log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 11 September 2016 00:00

NINIWE, ASYUR

Written by  Pdt. M. D. Wakkary

Nahum 1:3

TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya. Tuhan mengizinkan kerajaan Israel dipimpin oleh raja-raja, Saul menjadi raja pertama kemudian digantikan oleh Daud, dan Salomo menjadi raja ketiga. Setelah masa pemerintahan raja Salomo, Israel terpecah menjadi 2 kerajaan. Di utara adalah kerajaan Israel dengan ibukota Samaria, di selatan kerajaan Yehuda dengan ibukotanya Yerusalem. Pada umumnya kerajaan Israel terdiri dari 10 suku dan kerajaan Yehuda terdiri dari 2 suku Israel yaitu Yehuda dan Benyamin.

Niniwe adalah ibukota kerajaan Asyur dan kerajaan ini adalah kerajaan terbesar sesudah Mesir. Dalam kitab Yunus, diceritakan bahwa nabi Yunus diutus Tuhan ke kota Niniwe karena kota ini jahat. Ketika mereka mendengar khotbah dari Yunus, seluruh penduduknya mulai berpuasa dan bertobat. Mulai dari raja dan rakyat, sampai semua hewan peliharaan. Dan Tuhan tidak membinasakan kota Niniwe. Yunus marah karena Tuhan mengampuni kota ini. Itulah Tuhan yang penuh kasih dan panjang sabar, Dia mau supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Asyur adalah suatu kerajaan besar yang menaklukkan kerajaan Israel dan seluruh orang Israel dibawa ke sana. Kemudian diangkutlah ke Samaria orang-orang dari berbagai bangsa sehingga sampai sekarang, kalau ada orang Israel yang berasal dari Samaria itu dianggap bukan Israel murni. Oleh karena itu orang Samaria dan Yehuda tidak pernah bergaul bersama (Yohanes 4).
Orang Israel yang dibawa ke Asyur tidak pernah kembali lagi sampai saat ini (2 Raja-raja 17). Dan yang tinggal adalah kerajaan Yehuda. Kenapa Yehuda tetap ada di Israel? Karena Tuhan sayang kepada Daud. Tetapi kerajaan Yehuda juga mengalami penawanan (2 Raja-raja 24,25). Kerajaan Israel ditaklukkan oleh kerajaan Asyur, kemudian kerajaan Asyur ditaklukkan oleh kerajaan Babel. Kemudian kerajaan Yehuda yang masih tinggal ditaklukkan oleh kerajaan Babel yang dipimpin oleh raja Nebukadnezar. Kita lihat bagaimana rencana Tuhan berlaku dari dahulu sampai sekarang dan diikuti oleh sejarah bangsa-bangsa.

Sesudah 70 tahun, orang Yehuda kembali ke Yerusalem, tetapi orang Israel tidak. Kemudian sejarah menuliskan terjadi peperangan antara orang Israel dengan berbagai bangsa. Mereka juga dijajah dan dihancurkan oleh bangsa yang lebih kuat, sehingga banyak yang meninggal. Setelah ribuan tahun Israel dan Yehuda habis, maka pada tahun 1948 Israel lahir kembali. Indonesia juga pernah dijajah selama 3,5 abad tetapi pada tahun 1945 bisa merdeka. Kenapa banyak bangsa merdeka pada abad 20? Inilah tanda akhir zaman. Di akhir zaman ini Injil harus diberitakan walaupun Iblis juga tidak mau kalah. Negara-negara yang dahulu banyak orang Kristen, sekarang hampir tidak ada lagi.

Kita bersyukur hidup di Indonesia masih diberikan kebebasan oleh pemerintah untuk beribadah. Di negara Irak dan Siria, orang Kristen disiksa dan dibunuh. Kalau orang percaya dimusnahkan oleh orang yang tidak percaya, maka pembalasan datang dari Tuhan.
Sebaliknya, belajar dari orang Israel dan orang Yehuda, mereka adalah orang yang percaya kepada Tuhan, percaya kepada Allah tetapi mereka berbuat kejahatan. Dalam kitab Nahum, Firman datang kepada Niniwe bahwa Tuhan itu panjang sabar tetapi Ia tidak membebaskan dari hukuman orang yang bersalah.

Kita sebagai orang Kristen harus menaati Firman Tuhan. dalam Nahum 1:7,8 dikatakan: TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya dan menyeberangkan mereka pada waktu banjir. Ia menghabisi sama sekali orang-orang yang bangkit melawan Dia, dan musuh-Nya dihalau-Nya ke dalam gelap. Jadi, orang Kristen bisa ada dalam kesusahan, tetapi ada tempat pengungsian dan perlindungan yaitu Tuhan yang baik. Kita banyak dapat kesusahan tetapi bentuknya kita tidak tahu. Tuhan mengenal dan tahu orang-orang yang berlindung pada-Nya.

Saat ini orang sedang dilanda ketakutan dengan adanya virus Zika. Kebanyakan virus ini menyerang wanita dan jika kena kepada ibu hamil maka anaknya bisa cacat atau meninggal. Sehingga siapapun yang keluar masuk Singapura harus membawa kartu atau surat yang menunjukkan orang tersebut sehat atau ada memiliki suatu penyakit.
Dunia ini adalah dunia yang penuh dengan kejahatan, dan Tuhan benci dengan kejahatan. Tuhan itu panjang sabar, dalam terjemahan Inggris ditulis bahwa Tuhan itu lambat untuk marah. Oleh karena itu banyak orang Kristen yang tidak beribadah menganggap hal itu bukan suatu masalah yang besar karena Tuhan tetap memelihara hidup mereka. Ini adalah pandangan yang keliru. Tuhan memang panjang sabar, tetapi orang yang bersalah tetap akan mendapatkan hukuman.

Walaupun kita menghadapi kesulitan dalam hidup ini, tetapi marilah kita tetap berlindung pada Tuhan dan setia beribadah. Terus melakukan Firman dan tetap berdoa. Di akhir zaman ini, ekonomi bisa berubah dengan cepat, penyakit yang disebabkan oleh virus semakin banyak, tetapi Tuhan akan menjaga orang-orang yang berlindung pada-Nya. Amin. Ringkasan Khotbah Pdt. M D Wakkary, Minggu 4 September 2016 (Ibadah Raya ll)