log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 21 Desember 2015 00:00

Yesus, Raja Daud yang Kekal

Written by  Pdt. M.D. Wakkary
Pdt. M.D. Wakkary Pdt. M.D. Wakkary

Wahyu 22:16

"Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

Kitab Wahyu diberikan kepada rasul Yohanes di pulau Patmos dan ditujukan bagi seluruh jemaat-jemaat. Karena itu keliru kalau ada orang Kristen yang berkata bahwa tidak perlu mempelajari kitab Wahyu. Kita penting belajar kitab Wahyu sebab maknanya dalam sekali.

Firman Tuhan di atas diucapkan langsung oleh Yesus. Dia berkata bahwa Yesus adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang. Di Alkitab nama raja Daud sangat populer. Daud adalah seorang raja yang perkasa, pandai berperang, pandai bermain musik, pandai bernyanyi dan pandai dalam memimpin. Semua orang tentu ingin seperti raja Daud.

1) Yesus adalah anak Daud.

Yesus adalah anak dari Maria dan Yusuf yakni orangtua dalam kemanusiaanNya. Tetapi Alkitab memberitahukan bahwa Yesus adalah keturunan Daud. Matius 1:1. Silsilah kelahiran Yesus Kristus adalah silsilah raja yaitu raja Daud. Yesus adalah generasi ke-28 dari Daud. Matius 1:16-17. Kalau satu generasi hidup sekitar 40 tahun, berarti jarak antara Daud dengan Yesus lebih dari 1200 tahun. Jumlah keturunan Daud dalam ribuan tahun itu sangat tentu sangat banyak sekali, mungkin mencapai jutaan orang. Tetapi dari antara sekian banyak itu ada keturunan Daud yang bernama Yusuf, berprofesi sebagai tukang kayu, mendapat keistimewaan menjadi ayah manusiaNya Yesus.

Waktu Yesus datang ke dalam dunia ini, orang-orang bingung dan bertanya-tanya apakah Dia yang disebutkan Mesias yang telah dinubuatkan dan ditunggu-tunggu orang Israel. Apalagi waktu itu bangsa Israel sangat tertekan karena sedang dijajah oleh kekaisaran Romawi. Mereka berharap ada satu raja Israel yang gagah perkasa yang dapat mengalahkan penjajah. Tetapi Yesus berkata bahwa KerajaanNya bukan dari dunia ini.

Kerajaan Israel sebenarnya tidak terlalu luas, masih lebih kecil dari provinsi Sumatera. Tetapi kenapa justru Daud yang masuk dalam silsilah Yesus? Sebab perjalanan kehidupan raja Daud penuh dengan makna spiritual. Kitab Mazmur mayoritas ditulis oleh raja Daud. Di dalam kitab Mazmur kita ketahui tentang apa yang diketahuinya, tentang hikmatnya, tentang keperkasaannya, dan tentang ketergantungannya kepada Tuhan.

Kalau kita melihat kehidupan Daud mulai dari muda sampai dia terkenal bahkan menjadi idola     bagi seluruh orang Israel, maka dia adalah contoh atau bayangan kepada raja Daud yang sebenarnya yaitu Yesus.

Namun meskipun Alkitab mencatat bahwa Yesus adalah keturunan raja Daud tetapi tentu Yesus lebih hebat daripada Daud. Daud menjadi raja di Yehuda selama 7 tahun dan raja atas seluruh Israel selama 33 tahun. Jadi Daud hanya selama 40 tahun memerintah sebagai raja. Tetapi Yesus adalah Raja untuk selama-lamanya.

2)    Yesus  tunas Daud  Anak Domba Allah.

Dalam Wahyu 5:5-6 disebutkan bahwa Yesus adalah singa dari Yehuda. Singa adalah raja hutan. Jadi sebutan “Singa dari Yehuda” adalah menerangkan bahwa Yesus adalah Raja yang berkuasa. Hanya Yesus yang dapat membuka 7 meterai yaitu peristiwa-peristiwa yang terjadi di akhir zaman. Yang dapat membuka meterai-meterai itu bukanlah raja Daud yang sudah  menjadi tanah tetapi Yesus, tunas Daud, Anak Domba Allah.

Karena itu Alkitab menyebutkan bahwa Yesus adalah anak Daud bukanlah menonjolkan dalam hal keturunan tetapi tentang kuasa dan pengarunya yang luar biasa.

Yesus, Anak Domba Allah yang telah disembelih itu bertanduk tujuh dan bermata tujuh. Tanduk bicara dari kuasa yang sempurna. Dan mata berbicara dari Roh Kudus yang sempurna yang diutus ke seluruh dunia.  Jadi di sinilah perbedaannya ; Daud hanya raja atas bangsa Israel yang kecil itu, tetapi Yesus adalah Raja di atas segala raja untuk seluruh dunia. Karena itu di mana pun kita berada di situ ada Raja Daud yang kekal.

3)    Yesus  bayi yang dikandung Maria  Anak Allah  pewaris tahta Daud.

Yesus yang adalah Anak Manusia dikandung dan dilahirkan oleh Maria. Dan itulah yang kita peringati sekarang yaitu Natal, kelahiran Yesus. Lukas 1:31-32. Namun Yesus tidak selamanya menjadi bayi tetapi menjadi besar. Dan setelah besar Yesus menunjukkan bahwa Dia bukan hanya Anak Manusia tetapi juga Anak Allah. Bukan saja Mahakuasa tetapi juga Mahatinggi artinya yang paling tinggi. Jangan kita berpikir bahwa Yesus yang kita sembah itu masih bayi kecil yang perlu ditolong. Tetapi Yesus Tuhan kita adalah Anak Allah yang Mahatinggi. Tuhan mengaruniakan kepadanya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Ia menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. Kerajaan Israel sudah berakhir dan yang adalah sekarang adalah Republik Israel. Tetapi Yesus menjadi raja atas Israel rohani yang jauh lebih besar dan lebih hebat. Yesus bukan seperti Daud yang hanya memerintah selama 40 tahun tetapi Yesus adalah Raja yang kekal, kerajaanNya tidak akan berkesudahan.

Malaikat Tuhan berkata kepada Maria : “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Lukas 1:37. Daud begitu perkasa, dapat mengalahkan raksasa Goliat dan dapat menakhlukkan musuh-musuhnya. Tetapi akhirnya Daud mati dan tidak hidup lagi. Namun malaikat Tuhan berkata kepada Maria bahwa bagi Allah yang lahir itu tidak ada yang mustahil.  Karena itu hari Natal mengingatkan kita bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Raja Daud yang kekal yang kita sembah sekarang ini tidak pernah kalah tetapi terus mengalami kemenangan.

Karena itu marilah kita merayakan Raja Daud yang abadi, Raja yang sekarang bekerja di seluruh dunia melalui Roh Kudus. Hari ini telah lahir Juruselamat bagi kita. Hari ini adalah hari pertolongan Tuhan. Hari ini adalah hari berkat Tuhan. Sebab Yesus, Raja Daud yang kekal adalah Allah yang Mahatinggi, Mahakuasa, dan Mahahadir. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu, 13 Desember 2015 (Ibadah II)