log in

Khotbah (Artikel)

Rabu, 18 November 2015 00:00

WANITA KUAT DALAM KUASA-NYA -- “AKHSA”

Written by  Pdt. M.D. Wakkary

Yosua 15:13-19

Firman Tuhan ini mengetengahkan profil seorang wanita hebat bernama Akhsa. Akhsa adalah anak Kaleb, salahsatu dari dua belas kepala suku Israel yang pernah disuruh Musa untuk mengintai tanah Kanaan. Kaleb dan Yosua adalah dua orang pengintai yang memberikan kabar baik sedangkan sepuluh orang kepala suku memberikan kabar buruk yaitu Israel tidak akan bisa memasuki Kanaan sebab penduduknya raksasa-raksasa dan memakan penduduknya. Akibat berita buruk itu bangsa Israel tertunda selama 40 tahun masuk ke tanah perjanjian. Dan dari generasi Israel yang keluar dari tanah Mesir hanya Kaleb dan Yosua yang bisa masuk tanah Kanaan, selebihnya meninggal di padang gurun. Musa dan Harun pun tidak bisa masuk.

Kemudian di bawah kepemimpinan Yosua, Israel memasuki dan merebut daerah-daerah tanah Kanaan. Dan seperti yang diperintahkan Tuhan maka Yosua memberikan tanah Hebron kepada Kaleb, kepala suku Yehuda itu. Yosua 14:7-11. Nama Hebron dahulu ialah Kiryat-Arba.

Namun bukan hanya Kiryat-Arba yang diberikan kepada Kaleb tetapi juga Debir atau Kiryat-Sefer. Dan di sanalah Kaleb berkata : "Siapa yang menggempur Kiryat-Sefer dan merebutnya, kepadanya akan kuberikan Akhsa, anakku, menjadi isterinya."(Yosua 15:15-16).

Di Hebron Kaleb mampu mengalahkan tiga raksasa meskipun umurnya sudah 85 tahun. Namun ketika merebut Debir sepertinya kekuatan Kaleb sudah berkurang. Karena itu Kaleb menawarkan siapa yang bisa mengalahkan Kiryat-Sefer maka anak perempuannya bernama Akhsa menjadi istrinya. Yang bersedia menerima tawaran itu adalah Otniel. Otniel adalah keponakan Kaleb yaitu anak dari adiknya bernama Kenas. Dan Otniel berhasil mengalahkan Kiryat-Sefer dan Akhsa akhirnya menjadi istrinya.

Akhsa dan Otniel mendapat seluas tanah dari Kaleb, ayahnya, tetapi tanah itu adalah tanah gersang. Tanah gersang pasti sulit ditanami dan tidak mungkin menghasilkan. Karena itu Akhsa menemui ayahnya dan meminta ‘hadiah’ (dalam bahasa Inggris disebut berkat – ‘blessing’). Yosua 15:18-19. Akhsa berkata : "Berikanlah kepadaku hadiah; telah kauberikan kepadaku tanah yang gersang, berikanlah juga kepadaku mata air.” Akhsa meminta mata air di hulu dan mata air di hilir. Tuhan menolongnya sehingga Kaleb memberikan mata air di hulu dan mata air yang di hilir kepadanya. Akhsa menerima berkat double portion.

Akhsa adalah wanita yang tidak cepat puas dengan berkat yang ada. Akhsa tidak puas dengan tanah yang gersang. Akhsa juga adalah seorang istri yang mempunyai visi yang jauh ke depan. Dia berpikir bahwa kalau ladang yang luas itu diairi dan ditanami maka suatu waktu nanti dia akan mendapat tuaian yang besar, mendapat panen yang hebat. Otniel tidak terpikir akan hal itu tetapi Akhsa istrinya memikirkannya sebab visinya jauh ke depan.

Memang para suami adalah ‘panglima’ di rumah tetapi dalam ide dan visi seringkali istri menjadi ‘panganam’. [Panglima, bintangnya lima, sedangkan Panganam, bintangnya enam]. Artinya seringkali dalam hal visi dan ide istri terkadang lebih unggul dari suami.

Kisah ini adalah sebuah pelajaran rohani bagi gereja Tuhan. Istri adalah gambaran gereja. Kita tidak boleh puas dengan sekedar berkat tetapi kita harus minta atau doakan berkat yang lebih besar. Kita harus selalu merindukan dan mendoakan perkara yang lebih besar.

Saya sebagai Ketua Umum GPdI, usia saya memang tidak muda lagi, tetapi saya tetap mempunyai visi yang besar untuk kemajuan GPdI. Kita mau tuaian jiwa-jiwa yang besar, kita mau ladang yang besar dan lengkap dengan airnya.

Yohanes 7:37-39 menjelaskan bahwa air berbicara tentang Roh Kudus. Dan sumber air hidup adalah Tuhan Yesus.

Pengaruh Akhsa kepada suaminya begitu luar biasa. Hakim-hakim 3:7-11. Waktu itu tidak ada lagi pemimpin Israel sebab Yosua sudah mati. Bangsa Israel menjadi kacau dan lemah, lalu bangsa Aram-Mesopotamia menakhlukkan Israel dan menjajahnya selama delapan tahun. Ketika bangsa Israel berseru kepada Tuhan maka Tuhan membangkitkan Otniel, suami Akhsa menjadi hakim Israel. Roh Tuhan menghinggapi Otniel sehingga ia berhasil mengalahkan raja Aram-Mesopotamia dan menjadi hakim Israel 40 tahun lamanya.

Ternyata roh Akhsa menular kepada suaminya. Tuhan memberikan kesempatan kepada suaminya mendapat promosi yang hebat sekali ; menjadi panglima, menjadi pemimpin dan menjadi hakim.

Bukankah kita semua suka dengan berkat-berkat yang tidak terduga? Dan saya yakin bahwa Tuhan akan memberkati, menolong dan mengangkat kita dengan luar biasa asalkan kita memiliki visi besar, berdoa dan berserah kepada Tuhan.

Saya rindu jemaat Maranatha seperti Akhsa, tidak cepat puas dengan yang sudah ada tetapi melihat jauh ke depan akan anugerah dan berkat Tuhan yang lebih besar. Bapa kita di sorga mempunyai kemampuan untuk memberikan apa saja yang kita minta dan doakan.

Saya dengan usia sekarang ini masih berharap dengan berkat-berkat besar, apalagi anda. Karena itu jangan ciut ketika percobaan-percobaan datang seakan-akan membatasi berkat kita. Iblis memang berusaha supaya kita mendapatkan tanah gersang. Tetapi jika kita mempunyai air yaitu Roh Kudus maka kita akan bersukacita, dapat memuji-menyembah Tuhan dan berdoa. Doa sangat penting untuk keberhasilan kita. Kalau kita tidak berdoa maka kita tidak akan sukses. Karena itu terus minta kepada Tuhan, jangan langsung puas.

Saya percaya bahwa Bapa di sorga senang melihat anak-anak-Nya yang haus kepada-Nya. Dan ketika Tuhan mendengar dan menjawab doa kita maka berkat-berkat akan bertambah-tambah dalam hidup kita. Puji Tuhan!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu, 8 Nopember 2015 (Ibadah II)