log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 19 Juni 2016 00:00

INDAHNYA SAAT KITA MEMBERTAKAN INJIL

Written by  Pdt. Matthew Wakkary

2 Timotius 4:1-5

Beberapa tahun terakhir ini, hati saya digerakkan Tuhan untuk masuk dalam pelayanan misi. Dan beberapa hari ini saya berada di pedalaman NTT, karena di sanalah tempat yang diberikan Tuhan untuk kami layani dengan anugerah dan belas kasihan-Nya. Saya mungkin tidak mampu untuk melakukannya, tetapi Yesus yang memberi saya kemampuan. Saya sudah 18 tahun di kota San Francisco, dan saya berpikir akan terus tinggal di sana, tidak pulang lagi ke Indonesia, tetapi kehendak Tuhan saya harus berada di sini. Oleh karena itu setiap 3 atau 4 bulan sekali kami harus kembali ke kota itu, dan kami membawa kesana apa yang Tuhan sudah kerjakan di bangsa kita.

Bagi mereka, pelayanan penginjilan ke pedalaman-pedalaman adalah sesuatu yang asing. Melalui pelayanan misi di NTT ini, maka dalam 1 tahun kami dipercayakan Tuhan untuk melayani 20.000 jiwa. Orang-orang di kota San Fransisco memiliki prinsip “time is money”, oleh karena itu beribadah seminggu sekali itu sudah banyak, apalagi mengajak mereka untuk masuk dalam penginjilan. Ini suatu hal yang mustahil. Tetapi ketika kami share kepada mereka tentang pelayanan misi ini, maka mereka mulai membuka mata terhadap apa yang Tuhan sedang kerjakan hari-hari ini. Mereka mulai mengerti bahwa mengijil itu adalah bergerak masuk dalam ladangnya Tuhan, bukan sekedar suatu program. Penginjilan adalah mengadopsi hati Tuhan untuk melayani jiwa-jiwa di manapun dan berapapun harga yang harus dibayar. Karena Tuhan sanggup memakai kita untuk melakukan terobosan, walaupun kita mungkin memiliki keterbatasan. Tuhan juga bisa menggerakan siapa saja untuk masuk dalam penginjilan ini.

Di dalam 2 Timotius 4:1-5 ini, Paulus mengatakan bahwa salah satu bentuk pelayanan kita kepada Tuhan adalah penginjilan jiwa-jiwa di sekitar kita, baik yang dekat atau jauh, yang gampang maupun yang sulit. Saya sangat menyukai sesuatu yang menantang, oleh karena itu dalam doa saya katakan: Tuhan berikan sesuatu yang sulit dan tidak mungkin bagi manusia. Oleh karena itu Tuhan mengirim saya ke NTT, jauh dari kota Jakarta. Begitu besarnya kerinduan dari jiwa-jiwa di sana untuk datang kepada Tuhan. Walaupun harus menempuh jarak yang jauh dari tempat mereka tinggal ke tempat KKR, tidak menjadi masalah bagi mereka. Kami pernah melayani di suatu gereja yang keadaannya seperti gubuk tetapi jiwa-jiwa yang datang sampai 350 orang, walaupun kapasitasnya mungkin hanya 100-150 orang. Di depan gereja ada sebuah kotak bambu, pendetanya berkata bahwa jemaat yang datang beribadah membawa batu dan memasukkannya ke kotak itu. Selesai ibadah, kotaknya dibuka dan batu-batu itu dihitung jumlahnya. Jadi seberapa banyak batu yang ada, itulah jumlah jemaat yang datang.

