log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 07 Desember 2015 00:00

JAGALAH HATIMU

Written by  Pdt. DR. Nimrod Faot (Bandung)
Pdt. DR. Nimrod Faot (Bandung) Pdt. DR. Nimrod Faot (Bandung)

Amsal 4:23

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Firman Tuhan ini ditulis oleh Salomo, seorang yang pernah gagal dalam menjaga hati. Akibat tidak dapat menjaga hati, Salomo mempunyai istri dan gundik sampai 1.000 orang. Dari pengalaman pahit itulah maka dinasehatkan kepada semua orang, baik tua, muda, besar dan kecil, agar senantiasa menjaga hati.

Apakah hati manusia itu? Amsal 27:19 menjelaskan bahwa hati adalah hakekat/keberadaan/jati diri manusia. Itu sebabnya kalau hati bermasalah orang bisa mogok bicara, mogok makan, mogok kerja, tidak bisa tidur, dan lain sebagainya. Namun jika kita menjaga hati maka seluruh kehidupan kita terpelihara.

Suatu hari seorang wanita datang kepada saya menyampaikan persoalannya. Dia bercerita bahwa ada masalah besar dengan betisnya. Menurut orang betisnya lebih besar dari ukuran normal. Karena itulah dia menjadi minder untuk berpacaran. Lalu saya katakan bahwa tidak ada ketentuan nasional ataupun internasional yang menetapkan ukuran ideal betis seorang wanita. Karena itu masalahnya bukan pada betisnya tetapi pada hatinya. Sekiranya dia menunjukkan kepada wartawan ukuran betisnya yang besar itu maka dia berpeluang untuk masuk 'Guinnes World Record' dan menjadi wanita terkenal. Setelah saya bimbing, dia mengundang Yesus diam di hatinya. Dan kemudian dia berkata bahwa Tuhan itu luar biasa menciptakannya, sebab tidak ada wanita yang mempunyai betis sebesar betisnya. Haleluyah. Kalau kita menjaga hati maka kita dapat mengelola perasaan kita sehingga tidak muncul pikiran-pikiran negatif.

Bagaimana kita menjaga hati?

1) Berusaha menampilkan sikap yang Alkitabiah, perbuatan yang benar.

Perbuatan yang benar selalu ditentukan oleh sikap hati yang benar. Kalau suami mempunyai sikap hati yang benar maka ketika ada persoalan dalam rumah tangga maka dia akan mengajak istrinya untuk berbicara baik-baik dari hati ke hati, bukan dengan keributan. Sayang sekali di zaman modern ini orang bukan lagi curhat dari hati ke hati tetapi dari hati ke media sosial. Orang Kristen perlu menjaga hati supaya mempunyai perbuatan baik dan berdampak bagi orang lain.

Tahun 2010 saya melayani Natal di Hongkong dan hadir sekitar 500 orang. Waktu altar-call puluhan orang maju ke depan. Dan di antara mereka yang maju ada tiga orang yang mengenakan kerudung. Di akhir ibadah ditanya kenapa mereka bisa sampai datang ke gereja? Lalu mereka bercerita bahwa mereka penasaran dengan gereja sebab selama ini mereka tinggal bersama dengan dua sahabat mereka yang adalah Kristen. Cara hidup kedua orang Kristen itu jauh lebih baik dari mereka padahal setiap hari mereka sembahyang lima kali sedangkan orang Kristen hanya tiga kali sehari. Kedua orang Kristen itu rajin bekerja, baik waktu ada majikan atau tidak ada majikan, jujur, tidak bergosip, dan sangat peduli. Ketiga orang itu akhirnya di-Injili dan menerima Yesus hanya karena dua orang yang mempunyai hati yang didiami Yesus. Melalui perbuatan baik orang bertobat dan diselamatkan. Karena itu jaga hati supaya kita menampilkan perbuatan-perbuatan baik.

2)    Jaga hati sesuai Firman Tuhan.

