log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 21 Agustus 2016 00:00

TETAP BERDIRI TEGUH DI DALAM PENCOBAAN

Written by  Sdri. Kezia Wakkary (MARS Leader)

1 Petrus 1:3-7

Ayat 3-5 berisi janji-janji Tuhan tentang hidup yang berpengharapan, kelahiran baru dan menerima Surga, dan ada tujuan janji-janji itu diberikan yaitu dalam ayat 7 - sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Setiap orang ingin dipuji, dihargai dan dihormati atas apa yang telah dilakukannya. Tetapi ada jalannya sebelum sampai di sana yaitu dalam ayat 6 yang berbunyi: Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.

Kata “pencobaan” (trials) adalah proses yang kita jalani untuk menerima semua pujian, kemuliaan dan kehormatan. Setiap hal yang Tuhan janjikan dalam hidup kita pasti akan digenapi. Kita akan menerima warisan dari Tuhan, karena apa yang Bapa punya itu juga milik kita, walaupun kita sedang mengalami masa sulit di dalam kehidupan, baik itu di bisnis, perkuliahan, dalam relationship dan pergaulan.
Salah satu tokoh alkitab yang terkenal karena dipilih dan diurapi Tuhan menjadi raja, tetapi harus menghadapi pencobaan dan peperangan dalam hidupnya, dialah Daud. Saya melayani di MARS, dan mereka semua adalah anak muda memiliki kehidupan yang berbeda-beda, ada yang kuliah, bekerja, ada juga yang memiliki masalah dalam pergaulan, dan banyak lagi.
Daud adalah pemuji dan penyembah yang diurapi Tuhan, dia menulis lagu-lagu yang kita tahu semuanya ada dalam kitab Mazmur. Ada suatu ketika, Daud diangkat Tuhan walaupun dia masih sangat muda dan anak yang paling bungsu dari saudara-saudaranya.

Tuhan tidak berkenan lagi kepada raja Saul, dan nabi Samuel disuruh untuk mengurapi orang yang akan dipilih-Nya sendiri. Itulah bentuk pemerintahan dalam kerajaan Allah yaitu teokrasi bukan demokrasi. Samuel datang ke rumah Isai untuk mengurapi salah seorang anaknya menjadi raja yang baru. Dan Isai menyuruh anak-anaknya yang memiliki postur tubuh yang bagus untuk menghadap Samuel, tetapi Samuel peka dengan suara Tuhan supaya tidak memandang paras dan perawakan dalam memilih calon raja. Kemudian dia bertanya apakah masih ada anaknya yang lain lagi atau tidak, dan Isai berkata bahwa masih ada satu orang.

Mungkin ada orang-orang yang berada di posisi seperti Daud dilupakan dan hanya menjaga kambing domba. Daud tidak populer seperti kakak-kakaknya yang biasa pergi berperang.Terkadang Tuhan tidak memandang rupa dan skill kita, kalau Dia mau memakai seseorang untuk suatu rencana, Dia bisa memakai siapa saja. Ketika Daud sampai di rumahnya, Tuhan berfirman kepada Samuel: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.” Pengurapan yang diterima Daud bukan hanya menandakan dia adalah raja yang baru, tetapi juga tanda dia disertai hadirat Allah, ayat 13 berkata: Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud.
Walaupun Daud telah diurapi menjadi raja, dia tetap pulang untuk menggembalakan kambing domba sampai dia berumur 30 tahun. Dalam pasal selanjutnya Tuhan menyatakan kepada semua orang bahwa Daud telah terpilih menjadi raja. Walaupun demikian, dia tetap memiliki sikap rendah hati yang luar biasa. Jadi kalau dipakai oleh Tuhan untuk menerima hal-hal yang besar, salah satu hal yang harus dimiliki adalah belajar untuk rendah hati.

