log in

Khotbah (Artikel)

Senin, 22 Februari 2016 00:00

MASA YANG SUKAR DI AKHIR ZAMAN

Written by  Pdt. Yohanis F. Kaawoan, M.Th (Bitung, Sulut)
Pdt. Yohanis F. Kaawoan, M.Th, Ketua Sekolah Tinggi Theologia (STT) Ginosko, Airmadidi, Minahasa Utara, dan Gembala Sidang GPdI Hosana, Bitung, Sulawesi Utara. Pdt. Yohanis F. Kaawoan, M.Th, Ketua Sekolah Tinggi Theologia (STT) Ginosko, Airmadidi, Minahasa Utara, dan Gembala Sidang GPdI Hosana, Bitung, Sulawesi Utara.

2 Timotius 3:1

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.”

Oleh ilhaman Roh Kudus, rasul Paulus memberitahukan bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.

Kapankah hari-hari terakhir itu? Apakah kita masih menanti hari-hari terakhir atau akhir zaman itu? Hari-hari terakhir dimulai ketika visi dan misi penyelamatan Yesus di dunia ini telah selesai. Jadi awal akhir zaman adalah ketika Yesus naik ke sorga. Menurut kalender internasional, akhir zaman sudah berjalan selama 2016 tahun. Dan akhir zaman akan diakhiri dengan kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Lalu kapan Yesus datang kembali? Tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri (Matius 24:36). Beberapa orang mencoba menerka atau meramalkannya tetapi akhirnya mereka malu sebab Yesus tidak datang pada waktu yang mereka tentukan.

Namun satu hal yang harus kita ketahui menjelang kedatangan Yesus kedua kalinya adalah bahwa akan datang masa yang sukar.

Suatu hari istri saya bertanya kepada saya, kapan Yesus datang? Saya jawab, tunggu saja. Lalu dia berkata, jika Tuhan belum datang, maka kasihan cucu-cucu kita sebab merekalah yang akan mengalami klimaks-klimaks kesulitan atau kesukaran-kesukaran di akhir zaman. Tetapi kita tidak perlu kuatir sebab kita percaya bahwa Tuhan pasti melindungi umat-Nya.

Sekarang melalui media kita bisa baca, dengar dan lihat beragam kesukaran yang terjadi di berbagai belahan dunia. Di Indonesia saja banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi walaupun masih berupa insiden-insiden kecil. Namun kita tidak bisa bayangkan jika kesukaran-kesukaran besar melanda kita.

Namun kesukaran-kesukaran terjadi karena faktor manusia (2 Timotius 3:2), yaitu ;

1) Manusia di akhir zaman mulai mencintai diri sendiri.

Di akhir zaman ini kita temukan bahwa anak bisa membunuh orang tua, dan orang tua bisa membunuh anak. Keluarga terdekat/kandung saling menghabisi. Kenapa bisa terjadi demikian? Sebab manusia mencintai diri sendiri dan tidak perduli kepada orang lain.

2) Tidak memperdulikan agama.

Di akhir zaman orang tidak perduli dengan agama. Padahal pendidikan sekuler sehebat atau setinggi apa pun tidak bisa merubah karakter/sifat manusia. Pendidikan sekuler tidak bisa membuat orang bertobat ('metanoia' – bhs. Yunani) artinya perubahan pikiran, perubahan sikap. Namun Firman Tuhan dapat merubah hidup seseorang sehingga berkenan di hadapan manusia terutama di hadapan Tuhan. Karena itu agama sangat penting sebab berkuasa merubah sikap hidup manusia.

Di akhir zaman beberapa orang akan keluar dari Kekristenan karena mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita orang percaya (1 Yoh. 2:19). Mereka kelihatannya beragama tetapi sebenarnya tidak memperdulikan agama. Kelompok yang demikian nampaknya ingin diajar tetapi tidak pernah dapat mengenal kebenaran (2 Tim. 3:7). Orang-orang demikianlah yang merusak keadaan dunia ini dan membuat dunia memasuki masa-masa sukar. Kelihatannya mereka beragama tetapi akalnya bobrok dan imannya tidak tahan uji (2 Tim. 3:8). Mereka tidak mengenal kebenaran sebab mereka tidak mau percaya kepada Yesus.

