log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 23 Oktober 2016 00:00

SAHABAT YANG TERBAIK

Written by  Pdt. Ridwan Lumban Tobing
Gembala Sidang GPdI Putri Sion Gembala Sidang GPdI Putri Sion

Kita semua pasti punya sahabat, tetapi sahabat terbaik kita adalah Yesus. Hidup akan menjadi sangat indah apabila kita bisa saling peduli satu dengan yang lain. Kita peduli kepada orang lain, begitu juga sebaliknya. Karena salah satu kebutuhan dasar manusia adalah dihargai, dihormati dan dipedulikan. Manusia diciptakan Tuhan untuk saling membutuhkan satu dengan yang lain. Itulah sebabnya kita memerlukan teman atau sahabat untuk saling berbagi dalam segala hal karena manusia tidak bisa hidup sendirian.

Berbicara tentang sahabat berarti kita bicara tentang hubungan. Hubungan itu harus baik, lancar dan harus terjaga, karena hal ini yang akan bisa membuat kita mempertahankan persahabatan lebih lama. Inilah kunci untuk menjaga persahabatan yaitu saling mengingat, mengasihi dan memberikan semangat.
Demikian juga kita sebagai sahabatnya Yesus, kita harus selalu mengingat Dia dimanapun kita berada, karena Dia juga mengingat kita. Sahabat yang baik adalah dia yang bisa menjaga hal-hal yang bersifat pribadi dan turut merasakan apa yang dirasakan oleh sahabatnya, juga berusaha untuk tidak mengecewakannya.

Yang dilarang dalam Firman Tuhan adalah kita jangan bersahabat dengan dunia, karena orang yang mengasihi dunia sebenarnya dia tidak mengasihi Tuhan. Dalam dunia ini ada keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup, tetapi kita diajar untuk mengasihi Tuhan dan bersahabat dengan Tuhan bukan bersahabat dengan dunia.

Dalam Yohanes 11:1-6 diceritakan bahwa Yesus sangat sangat mengasihi Marta, Maria dan Lazarus. Dalam ayat 5 ditulis: Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. Jarang dalam Alkitab ditulis kata-kata seperti itu walaupun memang Tuhan mengasihi kita semua, tetapi di ayat ini dikatakan dengan jelas bahwa Yesus mengasihi 3 bersaudara ini, mereka bersahabat dan berteman. Manusia membutuhkan Tuhan sebagai sahabat terbaik untuk bisa hidup tenang dan damai. Tuhan membutuhkan kita untuk memuliakan-Nya. Pertanyaannya bagi kita: maukah anda bersahabat dengan Yesus?

Ada 3 hal yang perlu kira ketahui kalau bersahabat baik dengan Tuhan:

1. Yesus adalah sahabat yang penuh kasih. Seperti dalam ayat itu dikatakan: Yesus mengasihi Maria, Marta dan Lazarus. Jadi persabatan itu harus saling mengasihi, saling mengisi dan saling memberi, sebagaimana Maria memberi yang terbaik untuk Yesus yaitu minyak yang bagus dan mahal. Yesus sangat memperhitungkan hal ini. Oleh sebab itu, semua orang yang memberi hidup sepenuhnya kepada Tuhan, mencintai dan mengasihi-Nya, maka Tuhan akan selalu mempedulikan dan mengingat orang itu.
Yesus adalah sahabat yang penuh kasih dan mencintai kita, meskipun kadangkala dia mengizinkan melapetaka, kesulitan dan persoalan datang kepada kita. Semua itu diizinkan terjadi karena ada sesuatu yang Dia inginkan dari kita. Karena kita tidak akan naik kelas, kita tidak akan bertumbuh kalau tidak mau menghadapi ujian dan rintangan. Firman Tuhan katakan bahwa pencobaan-pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatanmu. Dari ayat ini kita dapat mengerti bahwa ketika ada pencobaan, Tuhan tahu kekuatan kita.

