log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 28 Desember 2015 00:00

TEMBOK YERIKHO

Written by  Ps. Shadey Halawe (Sydney, Australia)
Ps. Shadey Halawe (Sydney, Australia) Ps. Shadey Halawe (Sydney, Australia)

Kisah tentang rubuhnya tembok Yerikho yang tinggi dan tebal membuat kita selalu bersukacita sebab di sanalah dibuktikan bahwa kuasa Tuhan dapat menghancurkan tembok apa saja.
Tembok berbicara dari intimidasi dan ketakutan yang dibangun oleh musuh untuk menghentikan orang-orang percaya masuk ke tanah perjanjian.

Bilangan 13:32-33. Alkitab mencatat bahwa sepuluh dari dua belas pengintai yang diutus Musa membawa berita buruk, sebab mereka berkata bahwa mereka sudah melihat tanah perjanjian namun di sana ada raksasa-raksasa yang tidak mungkin dikalahkan. Kenapa Alkitab menyebutkan mereka membawa berita buruk, bukankah itu adalah keadaan sebenarnya dari tanah Kanaan? Apa pun yang berusaha menghentikan anak-anak Tuhan masuk ke tanah Kanaan itu adalah intimidasi Iblis supaya umat-Nya takut, putus asa, dan mundur. Karena itu ketahuilah bahwa apabila kita menghadapi perlawanan lebih dari yang pernah kita alami sebelumnya maka lihatlah bahwa terobosan sedang terjadi dalam hidupmu.

Kenapa Tuhan mencatat banyak hal tentang Iblis di dalam Alkitab? Tujuannya adalah supaya kita menyadari bahwa siapa lawan kita dan bagaimana menghadapinya. Seringkali kita terjebak kepada orang yang membuat kita sedih dan sengsara dan kita lupa bahwa musuh kita yang sebenarnya bukanlah orang itu tetapi Iblis. Efesus 6:12.

Setan itu tidak kreatif sebab cara kerjanya selalu sama mulai dari dulu sampai sekarang. Karena itu kalau kita dapat mengenali strategi Iblis maka kita akan tetap berdiri di hadapan Tuhan. Namun Iblis datang menyerang kita bukan dengan wujud yang menyeramkan tetapi dengan rupa yang paling kita inginkan. Misalnya, ketika kita membaca Alkitab maka biasanya badan kita langsung terasa capek dan ngantuk. Namun waktu kita menghidupkan televisi, badan kita langsung segar dan rasa ngantuk hilang. Hati-hati dengan tembok-tembok yang dibangun Iblis untuk menghambat kita masuk dalam kekekalan. Setiap saat kita harus lawan semua strategi Iblis.

Yosua 2:9-11 “Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu. Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas. Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.”

Ayat di atas adalah ucapan Rahab kepada dua orang pengintai Israel yang dikirim Yosua ke kota Yerikho. Namun dari ucapan Rahab ini kita ketahui bahwa meskipun Iblis membangun tembok-tembok dan perlawanan tetapi sebenarnya dari balik tembok itu Iblis sedang ketakutan karena dia tahu bahwa ia harus tunduk kepada kuasa dan otoritas yang menyertai kita. Sebab di dalam Yesus kita adalah pemenang bahkan lebih dari pemenang. Tidak ada yang lebih besar dari Tuhan kita. Karena itu kita harus percaya kepada Tuhan supaya Dia meluruskan jalan-jalan kita. Amsal 3:5-6.

Untuk menghambat bangsa Israel, Yerikho menutup pintu gerbangnya sehingga tidak ada orang keluar atau masuk. Lalu bagaimana cara Tuhan merubuhkan tembok Yerikho dan palang pintunya yang gagah perkasa itu?

Yosua 6:3-5 “Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala. Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan."

Tuhan menginstruksikan bangsa Israel untuk mengelilingi kota itu. Ini berbicara supaya kita berjalan mengikut Tuhan. Mereka harus berkeliling selama tujuh hari dengan tujuh orang imam meniup tujuh sangkakala. Angka tujuh dalam Alkitab adalah kesempurnaan. Artinya rancangan Tuhan selalu sempurna bagi umatNya. Tabut Allah berbicara tentang hadirat Tuhan, penyertaan Tuhan. Dan mereka harus melakukan semuanya dengan pelan-pelan, artinya bahwa dalam peperangan rohani sikpa kita harus tenang dan sebab Allah yang bekerja untuk kita. Keluaran 14:14.

Instruksi Tuhan yang berikutnya adalah bahwa ketika sangkakala itu panjang bunyinya maka bangsa Israel harus bersorak atau berteriak. Teriakan bisa merusak tenggorakan dan suara. Namun dalam bahasa Ibrani, kata 'bersorak' yang digunakan dalam ayat di atas adalah 'teruah'. Kata yang sama digunakan dalam Mazmur 47:7, Mazmur 98:4. Jadi maksud Tuhan bersorak bukan sekedar berteriak tetapi bersorak memuji Tuhan. Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk mengelilingi Yerikho dengan puji-pujian kepada-Nya. Ketika kita memuji Tuhan maka kuasa-Nya menyertai kita. Pujian kepada Tuhan adalah senjata untuk mengalahkan musuh. Alkitab mencatat bahwa hidup dan mati dikuasai oleh lidah (Amsal 18:21). Karena itu Iblis berusaha mengambil puji-pujian dari orang Kristen. Sebab pujian sangat berkuasa untuk merubuhkan tembok musuh.

Beberapa bulan yang lalu kami menerima kabar dari dokter bahwa bayi yang dikandung istri saya hanya bisa bertahan dua jam saja setelah dilahirkan. Dokter menganjurkan supaya digugurkan saja. Anda bisa bayangkan betapa sulitnya situasi itu untuk kami bisa bersyukur kepada Tuhan. Namun dalam situasi yang berat itu saya diingatkan Tuhan bahwa Dia hidup dan berkuasa. Dua kali ayah saya sembuh dari kanker dan satu kali ibu saya disembuhkan Tuhan dari kanker. Karena itu kami berlutut dan mengucap syukur kepada Tuhan atas apa yang telah Ia berikan. Dan kami tahu bahwa di dalam Yesus tidak ada kuasa apapun yang dapat melawan dan mengintimidasi kami. Kami percaya Tuhan yang menyembuhkan ayah dan ibu saya pasti sanggup menyembuhkan bayi kami. Puji Tuhan, akhirnya anak itu disebuhkan Tuhan.

Mazmur 22:4 berkata bahwa Tuhan bersemayam di atas puji-pujian. Mazmur 8:2-3 mencatat bahwa nyanyian membungkam musuh-musuh kita. Karena itu kita perlu melatih diri kita untuk selalu menyanyi memuji Tuhan. Jangan memuji Tuhan ketika keadaan baik-baik saja tetapi pujilah Tuhan dalam segala situasi dan kondisi. Pikirkanlah hal-hal baik yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Daud meskipun jiwanya tertekan tetapi dia tetap bersyukur kepada Tuhan (Mazmur 42:12). Begitu banyak alasan bagi kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Perjamuan Kudus mengingatkan kita tentang pengorbanan dan kebaikan Tuhan yang terbesar dalam hidup kita. Namun jangan anggap enteng dengan hal-hal yang terasa kecil yang diberikan Tuhan bagi kita. Kita harus selalu memberikan kemuliaan kepada Tuhan dan Tuhan pasti akan melakukan perkara yang jauh lebih besar lagi bagi kita. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Ps. Shadey Halawe (Sydney, Australia), Minggu, 20 Desember 2015 (Ibadah II)