log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 13 November 2016 00:00

PERLINDUNGAN TUHAN

Written by  Pdt. Djoni Salu

Mazmur 91:1-16

Kata kunci dari perikop ini adalah ‘perlindungan’. Kita selalu membutuhkan perlindungan Tuhan. Kekayaan tidak menjamin manusia dapat hidup tanpa ancaman, apalagi di akhir zaman ini begitu banyak orang hidup dalam kepanikan. Allah adalah perlindungan kita sebagai orang yang percaya. Dia adalah perlindungan yang teguh.
Kita pasti tidak mau hidup dan tinggal di daerah atau tempat yang ada ancaman. Walaupun kita tahu bahwa sewaktu-waktu bisa saja ancaman itu terjadi dan kita hanya bisa berlindung pada Tuhan karena Dia setia memberikan perlindungan kepada kita. Kitalah yang seringkali tidak setia dan meminta pertolongan serta perlindungan di tempat lain.
Tempat perlindungan kita yang sejati adalah Tuhan sendiri. Di dunia ini tidak ada tempat yang olehnya kita mendapatkan jaminan keamanan seutuhnya selain dari pada Tuhan.
Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." (ayat 1,2). Ancaman yang datang dalam hidup kita bisa dalam bentuk persoalan ekonomi, rumah tangga, juga penyakit. Tidak ada cara lain atau langkah yang tepat selain datang kepada Tuhan. "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” Inilah yang harus menjadi keyakinan iman kita dalam Tuhan, apapun ancamannya, apapun bahaya yang akan menimpa kita, Allah menjadi tempat perlindungan kita. Dia, Allah yang selalu hadir dan menyertai kita. Dia tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita karena Dia Allah yang setia. Kita manusia yang seringkali ragu dan tidak taat. Di dalam tangan Tuhan ada jaminan perlindungan bagi kita.
Ayat 3 Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Ini juga salah satu ancaman yang datang, karena Iblis belum dirantai dan masih berkeliaran di bumi, maka dia masih memiliki kesempatan untuk menjerat dan menjatuhkan kita. Dia berusaha dengan segala tipu daya untuk mengancam kita dengan berbagai jebakan.
Seringkali manusia tidak berdaya untuk keluar dari jerat Iblis, tetapi Yesus menjadi satu-satunya tempat perlindungan kita. Dosa juga bisa menjadi jebakan bagi kita. Firman Tuhan yang disampaikan hamba-hamba Tuhan yang berkhotbah akhir-akhir ini selalu berbicara tentang kekudusan dan kesucian hidup orang percaya. Kalau kita hidup kudus dan suci maka kita akan berkenan kepada Tuhan.
Setiap saat Iblis memasang jerat bagi kita, di satu hal mungkin kita bisa lolos, tetapi di dalam hal yang lain kita mungkin tidak sanggup melepaskan diri. Oleh sebab itu kita harus menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan kita. Hari-hari ini dosa begitu merajalela, dan tidak menutup kemungkinan itu juga bisa masuk dalam kehidupan anak-anak Tuhan. Walaupun kelihatannya beribadah kepada Tuhan tetapi hatinya menyimpan kepahitan dan tidak rela memberikan pengampunan.
Dalam Lukas 4:1-13, Yesus yang penuh dengan Roh Kudus dicobai oleh Iblis dan jebakan yang sama juga dirancang Iblis untuk menjatuhkan orang percaya supaya tergoda melakukan dosa, dia ingin mengikat kita.
Dalam ayat ini Iblis belum mengakhiri pencobaannya. Dia mundur dari Yesus dan mencari waktu yang tepat. Dia mencari kita yang percaya, menunggu kesempatan baik dan menjeratnya dengan perkara-perkara yang tidak berkenan kepada Tuhan.
Kalau ada orang yang melepaskan diri dan meninggalkan Tuhan, tidak melekat kepada-Nya maka gampang bagi Iblis untuk menjeratnya. Yesus saja yang penuh dengan Roh Kudus datang dicobai oleh Iblis apalagi kita manusia. Kita banyak kelemahan dan gampang berbuat dosa sehingga Iblis dengan mudah untuk melakukan tipu daya dan jerat.
Ayat 4-6 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Di sini ada ancaman penyakit. Hari-hari ini banyak cara dilakukan orang agar sehat dan tidak gampang terkena penyakit. Tetapi kita perhatikan Firman Tuhan, ketika kita berlindung pada Tuhan, ada jaminan bahwa Dia sanggup menyembuhkan kita. 1 Petrus 2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Banyak cara yang kita lakukan untuk mendapatkan kesembuhan, tetapi kesembuhan yang sempurna hanya datang dari Yesus Kristus. Yesus sudah mati dan bangkit bagi kita, oleh karena itu apapun ancaman penyakit yang datang, kita yakin oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.
Kita tidak perlu takut karena Dia adalah Allah yang menjadi perlindungan dan kubu pertahanan kita, Dia yang akan membela kita, maka kita akan merasa aman, dipenuhi damai sejahtera dan ada ketenangan. Daud katakan dalam Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Dialah Tuhan yang melindungi kita sehingga tidak ada lagi ketakutan terhadap bahaya. Harta dan uang tidak menjadi jaminan kita aman, nyaman dan tenang. Oleh karena itu kalau kita diberkati, kita juga harus menjadi berkat.
Mazmur 46:2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Allah menjadi perlindungan dan sumber kekuatan kita. Banyak kesesakan, pergumulan kita alami bahkan yang paling berat sekalipun, tetapi kita dilepaskan Tuhan dari semuanya itu. Inilah bukti bahwa Allah yang kita sembah mampu dan sanggup menolong kita.
Kata “melindungi” dalam ayat ini artinya mengawasi, menjaga, mengawal, memelihara. Gambarannya seperti seorang bodyguard yang selalu mengawasi kliennya di segala sisi. Tuhan menjaga, melindungi, menjamin hidup kita.
Bagaimana kita memperoleh jaminan Tuhan itu? Pertama: setia kepada Tuhan, ayat 1: Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa. Kedua: membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, ayat 1:14 "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku...” Ketiga: tetap berdoa dan berseru kepada Tuhan, ayat 15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Allah yang akan menjadi jaminan kiat, Dia akan melindungi, menyertai, memelihara dan memuliakan kita. Puji Tuhan! Haleluyah