log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 22 Mei 2016 00:00

ROH KUDUS YANG DAHSYAT DAN GEREJA SEMPURNA

Written by  Pdt. Samuel Gozali
Pdt. Samuel Gozali,Gembala Jemaat GPdI Ebenhaezer, Lawang,Medan Pdt. Samuel Gozali,Gembala Jemaat GPdI Ebenhaezer, Lawang,Medan

Kita sedang menghadapi tantangan yang besar di akhir zaman ini. Ada 5 hal yang menjadi tantangan gereja Tuhan saat ini, yaitu: kemajuan teknologi, kehidupan sosial yang semakin buruk (adanya pelecehan seksual, pembunuhan), masalah LGBT, masalah narkoba, dan kejenuhan. Oleh karena itu kita perlu Roh yang dahsyat untuk bisa bertahan menghadapi semua ini. Di dalam Yesaya 11:1,2 “Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN.”

Kita harus dipenuhi dengan Roh Kudus, karena hanya Roh Kudus yang bisa memberikan hikmat dan pengertian kepada kita. Kita tahu bahwa raja Saul adalah raja pertama bangsa Israel, tetapi dia meninggal dengan cara bunuh diri setelah Roh Allah meninggalkannya. Petrus juga pernah tidak mau dipimpin oleh Roh Kudus sehingga dia menyangkal Yesus. Tetapi setelah hari Pentakosta, semua murid-murid hidup dipimpin oleh Roh Kudus, dan mereka semua mati syahid. Ketika Roh Kudus memenuhi hidup kita, Tuhan memberikan kepada kita pengertian-pengertian rohani, sehingga kita mengerti apa yang menjadi rencana dan kehendak Allah di dalam hidup ini. Karena kehendak Tuhan dan kehendak kita perbedaanya tipis sekali. Seringkali kita merasa bahwa ini adalah kehendak Tuhan tetapi sebenarnya kehendak kita sendiri.

Ketika Yesus ada di dalam dunia ini, Roh Kudus memproses hidup-Nya dari kelahiran sampai kematian-Nya. Sebelum Dia mati di salib, Dia mengungkapkan perasaan-Nya sebagai manusia: : "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" Kalau kita dipenuhi dengan Roh Kudus, kita tidak akan mempersalahkan Tuhan, tetapi tetap berjalan dalam kehendak-Nya.

Roh Tuhan yang dahsyat itu menjadikan kita kreatif. Gereja yang maju adalah gereja yang kreatif. Kami di Sumatera Utara menjadikan GPdI Maranatha sebagai ikon GPdI, karena gereja ini sangat kreatif. Kalau gereje kreatif, maka setiap jemaatnya juga kreatif. Kreatif artinya tidak monoton. Kekreatifan juga yang membuat kita selalu memiliki gairah untuk melayani. Inilah yang dimaksud rasul Paulus dalam Roma 12:11 yang berbunyi: “…biarlah rohmu menyala-nyala…” Kenapa manusia gampang jenuh? Karena tidak kreatif. Roh Kudus sangat kreatif bukan hanya dalam soal lahiriah, tetapi juga dalam soal rohani. Roh Kudus juga produktif, oleh karena itu ada buah-buah Roh, serta menghasilkan 9 karunia.

Kita jangan hanya puas berkata-kata dalam bahasa Roh walaupun itu adalah salah satu karunia, tetapi Tuhan menuntut kita bisa lebih dari itu. Petrus dan rasul-rasul yang lain menjadi sangat produktif setelah mereka dipenuhi dengan Roh Kudus. Mereka berkorban dengan sangat luar biasa, sehingga ada yang menjual tanah dan meletakkan hasilnya di kaki rasul-rasul. Ketika Petrus berkhotbah ada 3000 orang bertobat dan dalam Kisah Para Rasul 4 mereka menjadi 5000 orang. Ketika saya diutus di Kampung Lalang oleh ibu gembala Wakkary senior, saya diberi nasehat supaya tidak gampang putus asa karena ini adalah panggilan Tuhan, sebab hidup dan mati itu Tuhan yang mengaturnya. Dalam jangka waktu 3 tahun pelayanan kami tidak produktif karena lebih banyak orang yang keluar daripada yang bergabung menjadi jemaat tetap.