Bahkan ada suatu tempat yang mempersiapkan jalan selama satu bulan, hanya untuk kedatangan kami dan beribadah untuk satu malam saja. Roma 1:16 “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.” Injil adalah kekuatan dan kuasa Allah. Injil adalah Firman Tuhan, makanan rohani, dan adalah Allah sendiri. Jadi kita harus memberitakan Injil, yaitu Yesus sendiri. Ketika masuk ke pedalaman dalam penginjilan, saya tidak boleh mengatakan bahwa bahwa saya berasal dari Pantekosta, kalau tidak demikian mungkin kedatangan kami akan ditolak. Oleh karena itu, kami membawa nama Yesus supaya mereka mempunyai iman yang teguh dan tidak meninggalkan kepercayaannya. Ada beberapa tips dalam mempersiapkan diri untuk penginjilan. 1. Mempersiapkan komunitas gereja lokal. 1 Korintus 9:26,27 “Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” Kita harus mempersiapkan hati untuk melayani bukan dilayani. Sebelum menginjil kita harus diisi dan dipersiapkan di gereja lokal. Ada pendalaman Alkitab, ada jemsel-jemsel yang menjadai tempat bagi kita untuk diperlengkapi oleh Tuhan. 2. Melangkah dalam terobosan Ilahi.

Markus 16:15-18 “Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Jangan menunda apabila Tuhan memanggil, karena waktu yang kita mau belum tentu itu adalah yang Tuhan inginkan. Seringkali kita menunda dan berkata: nanti saja.

Tetapi kalau Tuhan memanggil kita harus ikut, karena semakin lama ditunda maka semakin banyak halangan yang akan datang dari Iblis. Kalau mau melayani Tuhan, kita harus melangkah dalam terobosan Ilahi. Kalau kita menunda, mungkin kesempatan besar yang sudah disiapkan Tuhan akan terlewat begitu saja. 3. Mempersiapkan keluarga inti kita. Yosua 24:15 “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Anak saya melihat beberapa kali kami pergi pelayanan ke NTT, kemudian saya ajak dia dan dia mau ikut. Saya juga bertanya kepada isteri, dan dia juga mau ikut. Bulan Juli lalu kami pergi ke sana dan melalui rintangan yang berat, tetapi kami tetap selamat. Saya mulai mengajarkan kepada anak-anak untuk melayani Tuhan dalam penginjilan. Walaupun biaya perjalanan kami sangat besar, tetapi Tuhan menyediakan semuanya. Persiapkan keluarga kita, supaya jangan terjadi isteri dan anak tidak setuju, tetapi semua harus dipersiapkan dengan baik. Penginjilan itu tidak harus ke NTT, tetapi daerah-daerah di sekitar kita yang bisa dijangkau, apakah di Binjai, di Pancur Batu, dll. Terlalu banyak tempat yang sedang menunggu untuk diInjili, karena Yesus katakan: ladang sudah menguning dan siap untuk dituai, tetapi pekerja sedikit. Jangan tunggu orang lain yang akan dipakai oleh Tuhan, kita harus bergerak supaya Tuhan juga memakai hidup kita menjadi penuai. 4. Keuangan.

Dalam penginjilan kita juga harus perlu biaya, tetapi kita yakin Tuhan sanggup sediakan. Tuhan memanggil saya ke NTT atau kemanapun selalu dicukupkan, karena itu kemanapun kita dipanggil dan diutus tidak usah kuatir. 1 Korintus 2:9 “Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. Yesaya 52:7 “Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!” Hari-hari ini banyak jiwa-jiwa yang membutuhkan Firman, mereka sudah Kristen tetapi sudah digoyahkan bahkan menjual iman karena sesuatu hal. Saya pergi ke NTT adalah untuk perang, membawa orang-orang yang sudah berpindah ke agama lain kembali percaya Yesus.

Pada salah satu KKR yang kami adakan, ada 5 keluarga yang sudah berpindah agama akhirnya kembali lagi percaya Yesus. Dari 20.000 jiwa yang kami layani, ada begitu banyak orang yang kembali kepada Yesus karena Firman Tuhan berkuasa dan tidak pernah gagal. Karena ayat ini katakan bahwa kedatangan orang yang membawa Firman Tuhan tidak sia-sia. Kita memberitakan kabar baik supaya orang mengenal bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang baik. Haleluyah.

Ringkasan Khotbah Pdt. Matthew Wakkary (Jakarta), Minggu 12 Juni 2016 (Ibadah Raya II)