log in

Khotbah (Artikel)

Kamis, 05 Mei 2016 00:00

TEROBOSAN DALAM HIDUP UNTUK BERBUAH-BUAH

Written by  Pdt. Joop Sihasale

Yohanes 15:1-8,16

Allah telah memanggil kita supaya berbuah bagi kerajaan-Nya. Ketika kita baru bertobat, kita belum bisa menghasilkan buah. Ketika Alllah telah memanggil kita dari kegelapan, dan menempatkan kita dalam terang kasih-Nya, tujuannya supaya kita memiliki peranan, dampak dan memiliki arti bagi kerajaan-Nya. Allah menghendaki supaya kita berbuah-buah.

Yesus berkata: Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Dalam pelayanan-Nya di bumi, Yesus selalu bergantung pada Bapa. Dia tidak akan mengatakan apa yang tidak dikatakan Bapa. Dia selalu memiliki hubungan yang intim dan Dia selalu terikat dengan Bapa di Sorga. Oleh karena itu, Yesus banyak menghasilkan buah-buah dalam pelayanan-Nya di dunia ini, dan Dia tidak melakukan ini dengan kekuatan jasmani tetapi dengan Roh Kudus.

Dalam ayat 2 dikatakan: Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Tuhan mengharapkan buah-buah dalam kehidupan kita, kalau tidak maka akan dipotong. Kita harus bersungguh-sungguh menghasilkan buah, karena inilah yang berarti bagi Tuhan. Kita sudah diselamatkan memang adalah hal yang penting, tetapi menghasilkan buah adalah hal yang lebih penting lagi.

Untuk bisa berbuah-buah kita harus memuliakan Allah. Memuliakan Tuhan bukan hanya pada hari minggu saja, tetapi setiap hari gaya hidup kita harus memuliakan Tuhan. Kehidupan Kristus harus menjadi nyata di dalam hidup kita, sehingga dunia akan melihat bahwa hidup kita berbeda.

Kita harus memperlihatkan identitas kita sebagai orang Kristen, bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan kekuatan Roh Kudus. Tubuh kita adalah tempat berdiamnya Roh Kudus. Apabila Roh Kudus ada di dalam hidup kita, maka kita akan mengalami perubahan hidup dan berbuah bagi Kerajaan-Nya. Inilah yang menjadi bukti bahwa kita adalah murid Yesus yang sejati.
Memang baik jika kita menjadi jemaat dan aktifis di gereja, tetapi yang terpenting adalah kita menjadi murid-Nya. Murid adalah orang yang taat kepada Tuhan, berjalan dalam penyerahan penuh kepada kehendak-Nya. Tuhan tidak hanya memandang kita sebagai anggota gereja, karena gereja tidak membawa kita ke sorga, Yesuslah yang membawa kita ke sorga. Dia melihat kita sebagai seorang murid. Murid-murid Yesus adalah orang-orang yang mau mati bagi Dia, yaitu yang mau mematikan kehendak pribadi dan mengikuti kehendak Tuhan.

Dalam ayat 2 dikatakan bahwa setiap ranting yang tidak berbuah akan dipotong. Ketika kita menghadap Tuhan, Dia akan memotong semua hal yang tidak berkenan kepada-Nya, Dia melakukannya tidak dengan paksaan. Kitalah yang harus membuat pilihan dan menyerahkan hidup, agar Tuhan memotong semua hal yang tidak berkenan itu, sehingga kita dipakai menjadi alat yang berguna bagi kerajaan-Nya.

Hal penting selanjutnya yang ada dalam ayat 4 adalah: kita tinggal di dalam Dia dan Dia tinggal di dalam kita. Yesus adalah pokok anggur yang benar, dan kita adalah ranting-rantingnya. Kitaharus menempel/melekat kepada-Nya setiap saat. Juga dikatakan dalam ayat ini: Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur. Kita tidak bisa menghasilkan buah sendiri, kita semua bergantung pada pokok anggur itu.

Ayat 5 berkata: Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Saya sangat bersukacita saat bangun tidur setiap hari dan dalam doa saya katakan: hari ini saya mau menempel padapokok anggur sehingga saya berbuah-buah bagi kerajaan-Nya. Kerajaan Allah bukan hanya di gereja, tetapi mulai dari rumah tangga, keluarga kita. Tuhan mau memiliki kita sepenuhnya, tetapi kitalah yang harus membuat pilihan untuk menyerahkan hidup seutuhnya kepada Tuhan.

Berbuah adalah suatu perintah Tuhan bagi semua gereja-Nya, bagi semua orang yang telah lahir baru. Buah pertobatan kita adalah berjalan dalam kehidupan yang teguh dalam Firman Tuhan dan melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Di dalam ayat 16 dikatakan: Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Kita harus menyadari bahwa Allah begitu setia. Untuk menjadi duta sebuah Negara, orang harus setia terlebih dahulu.

Kita diberi kepercayaan dan dipilih oleh Tuhan untuk berbuah dan buah itu tinggal tetap, bukan buah yang busuk tetapi buah yang baik melalui kuasa Roh Kudus. Kita adalah duta-duta Kristus baik di tempat kerja, di tempat perkuliahan, di sekolah, maupun dalam masyarakat di mana kita berada, karena kita telah diutus oleh Kristus.

Kita harus hidup berbeda dengan orang-orang yang belum bertobat. Mintalah Roh Kudus memberikan kekuatan kepada kita untuk mengatasi semua masalah yang ada. Ada yang mungkin kecanduan alkohol, sex, dan dosa-dosa lainnya, tetapi Tuhan sanggup memulihkan, Tuhan sanggup mengubah segala sesuatu karena tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Tuhan tidak puas apabila kita hanya berbuah sedikit saja. Tanpa Tuhan kita tidak bisa melakukan apa-apa, dan tanpa Dia kita tidak bisa berbuah. Apabila kita menempel pada pokok anggur itu maka kita akan semakin banyak berbuah. Haleluyah

Ringkasan Khotbah Pdt. Joop Sihasale (Belanda), Minggu, 1 Mei 2016   ( Ibadah I)