Kalau itu sudah melampaui kekuatan kita, kalimat selanjutnya berkata bahwa Tuhan akan memberikan jalan keluar. Jadi kalau kita hanya mampu mengangkat beban 100 kg, maka Tuhan tidak akan memberikan 200 kg. Oleh karena itu ketika datang pencobaan jangan langsung menyalahkan Tuhan. Seringkali orang Kristen memiliki banyak sekali alasan kalau ditanya kenapa tidak datang beribadah. Dia akan katakan: makin saya dekat dengan Tuhan, semakin banyak masalah kami. Padahal dia tidak tahu Tuhan sedang mengujinya supaya naik tingkat.
Sahabat yang terbaik itu Tuhan Yesus, Dia tahu kekuatan kita. Dia izinkan kita mengalami hal-hal yang sulit seperti yang dialami Marta dan Maria, bukan karena Dia benci. Semuanya diluaskan terjadi karena Dia mengasihi Marta, Maria dan Lazarus.
Janganlah lari kalau ada masalah walaupun kita sudah dekat dengan Tuhan. Ada pepatah katakan: semakin tinggi pohon semakin besar anginnya, semakin besar goncangannya. Semakin kita berohani dalam Tuhan, semakin banyak juga tantangan yang kita hadapi. Itu berarti iman kita bertumbuh, tidak menjadi iman yang kerdil. Walaupun dikasihi Tuhan, Maria dan Marta tetap mengalami pencobaan.

2. Yesus adalah sahabat yang penuh pengertian (ayat 21-26,32). Dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa Yesus adalah sahabat yang penuh pengertian karena Ia mengerti kesengsaraan kita yang paling berat, dan Ia ikut merasakan kesedihan kita yang paling pedih. Dalam ayat selanjutnya dikatakan Yesus sampai menangis. Itu menandakan bagaimana hubungan mereka yang begitu dekat. Apa yang mereka rasakan itu dirasakan oleh Yesus, dan apa yang mereka alami itu juga yang dialami Yesus.

Beban-beban yang ada dalam hidup kita Yesus ikut merasakannya, karena Dialah sahabat kita yang terbaik, mengerti setiap isi hati kita. Sahabat yang baik bisa merasakan apa yang kita alami, bukan yang tertawa melihat kesedihan kita. Itulah sebabnya kita harus berhubungan dan bersahabat intim dengan Tuhan, supaya apa yang kita alami Dia juga mengalaminya.
Saya juga sebagai manusia punya masalah dan beban yang dialami. Sebagai seorang gembala, apabila semakin banyak jemaat yang digembalakan maka semakin banyak beban yang dipikul. Menjadi seorang gembala tidaklah mudah karena memiliki tanggung jawab yang besar. Bukan hanya bergumul dan berdoa untuk masalah sendiri, tetapi juga harus bergumul untuk masalah dan persoalan yang dihadapi jemaat. Tetapi karena bersahabat dengan Tuhan maka Dia tahu isi hati kita.

3. Yesus adalah sahabat yang berkuasa (ayat 37-44). Disini kita melihat bagaimana Yesus sebagai sahabat yang berkuasa mengerjakan hal-hal yang ajaib. Dalam ayat ini dikatakan bahwa Lazarus sudah dikubur 4 hari lamanya. Tetapi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Semua mungkin bagi Dia, yang sudah mati dan berbau sekalipun, bisa dibangkitkan kembali. Tuhan sanggup mengerjakan hal-hal yang tidak mungkin. Iman Marta tidak begitu kuat walaupun sebelumnya dia sudah berkata kepada Yesus: aku tahu dia akan bangkit (ayat 24), tetapi dalam ayat ini juga Marta yang berkata dalam ayat 39: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." Tetapi alkitab berkata bahwa Yesus datang di depan kubur itu dan berkata: gulingkan batu itu. Dia panggil Lazarus keluar dari kubur dan hidup kembali. Itulah Yesus yang sama, yang akan menolong kita, membangkitkan ekonomi kita, membangkitkan kesehatan kita dan membangkitkan keluarga kita dari keterpurukan, asalkan kita bersahabat dengan Dia.

Tidak ada sahabat yang peduli kepada kita selain Yesus. Dia penuh kasih, penuh pengertian dan yang berkuasa. Amin. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. Ridwan Lumban Tobing, Minggu 16 Oktober 2016  ibadah Raya 2