Mazmur 119:9 – “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” Seorang Kristen menjaga kelakuannya bersih dengan menjaganya sesuai dengan firman Tuhan. Firman Tuhan adalah otoritas Illahi untuk mengubah hidup manusia. Kelakuan kita akan baik apabila kita menjaganya sesuai dengan firman Tuhan. Karena itu Firman Tuhan harus menjadi yang teragung dan termulia dalam hidup orang Kristen.

3)    Hati yang didiami Roh Kudus.

Hati dapat dijaga apabila Roh Kudus diam di hati kita. Kalau Roh Kudus ada dalam hidup kita maka hidup kita akan tertata dengan baik dan setiap masalah dapat diselesaikan. Kalau hati didiami Roh Kudus maka suami dengan istri atau orang tua dengan anak tidak lagi saling bertengkar. Kalau Roh Kudus mendiami hati kita maka hidup kita akan menjadi berkat bagi orang lain.

Mengapa hati perlu dijaga?

1)    Karena perintah Tuhan. Amsal 4:23. Apabila kita menjaga hati berarti kita melakukan perintah Tuhan.

2)    Karena kecederungan hati selalu membuat kejahatan. Kejadian 6:5 mencatat bahwa hati manusia selalu cenderung membuahkan kejahatan. Jadi kita perlu menjaga hati supaya kecenderungan-kecenderungan duniawi teratasi dan kita bertekad melakukan hal-hal yang baik.

3)    Karena hati licik. Yeremia 17:9. Hati dapat merancangkan sesuatu yang licik dan jahat.

4)    Karena Tuhan menyelidiki hati. Yeremia 17:10. Setiap saat Tuhan menyelidiki hati kita apakah jahat atau baik.  

5)    Karena hati merupakan black-box manusia. Markus 7:20-23. Dari dalam hati manusia yang tidak didiami Roh Kudus timbul pemikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, dan kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam hati dan menajiskan orang. Itu sebabnya hati perlu dijaga supaya tidak tumbuh lagi berbagai kejahatan yang membuat kita najis atau kotor.

Apa keuntungan atau berkat bagi orang yang menjaga hatinya?

1)    Terpancar kehidupan. Amsal 4:23. Kalau mau hidup tenteram, umur panjang, bahagia dan berdampak bagi orang lain maka jagalah hati kita baik-baik.

2)    Mempunyai kesaksian hidup yang baik. Bd. Mazmur 119:9.

3)    Terhindar dari dosa. Mazmur 111:11. Kita harus menyimpan janji Tuhan di hati  supaya kita tidak berdosa.  Jangan simpan perkataan orang yang menyakitkan tetapi simpanlah firman Tuhan di hati. Mari kita mengisi hati kita dengan Firman Tuhan, sebab hanya firman Tuhan yang mencegah kita dari dosa. Ilmu pengetahuan tidak dapat mencegah manusia dari dosa. Itu sebabnya baru-baru ini seorang profesor hukum dari sebuah universitas ternama ditangkap karena pesta narkoba dengan mahasiswanya. Manusia mengetahui baik dan jahat tetapi yang selalu dipilihnya adalah yang jahat. Karena itu berbahagialah orang yang mengisi hatinya dengan Firman Tuhan sebab dia pasti terhindar dari dosa.

Jadi kalau hati kita baik maka hidup kita bahagia, rukun dan damai. Sebaliknya kalau kita tidak menjaga hati maka kita akan penuh dengan kekuatiran, penuh dengan persoalan, penderitaan dan tangisan. Dewasa ini banyak orang yang tidak menjaga hatinya sehingga terjadi perkawinan sejenis. Bahkan beberapa pendeta tidak menjaga hati sehingga mau memberkati perkawinan yang bertentangan dengan firman Tuhan.

Kunci utama untuk dapat menjaga hati adalah dilahirkan baru dan didiami Roh Kudus. Kalau kita mengalami kedua hal ini maka hidup kita pasti berkualitas dan berdampak bagi orang lain. Puji Tuhan!

Ringkasan Khotbah Pdt. DR. Nimrod Faot (Bandung), Minggu, 29 Nopember 2015 (Ibadah II)