Tetapi saya tetap bertahan dan bangkit. Saya banyak belajar tentang pertumbuhan gereja sampai ke luar negeri, tetapi ketika kembali ke pelayanan saya belajar Alkitab dan berdoa kepada Roh Kudus, karena Dialah yang akan membuat pelayanan kami produktif. Sejak dari tahun lalu saya berdoa supaya di tahun 2017 jemaat yang kami layani menjadi 1000 jiwa. Roh Kudus memberikan kita kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan sangat baik, melebihi hikmat dunia. Saya selalu menasehati jemaat supaya tidak minder, karena Tuhan sanggup menjadikan kita berhasil melebihi dari orang lain. Ketika berumur 12 tahun, Yesus ada di Bait Allah dan sedang bercakap-cakap dengan para tua-tua (Lukas 2:41-51). Semua orang heran mendengar kata-kata-Nya, dan itu adalah karya Roh Kudus.

Ada juga Bezaleel yang merupakan orang biasa, menjadi orang yang profesional dalam hal membuat perkakas emas, perak, tembaga dan barang-barang lain, karena ada Roh Kudus (Keluaran 31:1,2). Juga Daniel, yang menjadi pejabat dalam masa pemerintahan empat raja yang berbeda, dia menjadi orang terpilih, terpintar karena ada Roh Tuhan (Daniel 4:9). Begitu juga dengan Yusuf yang dijual oleh saudara-saudaranya, menjadi budak dan narapidana di tanah Mesir tetapi dia bisa mengartikan mimpi Firaun karena ada Roh Allah. Firaun bisa melihat sendiri bahwa ada Roh Allah di dalam diri Yusuf (Kejadian 41:38).

Di dalam Wahyu 12:1-3 ini terdapat seorang perempuan yang merupakan gambaran gereja sempurna. Berdiri di atas bulan, di belakangnya ada matahari dan di kepalanya ada 12 bintang. Matahari menggambarkan kemuliaan Bapa, bulan menggambarkan penebusan darah Yesus dan 12 bintang itu adalah gambaran Roh Kudus. Gereja yang sempurna harus memiliki keseimbangan, tidak hanya berpusat pada salah satu hal saja. Roh Kudus yang akan menyempurnakan kita, karena kita memiliki kebenaran dan karena kita telah ditebus dengan darah Yesus. Kita akan memiliki kedewasaan rohani karena pekerjaan Roh Kudus. Di dalam Injil Matius 22:1-14 ada perumpamaan tentang raja yang mengadakan pesta, tetapi semua orang yang diundang tidak datang. Maka raja menyuruh memanggil orang-orang yang ada di pinggir jalan, dan mereka datang ke pesta itu. Tetapi ada orang yang tidak memakai pakaian pesta, sehingga orang itu dikeluarkan dari ruangan pesta.

Jangan kita memakai kebenaran diri sendiri, pakailah kebenaran Allah. Di dalam kitab Wahyu ada 7 materai, dan kita sudah mendekati materai yang ke-7. Ketika sangkakala ke-4 dibunyikan, disitulah gereja disempurnakan. Dan jika kita hidup sampai di sangkakala ke-4 maka kita perlu Roh Kudus yaitu kedua sayap burung nasar itu, untuk membawa kita ke padang gurun, jauh dari Antikris. Kita akan disingkirkan selama 3,5 tahun, dan Allah sendiri yang akan memelihara hidup kita. Hari-hari ini sudah sangat singkat, kita harus waspada dan berjaga-jaga, setia kepada Tuhan dan harus penuh dengan Roh Kudus. Haleluyah. Amin

Ringkasan khotbah Pdt. Samuel Gozali, minggu 15 Mei 2016 (Ibadah Raya II)