Dalam pasal 17:17, Daud disuruh ayahnya Isai untuk membawa makanan bagi kakak-kakaknya di medan perang. Tetapi dia tidak mengetahui bahwa ini adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk mengangkat dirinya. Kalau Tuhan mau mengangkat dan memakai seseorang, Dia tidak perlu permisi kepada orang tersebut untuk melakukannya. Waktu sampai di medan perang, Daud mendengar Goliat mengolok-olok Allah dan bangsa Israel, dan Roh Allah yang ada dalam diri Daud mendorongnya untuk maju berperang melawan Goliat walaupun tanpa perlengkapan perang dan senjata.

Dan akhirnya Daud orang yang terlupakan dan diragukan kemampuannya, bisa menang atas Goliat. Dan saat itu juga semua orang mulai mengenal Daud. Kalau kita mau belajar taat dalam masa pencobaan dan menerima bahwa hal itu adalah masa persiapan, maka Tuhan akan mengangkat kita pada waktu yang tepat.
Selama menjaga kambing domba di padang, pasti banyak binatang buas dan Daud sudah bisa mengalahkan beruang dan singa. Daud tidak mengetahui bahwa Tuhan memperhatikan dirinya. Kita harus menyadari konsep dan prinsip Tuhan bahwa kita ini adalah ciptaan-Nya, milik-Nya sendiri. Kita mungkin bisa punya rencana-rencana tetapi yang terjadi adalah kehendak Tuhan.

Ketika Daniel ada Roh Tuhan maka dia memiliki “spirit of exellence”, artinya dia tidak bekerja setengah hati. Sebagai anak-anak Tuhan kita juga harus melakukan pekerjaan, berbisnis, bergaul atau berada di tempat manapun, kita juga harus memiliki spirit of exellence. Kalau kita tetap rendah hati dan mengasah kemampuan diri, maka Allah yang maha adil itu pasti juga akan mengangkat kita. Pada waktu itu Saul mulai memiliki perasaan iri hati kepada Daud. Roh Alllah juga telah undur dari dirinya, sedangkan Daud disertai oleh Tuhan. Oleh karena itu cara dia menyelesaikan masalah, cara berperang sudah mulai berbeda karena Roh Tuhan tidak ada lagi dalam hidupnya. Saul mulai mengalami kemunduran dalam banyak hal.

Cara orang dunia biasanya menjelek-jelekkan orang lain supaya dirinya terlihat benar. Ini juga yag dilakukan Saul, dia melakukan berbagai macam cara untuk membunuh Daud. Dan Daud mulai mengalami masa-masa sulit karena harus melarikan diri dari satu gua ke gua yang lainnya, dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Daud belajar untuk bertahan hidup dalam keadaan itu, tetapi dia tidak pernah menyerang balik Saul. Daud tetap berdiam diri, tidak melakukan balas dendam. Kebenaran itu pasti akan muncul bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan.

Saat melihat ada orang lain yang lebih berhasil dari diri kita, maka kita harus bergembira dan mengucapkan kata-kata berkat supaya kita juga diberkati. Tuhan tidak pernah mengajarkan kita untuk memiliki perasaan iri kepada orang yang lebih sukses. Akhirnya Daud lebih populer dari Saul karena tetap berdiri teguh dalam pencobaan. Sebenarnya Daud memiliki kesempatan untuk membalas dendam, tetapi dia tidak mau melakukannya. Dia tahu bahwa Saul adalah orang yang diurapi Tuhan, tidak boleh dijamah atau dibunuh.
Dalam masa mudanya, Daud menabur hal-hal yang baik sehingga yang baik itu juga yang datang dalam kehidupannya. Mari kita ikuti apa kata Firman Tuhan untuk berdiam diri dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan, maka Dia yang akan bertindak. Daud berseru dan berdoa kepada Tuhan sehingga dia mengalami pembelaan. Daud menyadari dirinya telah diurapi Tuhan dan harus menjaga urapan itu tetap ada. Kalau kita juga dipanggil Tuhan untuk suatu misi yang besar maka kita harus menjaga urapan Tuhan supaya tetap ada dalam hidup kita. Amin

Ringkasan Khotbah Sdri. Kezia Wakkary (MARS Leader), Minggu 14 Agustus 2016 (Ibadah Raya 4)