log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 10 Juli 2016 00:00

BERLARI

Written by  Pdt. M.D. Wakkary

1 Korintus 9:24-27

Tulisan Paulus dalam 1 Korintus 9 ini lebih bersifat bersaksi tentang bagaimana dia menjadi rasul, bagaimana dia bekerja, tentang makan minum, tentang penderitaan yang dialami dan bagaimana dia melayani memberitakan Injil. Dalam ayat 24 Paulus katakan: Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari. Setelah menguraikan tentang dirinya sebagai pekabar Injil dan hamba Tuhan dengan segala suka dukanya, sekarang Paulus katakan bahwa bukan dia saja tetapi semua orang turut berlari. Artinya semua jemaat atau semua orang ikut mengambil bagian. Semua orang pasti mau selamat, dan Paulus katakan bahwa kita bukan hanya selamat saja tetapi kita mengejar sesuatu yaitu mahkota. Mahkota itu tanda kemenangan, tanda keberhasilan dan tanda bahwa kita sudah berlari. Tetapi yang menjadi pertanyaannya apakah kita semua sudah turut berlari? Di dalam pertandingan resmi olimpiade atau PON, yang medapatkan hadiah adalah juara 1-3, masing-masing dengan medali emas, perak dan perunggu. Tetapi dalam ayat ini dikatakan bahwa hanya ada satu pemenang.

Zaman dahulu di kerajaan Yunani dan Roma, kalau ada yang menang dalam suatu pertandingan akan mendapatkan mahkota, dan mahkotanya dari daun. Tetapi mereka sudah sangat bangga dengan hal itu, dan mereka akan dieluk-elukan oleh orang banyak. Mereka berusaha sekuat-kuatnya dalam pertandingan dengan tujuan mendapatkan mahkota dan hadiah itu. Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Kita harus berlari sekuat-kuatnya dan sekencang-kencangnya, supaya kita bisa menang. Hal ini mungkin berat, karena banyak orang Kristen hanya ingin diberkati, tidak ada penyakit dan tidak ada percobaan, tanpa mau berusaha untuk berlari. Waktu di sekolah, guru pendidikan jasmani berkata kepada saya: kalau kamu mau cepat dalam berlari, tidur harus cepat, jam 9 sudah harus tidur. Jangan merokok karena sangat mengganggu paru-paru dan jantung, juga tidak boleh minum minuman keras karena membuat orang tidak bisa berlari secara maksimal. Dan juga harus makan teratur. Jadi begitu banyak kiat-kiat untuk dapat berlari dangan baik, walaupun berat untuk melakukannya.

Dalam ayat 25 dikatakan: Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Dan dalam berlari banyak hal yang harus kita cegah, dengan kata lain kita menguasai diri dalam segala hal. Jadi semua harus bisa dikontrol karena kita semua mempunyai tujuan. Paulus adalah rasul yang dipakai Tuhan, penuh dengan karunia-karunia tetapi dia takut kalau sesudah memberitakan Injil akhirnya ditolak.

Dalam 2 Korintus 4:16, Paulus mengatakan bahwa tubuh lahiriah kita akan merosot, kemampuan berlari secara fisik merosot, tetapi manusia batiniah/rohani harus meningkat dan harus kuat. Ada banyak orang Kristen yang rajin beribadah tetapi kehidupan rohaninya tidak berubah. Paulus mengatakan bahwa kehidupan rohaninya dibaharui setiap hari. Kekuatan tubuh saya memang semakin berkurang, tetapi tiap pagi saya berdoa supaya Tuhan perbaharui iman saya, pebaharui urapan dan perbaharui ingatan saya akan Firman Tuhan, juga supaya Tuhan baharui semangat dan sukacita saya. Walaupun begitu banyak pelayanan yang saya lakukan tetap ada semangat dan sukacita yang dikaruniakan Tuhan.

Tuhan menyuruh kita berlari untuk pelayanan dan pekerjaan-Nya walaupun kemampuan tubuh jasmani kita terbatas. Paulus sendiri bisa mendoakan orang sakit sembuh bahkan yang mati bangkit kembali, tetapi dia berkata manusia lahiriah kami semakin merosot. Dan manusia batiniahnya dibaharui tiap hari sehingga ada semangat dalam melayani. Gunakan waktu yang ada walaupun tubuh jasmaniah merosot. Justru dalam keadaan ini kita harus minta kekuatan, minta urapan dan pembaharuan dari Tuhan. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berlari, siapapun kita baik tua atau muda harus aktif berlari bagi Allah.

Di dalam Yesaya 40:29-31, Tuhan berjanji akan memberikan kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Oleh karena itu kita harus minta kepada Tuhan kekuatan dan semangat karena kita harus berlari. Dalam Amsal 18:14 mengatakan: Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? Hanya orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan atau mereka yang berdoa akan mendapat kekuatan baru. Kekuatan untuk beribadah, kekuatan untuk berdoa dan kekuatan untuk bekerja.

Dalam ayat 31 mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Sayap itu bicara tentang kekuatan Roh Kudus, karena hanya Roh Kuduslah yang memberikan kekuatan dan semangat bagi kita. Oleh karena itu di gereja kita, memuji dan menyembah Tuhan harus semangat, juga dalam mendengarkan Firman Tuhan.

Rajawali bisa terbang artinya tidak bisa ditarik dengan gaya tarik bumi atau gravitasi. Yang bisa mengalahkan hukum gravitasi dunia adalah Roh Kudus. Oleh karena itu biarlah kita berusaha terus berlari sedemikian rupa walaupun berat dan kita minta sayap burung rajawali, yaitu Roh Kudus yang memampukan kita untuk terbang mengatasi dunia ini. Haleluyah Ringkasan Khotbah Pdt. M. D Wakkary, Minggu 3 Juli 2016 (Ibadah Raya II)