log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 06 November 2016 00:00

HIDUP YANG BERBEDA DENGAN DUNIA

Written by  Pdt. Hesky Rorong
HIDUP YANG BERBEDA DENGAN DUNIA Gembala Sidang GPdI Bethesda, Bekasi, Jawa Barat

Daniel 6:1-6 Sebagai orang yang percaya, kita pasti ingin hidup lebih baik karena kerajaan Surga hanya ditempati oleh orang-orang yang lebih baik dan punya prestasi dalam melakukan kehendak Tuhan. kita memiliki Firman yang menjadi acuan dan petunjuk dalam perjalanan hidup kita.
Ayat-ayat ini menceritakan tentang Daniel, selain memiliki arti nama yang sangat baik, dia juga mempunyai prestasi yang baik. Karena prestasinya ini, sangatlah pantas kalau dia duduk sebagai wakil raja. Daniel juga memiliki keunggulan yang hebat karena dia memiliki ‘roh yang luar biasa’, artinya dia punya kuasa Roh Kudus sehingga dia berbeda dan lebih dari pejabat yang lainnya. .
Tidak semua orang suka ketika Daniel diangkat menjadi wakil raja. Setiap orang yang dalam pekerjaannya memiliki prestasi dan nama baik, pasti ada yang tidak senang. Tetapi Daniel tidak menghiraukan itu karena dia tahu bahwa yang mengangkat dirinya adalah Tuhan. .
Dalam ayat 5 dikatakan: Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel... Daniel menampilkan hidup dan pribadi yang baik, jujur, bertanggung jawab sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk menjatuhkan Daniel dalam hal pemerintahan. Daniel bukannya manusia yang tidak punya kekurangan, tetapi yang membuat dia tidak mempunyai kelalaian dalam pekerjaan karena ada Roh Allah yang menolong dan menyertainya sehingga apapun yang dikerjakannya semuanya baik. .

Sebagai gereja Tuhan kita belajar dari Daniel. Kalau kita mau hidup lebih baik dan menampilkan prestasi-prestasi yang lebih baik, menampilkan pribadi yang jujur dan bertanggung jawab maka milikilah Roh Kudus. Karena Daniel tidak melakukan kesalahan, maka mereka mulai soroti ibadah dan kepercayaannya. Ini yang sedang terjadi di sekitar kita, bukan cuma penampilan fisik kita yang disorot tetapi juga kepercayaan kita kepada Tuhan. Jangan sampai kita kurangi pengiringan kita kepada Tuhan hanya karena iman percaya kita disorot. Mujizat itu terjadi bukan pada waktu kita senang dan bahagia tetapi pada waktu kita sedang menghadapi persoalan, kesulitan, masalah dan kita menyerahkan hidup kepada Tuhan, mengandalkan kekuatan-Nya dan meminta kuasa Roh Kudus bekerja. .

Gereja Tuhan sekarang diperhadapkan dengan masa-masa yang sulit. Anak-anak Tuhan yang berkualitas bukan hanya dilihat dari pekerjaannya tetapi bagaimana dia mempunyai kehidupan rohani yang matang di dalam Tuhan. Kalau mempunyai kehidupan rohani yang matang dan berkualitas, maka dia tidak terpengaruh dengan pengajaran sesat dan juga hal-hal lainnya yang bisa mengotori imannya. .
Itu sebabnya sebagai anak Tuhan, kita harus menjauhkan diri dari perbuatan daging (Galatia 5:19-21) Rasul Paulus memperingatkan dalam ayat 21 bahwa barangsiapa yang melakukan hal yang demikian tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Dengan kekuatan sendiri kita tidak akan bisa, tetapi hanya pekerjaan Roh Kudus yang sanggup menolong kita untuk dapat berjalan di dalam kehendak Allah. Pengiringan kita kepada Tuhan bukan hanya diberkati secara finansial tetapi kita punya tujuan yaitu Kerajaan Allah. Kalau sebagai orang percaya yang kita tonjolkan adalah keinginan daging maka kita kehilangan kesaksian. Oleh karena itu Yohanes katakan: biarlah Engkau yang bertambah-tambah dan aku semakin berkurang. Artinya: manusianya itu harus ditekan dan yang bertambah-tambah adalah manusia rohani yang akan memiliki kerajaan Allah. .
Ke’akuan’ kita yang harus ditekan dan berkurang, kalau kerohanian yang kita tonjolkan sudah pasti kita punya kesaksian di mana pun kita berada.

Sehingga di pekerjaan atau di kantor orang akan melihat benar kita ini anak Tuhan dan tidak perlu kita berkata datang pada Yesus maka engkau akan selamat, tetapi orang akan melihat cara hidupmu dan kerohanianmu. Jika rohani yang bertambah-tambah maka otomatis sikap kita akan berdampak baik kepada orang lain. .
Perbuatan daging telah nyata, kecemaran, hawa nafsu... Nafsu itu adalah buatan Tuhan, kalau kita tidak punya keinginan maka kita tidak bisa makan. Tetapi kalau nafsu atau keinginan ditunggangi Iblis maka akan menjadi liar, sehingga yang tidak halal menjadi halal. Karena nafsu dan keinginan hanya bisa dikendalikan karena kuasa Roh Kudus, oleh sebab itu Daniel mampu menjadi orang yang terbaik bukan saja dalam hal pekerjaannya tetapi juga rohaninya..
Penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati... Iri hati itu sejajar dengan penyembahan berhala, walaupun iri hati tidak kelihatan. Mungkin ada orang berkata: saya ini bukan penyembah berhala, saya tidak melakukan pencemaran, tetapi kalau di dalam hati ada iri hati maka itu sama saja, dan ini harus disingkirkan. Sebab selama keinginan daging, hawa nafsu ini ada dalam hidup kita, maka kita sebagai anak Tuhan kehilangan kesaksian yang baik. Bagaimana supaya anak Tuhan mengalami perubahan total dalam hidup, apa yang harus dilakukan? : .

1. Roma 12:1-2: Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahakan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Oleh karena itu Yesus katakan kalau kita datang dan menyembah Allah, biarlah menyembah di dalam roh dan kebenaran. Jadi kita tidak hanya sekedar menyanyi dan memuji tetapi melibatkan kuasa Allah di dalam apa yang kita lakukan, sehingga pujian kita, perbuatan kita, ibadah kita berkenan kepada Allah. Kalau ibadah kita berkenan kepada Allah sudah pasti Allah akan memberkati kita. Ada yang harus kita lakukan untuk mencapai semua itu, yaitu kalau kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, itu adalah ibadah yang sejati, ibadah yang berkenan kepada Tuhan, ibadah yang diurapi, ibadah yang naik bagaikan ukupan harum ke hadapan Tuhan. .

2. Dalam ayat 2: Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Sebagai anak Tuhan, untuk kita dapat mengerti mana kehendak Allah, membedakan mana kehendak Allah dan yang bukan maka kita harus mempersembahkan hidup kita dan jangan hidup seperti cara-cara dunia. Selama kita mengadopsi cara-cara dunia di dalam pengiringan kita kepada Tuhan, maka kita tidak bisa membedakan mana kehendak Allah dan mana yang bukan. Mengapa kita harus memiliki cara hidup yang lebih baik? Karena keselamatan kita harus dipelihara dengan cara hidup yang demikian. .

Wahyu 16:15 "Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya." Amin! Haleluyah

Ringkasan khotbah Pdt. Hesky Rorong (Bekasi, Jawa Barat), 30 Oktober 2016 Ibadah Raya 2