log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 01 Mei 2016 00:00

ALLAH TURUT BEKERJA

Written by  Pdt. W. Simamora
Pdt. W. Simamora, anggota Majelis Daerah GPdI Kalimantan Selatan, dan Gembala Sidang GPdI Kijang, Kalsel Pdt. W. Simamora, anggota Majelis Daerah GPdI Kalimantan Selatan, dan Gembala Sidang GPdI Kijang, Kalsel

Roma 8:28

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Ayat ini tergolong singkat tetapi mengandung arti yang luar biasa. “Kita tahu sekarang…” Artinya bukan besok atau lusa, tetapi saat ini. Apa yang kita tahu? “Allah turut bekerja.” Allah turut bekerja artinya Dia ada bersama-sama kita. Oleh karena itu kita tidak perlu takut karena Tuhan ada dan menyertai hidup kita. Tetapi yang menjadi permasalahannya sekarang adalah apakah Allah benar-benar menyertai kita? Firman Tuhan berkata: “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku....” (Matius 15:8,9). Di sini terdapat perbedaan besar antara mulut/ucapan dengan hati yang sebenarnya. Ada orang yang pandai berbicara atau bersilat lidah sehingga begitu enak kedengarannya padahal sebenarnya dia berbohong. Namun kalau Allah ada di dalam kita maka Dia akan merestorasi seluruh hidup dan pola pikir kita. Di mana ada Allah di situ ada kemenangan. Karena itu jangan takut, kalau Allah bersama kita maka di mana dan kapan saja kita akan alami kuasa Tuhan. Kita tentu tahu kisah Daniel di gua singa karena permufakatan jahat 120 perdana menteri kerajaan Media-Persia. Karena ketetapan raja yang tidak bisa dibatalkan dan diganggu gugat oleh siapapun maka Daniel harus dibuang ke gua singa.

Daniel tidak takut sebab ia tahu bahwa Allah ada bersamanya. Raja Darius berkata : "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!". Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu. (Daniel 6:17). Singa-singa itu sangat kelaparan namun ketika Daniel dimasukkan, semua mulut singa-singa itu terkatup, tidak memakan Daniel. Keesokan harinya pagi-pagi raja Dairus datang ke gua singa dan berseru : "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?". (Daniel 6:21). Daniel menjawab : “…ya tuanku raja, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan." (Daniel 6:22). Raja merasa senang dan bergembira. Kemudian dia memerintahkan agar semua perdana menteri yang berjumlah 120 orang itu, bersama isteri dan anak-anak mereka dilemparkan ke gua singa. Firman Tuhan mencatat sebelum mereka sampai ke dasar gua, singa-singa itu sudah menerkam dan meremukan tulang-tulang mereka. Kenapa

Daniel tidak diapa-apakan singa-singa yang buas itu? Kalau Allah ada di sana, maka Dia akan mengatasi segala persoalan. Itu sebabnya kita harus selalu sadari bahwa kita tidak sendirian, ada Allah yang selalu bersama kita. Karena itu jangan hanya waktu susah, sedih, atau gagal panen saja datang kepada Tuhan. Selalu datang dan berseru kepadanya sebab Dia beserta kita. Dalam Markus 16:20 dikatakan: “Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.”

Tuhan turut bekerja dan menyertai kita dalam pelayanan. Kalau bukan penyertaan Tuhan, saya pun sebagai sebagai Hamba Tuhan tidak akan bisa melanjutkan pelayanan. <br>Sudah 35 tahun kami melayani Tuhan di Kalimantan, dan kalau bukan karena penyertaan-Nya kami sudah tidak ada lagi. Saya pernah direncanakan untuk dihabisi. Karena Injil, saya pernah dipukul oleh aparat tetapi dapat saya elakkan. Namun dalam semuanya itu Tuhan menyertai dan menyatakan kuasaNya dengan luar biasa. Allah bekerjasama dengan kita ada tujuannya yaitu untuk mendatangkan kebaikan. Tuhan tidak pernah merugikan kita melainkan selalu mendatangkan keuntungan. Benarlah apa yang dikatakan Daud di dalam Mazmur 37:25 ; “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti.” Penyertaan dan kuasa Tuhan itu nyata, bisa dilihat dengan mata, dapat dirasakan dan dinikmati. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita selalu dapat menyerahkan hidup kepada Tuhan, yaitu dengan cara takut akan Tuhan. <br>Dalam Amsal 1:7 dikatakan bahwa takut akan Tuhan adalah permulaan atau sumber pengetahuan. Anak-anak yang takut akan Tuhan pasti hormat kepada orang tua dan rajin datang beribadah. Dan jika setia beribadah maka pasti memiliki Firman Tuhan yang adalah Kebenaran. Kalau kita tahu Kebenaran maka kita pasti kuat sebab Injil adalah kekuatan Allah. Sekitar 6 tahun ini belum pernah saya berkhotbah tentang perpuluhan. Namun saya perhatikan bahwa jemaat itu bertumbuh kerohaniannya. Dibandingkan sebelumnya, mereka kini lebih takut kepada Tuhan. Kenapa bisa demikian? Karena Kebenaran itu telah masuk di hati mereka, menyentuh hidup mereka. Apabila Tuhan bekerja maka kita tidak perlu memaksa orang lain untuk melakukan firman-Nya. Roh

Allah akan menjamah dan menggerakkannya untuk taat kepada Tuhan. Filipi 4:19 berkata: “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Apakah ada orang yang ikut Tuhan kemudian menjadi miskin? Tidak! Allah akan menyediakan segala keperluan kita di dalam kekayaan dan kemuliaanNya. Saya selalu berdoa supaya di jemaat kami dalam satu bulan minimal ada satu orang bertobat dan percaya. Puji Tuhan, kerinduan itu terkabulkan sehingga setiap bulan kami mengadakan baptisan air, dan hal itu sudah berlangsung selama 2 tahun ini. Tanpa Tuhan tentu kita tidak akan mampu. Karena penyertaan Tuhan maka Yusuf, seorang budak karena dijual saudara-saudaranya berubah menjadi orang kepercayaan di rumah Potifar (Kejadian 39). Kalau Tuhan bersama kita maka semua akan teratasi dan diberkati. Benarlah apa yang difirmankan <br>Amsal 3:6 ; “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Jangan pernah mengandalkan pikiran sendiri. Setinggi apapun pendidikan kita tidak akan ada apa-apanya tanpa penyertaan Yesus. Tapi kalau ada Yesus turut bekerja maka Dia akan melakukan perkara yang dahsyat dan luar biasa. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. W. Simamora (Tanjung, Kalimantan Selatan), Minggu, 24 April (Ibadah II)