudus akan membantu kita bagaimana sebenarnya harus berdoa (Roma 8:26). Kita harus berdoa dalam Roh Kudus (Efesus 6:18). Untuk membangun iman yang paling suci harus berdoa dalam Roh (Yudas 20). Orang yang berkata-kata dengan bahasa roh adalah mengucapkan hal-hal yang rahasia kepada Tuhan (1 Korintus 4:2).     

Karena kuasa Tuhan maka roh, jiwa dan tubuh kita terpelihara sempurna (1 Tesalonika 5:23). Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan tetapi dari kuasa (1 Korintus 4:20). Gereja menjadi luar biasa karena Roh Allah bekerja dengan hebat di tengah-tengah umat-Nya.

Dalam sebuah ibadah saya sembuh secara total dari tiga penyakit, yaitu prostat, pembengkakan ginjal dan sakit jantung. Tadinya saya sudah dijadwalkan untuk operasi karena tiga dokter telah memvonis bahwa saya positif mengidap ketiga penyakit tersebut. Tetapi mujizat terjadi, kuasa Roh Kudus menyembuhkan saya.

2) Pelayanan pendamaian (2 Korintus 5:18).

Gereja harus menjadi pelayan-pelayan pendamaian. Kita harus membawa damai dan hidup dalam perdamaian. Kristus telah melakukan pendamaian di salib ; mendamaikan manusia dengan Allah. Yesus adalah Raja Damai. Salahsatu dari tujuh hari raya Israel adalah Hari Raya Pendamaian. Pelayanan pendamaian sangat penting di dalam gereja. Setiap perpecahan harus diselesaikan dengan pelayanan pendamaian.

Surat Ibrani memerintahkan supaya kita berusaha hidup damai dengan semua orang (Ibrani 12:14). Kita harus membawa damai dan membawa jiwa-jiwa untuk diperdamaikan dengan Tuhan. Bawalah kabar baik yaitu kabar pendamaian bukan berita-berita buruk atau negatif.

Mazmur 37:37-38 mencatat bahwa orang yang membawa damai mempunyai masa depan tetapi masa depan orang fasik yaitu pendurhaka akan dilenyapkan. Masa depan kita yang paling utama adalah hidup yang kekal. Karena itu lakukanlah pelayanan pendamaian supaya kita memperoleh hidup kekal.

3) Pelayanan kasih. 2 Korintus 8:6-7.

Pelayanan kasih yang dijelaskan Paulus di sini adalah pemberian-pemberian. Jemaat Makedonia sedang dicobai dengan banyak percobaan berat tetap sukacita mereka meluap-luap dalam memberi. Alkitab juga mencatat bahwa mereka sangat miskin artinya hidup di bawah garis kemiskinan tetapi mereka kaya dalam kemurahan (2 Kor 8:2). Karena itu semua kita ; orang miskin, orang kaya, orang tua, orang muda, dan anak-anak, harus melakukan pelayanan kasih. Tidak ada alasan untuk tidak melakukan pelayanan ini. Belajarlah untuk memberi, belajarlah untuk menolong orang lain. Dan lakukanlah dengan rela bukan dengan terpaksa.

Untuk kemuliaan Tuhan kita harus siap melakukan pelayanan kasih (2 Korintus 8:19). Kita harus memperhatikan orang-orang yang berkekurangan. Pelayanan kasih yaitu pemberian-pemberian  kita telah mencukupkan orang-orang kudus dan melimpahkan ucapan syukur kepada Allah (2 Korintus 9:12).

Jadi, tiga bagian besar pelayanan Perjanjian Baru harus kita kerjakan yaitu pelayanan roh, pelayanan pendamaian dan pelayanan kasih. Dan Tuhan pasti memperhitungkan serta membalaskan semua pelayanan-pelayanan kita (1 Korintus 15:58). Tuhan Yesus memberkati! 

Ringkasan Khotbah Pdt. Charles Simamora (Surabaya), Minggu, 20 September 2015 (Ibadah IV)