Tetapi kita, orang-orang percaya, harus sungguh-sungguh beragama sebab pendidikan agama, pendidikan Firman Tuhan, sangat mempengaruhi kepribadian kita yaitu mempengaruhi pikiran, perasaan dan kehendak / tindakan-tindakan kita.

Karena itu kita perlu setia beribadah, setia kepada Tuhan. Seharusnya gembala atau hamba Tuhan tidak perlu lagi mendorong-dorong kita untuk datang ke gereja tetapi kita sendiri yang sadar masuk gereja sehingga iman kita bertumbuh. Kita perlu iman yaitu iman yang datangnya dari pendengaran akan firman Kristus (Roma 10:17). Tanpa agama, tanpa firman Tuhan, maka cara berpikir manusia pasti rusak.

Kedua hal inilah penyebab manusia masuk dalam berbagai macam krisis atau kesukaran. Berdasarkan Matius pasal 24, minimal ada 5 (lima) krisis yang akan terjadi di dunia akhir zaman ;

1) Krisis keyakinan.
Di akhir zaman akan muncul nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu yang memutar-balikkan firman Tuhan. Bahkan dalam Wahyu 13 dicatat bahwa salahsatu nanti yang dikuasai oleh antikrist adalah agama. Semua orang dipaksa untuk menyembah antikrist. Untuk mengatasi penyesatan di akhir zaman maka kita musti menerima dengan sukacita setiap apa yang dituliskan dalam Alkitab. Sebab setiap firman Tuhan yang dituliskan pasti digenapi, pasti terjadi.

2) Krisis politik.
Di akhir zaman akan terjadi peperangan dan hura-hara, bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Penyebabnya adalah krisis politik.

3) Krisis ekonomi.
Sekarang ini ada orang yang rela membunuh, mencuri dan merampok karena alasan ekonomi. Ekonomi menjadi persoalan besar bagi manusia. Dan ekonomi adalah salahsatu bagian yang akan dikuasai antikrist. Antikrist kelak akan menguasai sistem ekonomi global. Namun pemazmur berkata ; “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” (Mazmur 23:1). Orang yang percaya kepada Yesus tidak akan pernah kekurangan. Tuhan memberkati ekonomi orang percaya.

Wahyu 6:6 mencatat ; Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu." Firman Tuhan memberitahukan bahwa krisis ekonomi akan melanda dunia. Pendapatan sehari hanya cukup untuk makanan sehari. Gandum dan jelai berbicara ekonomi dunia. Minyak dan anggur bicara tentang ekonomi orang percaya. Ekonomi dunia akan rusak tetapi ekonomi orang percaya diberkati Tuhan. Haleluya!

4) Krisis alam.
Di akhir zaman berbagai jenis bencana alam akan melanda dunia. Alam akan membuat manusia tidak sejahtera.

5) Aniaya bagi orang-orang percaya.
Di akhir zaman anak-anak Tuhan akan dibenci, disiksa dan dibunuh karena nama Yesus. Kita akan mengalami hal itu di akhir zaman.

Inilah krisis-krisis yang akan terjadi di akhir zaman. Dan untuk bertahan menghadapi beragam krisis ini kita harus tetap berdiri di atas kebenaran firman Tuhan. Yang terutama di akhir zaman ini adalah kesetiaan kita kepada Tuhan, kesetiaan dalam beribadah, dan penuh dengan iman. Haleluya!

Ringkasan Khotbah Pdt. Yohanis F. Kaawoan, M.Th (Bitung, Sulut), Minggu, 14 Februari 2016 (Ibadah II)