log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 07 Agustus 2016 00:00

ALLAHKU AKAN MEMENUHI SEGALA KEPERLUANMU

Written by  Pdt.Victor Sumlang

Filipi 4:19

Kata pertama yang kita temui dalam ayat ini adalah “Allahku”. Paulus dahulunya orang yang tidak mengenal Yesus sebagai Allah, oleh karena itu dia harus mengalami proses penggantian nama dari Saulus menjadi Paulus. Nama yang baru, lahir baru dan hidup yang baru, sehingga dia bisa berkata: Allahku, yang menunjuk kepada Yesus.

Dalam Rut 1:16-18 berisi pengakuan Rut tentang Allah. Dia dahulu orang Moab yang yang tidak percaya kepada Allah yang benar, tetapi melalui proses itu dia sampai kepada pengakuan: Allahmulah Allahku. Begitu juga dengan Ayub dalam pasal 42:5 dia berkata: Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
Kekristenan yang sesungguhnya bukan pada saat kita sedang berteori atau bercerita tentang ini dan itu, tetapi kekristenan yang sesungguhnya adalah kita mengalami Allah itu sendiri dalam hidup kita. Ada juga kata “akan”, jadi tidak langsung mendapatkan tetapi melalui proses. Paulus sudah mengenal Yesus karena sudah berjumpa secara pribadi, oleh karena itu dia tidak bergeser sedikitpun dari iman. Kitapun tidak boleh bergeser dari iman seperti ranting pada pokoknya.

Yang berikutnya tentang “keperluan”. Keperluan manusia berbeda-beda dan begitu banyak. Keperluan anak-anak berbeda dengan orang tua, begitu juga sebaliknya. Keperluan pria berbeda dengan keperluan wanita. Walaupun demikian kita bisa berkata: Allahku lebih besar dari segala keperluanku. Harus ada keseimbangan antara rohani dan jasmani.
Efesus 1:19 berkata: dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya. Allah kita adalah Allah yang hebat sehingga Dia sanggup memenuhi segala keperluan dan kebutuhan kita. Berapapun banyaknya kekayaan seseorang, tidak dapat memenuhi segala keperluan dan kebutuhannya secara sempurna, hanya Yesus yang sanggup. Paulus sedang bedialog dengan jemaat Filipi, dan ini juga pesan bagi kita gereja Tuhan di akhir zaman. Ketika keperluan akan lawatan Tuhan memuncak, ada Allah yang maha kuasa, maha tahu dan maha hadir siap untuk melawat kita.

Dalam Yohanes 13:13, Yesus berkata: Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Tidak ada keraguan untuk percaya kepada Yesus karena Dia adalah guru dan Tuhan. Oleh karena itu kita harus bangga dengan Yesus. Alkitab tidak mengajarkan kita untuk mendapatkan berkat secara cepat, tetapi harus ada prosesnya.

Ada 3 langkah supaya keperluan kita dipenuhi oleh Tuhan.

1. Ambil Bagian (ayat14). Paulus mengingatkan jemaat Filipi bahwa Allah akan memenuhi keperluan mereka karena ‘telah’ ambil bagian dalam penderitaan Paulus. Pauluspun telah melihat Yesus dan dia telah ambil bagian dalam penderitaan Yesus, sekarang jemaat Filipi yang melakukannya. Dalam Yesaya 53:4-6 dikatakan: Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Yesuslah teladan agung kita dalam hal ambil bagian ini. Kalau Yesus melakukan hal ini, maka kita juga harus mengikuti Dia untuk ambil bagian. 1 Petrus 2:21 berkata: Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

2. Suka Memberi (ayat 16) Jemaat Filipi adalah jemaat yang memiliki pemahaman ‘tangan terbuka’, yaitu ketika Tuhan memberikan berkat kepada mereka, langsung disalurkan kepada yang lain. Bukannya mereka tidak punya keperluan tetapi mereka sudah belajar dari Kristus, jangankan uang atau harta, nyawapun Kristus sudah berikan kepada kita. Dalam ayat 18: Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. Jadi, jemaat Filipi sudah banyak memberi kepada Paulus dan ini menjadi suatu teladan kepada semua orang. Mungkin ada orang berkata: saya tidak mencuri, mabuk, pemfitnah atau penipu tetapi kikir, Paulus katakan dalam 1 Korintus 6:10 bahwa orang seperti itu tidak akan masuk dalam Kerajaan Allah. Yesus katakan dalam Matius 7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Kalau kita ingin diberkati jangan pelit, ketika kita mengasihi orang maka kita juga akan dikasihi.

3. Dalam Segala Keadaan (ayat 12) Paulus sudah merasakan pengalaman-pengalaman yang sukar maupun senang bersama Tuhan, dan dia tidak bergeser sedikitpun dari imannya. Begitu juga dengan jemaat Filipi, mereka sudah merasakan pengalaman-pengalaman ini dalam hidup mereka. Dalam Mazmur 23:1-4, Tuhan menjadi gembala dan kita domba. Kita dibawa kedalam pengalaman padang yang berumput hijau, air yang tenang tetapi juga pengalaman lembah kekelaman. Orang Kristen harus melewati hal seperti ini supaya iman teruji. Janda di Sarfat dalam 1 Raja-raja 17 hanya memiliki tepung dan minyak terakhir, anak kecil dalam Yohanes 6 yang memiliki 5 roti dan 2 ekor ikan, rela memberikan milik mereka untuk Tuhan. Apapun yang kita alami saat ini, apakah dalam kelimpahan atau kekurangan, lakukan segala sesuatu dalam nama Yesus. Justru dalam keadaan kelaparan, janda di Sarfat ini berada dalam perlindungan Tuhan. Karena ada anak kecil yang memberikan rotinya, maka ada mujizat 5 ribu orang diberi makan.

Jemaat Filipi bukanlah orang yang kaya dalam harta, tetapi mereka kaya dalam kemurahan, dalam mengasihi Tuhan. Cinta Tuhan, cinta pekerjaan Tuhan.
Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. Victor Sumlang (Kupang, NTT), Minggu, 31 Juli 2016 (Ibadah Raya ll)