log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 11 Desember 2016 00:00

ALLAH ITU KASIH

Written by  Pdt. M. D. Wakkary

Ketika membaca dan menyelidiki Alkitab, beberapa hari lalu saya selalu dibawa dan ditunjukkan Tuhan kepada ayat yang sudah biasa kita baca dan sering disebut ‘ayat Natal’. Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Dalam ayat ini tersimpul seluruh isi Alkitab. Ayat ini bukan hanya bagus maknanya tetapi juga berkuasa dan bersejarah. Saya akan uraikan ayat ini dalam beberapa hal.

1. Dalam ayat ini diutarakan tentang sifat Allah. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini. Inilah watak ilahi yang harus kita pelajari dan miliki. Allah yang kita sembah, puji dan tinggikan adalah Allah yang penuh kasih.
Setiap orang tua umumnya mengasihi anaknya. Kita manusia adalah bagian dari ciptaan Allah dan semua ciptaan itu bagus. Dalam kitab Kejadian 1, semua ciptaan Allah itu sempurna dan baik. Tetapi ciptaan yang luar biasa dan paling sempurna adalah manusia. Dunia adalah satu-satunya planet di seluruh alam semesta ini yang ada manusia. Ada ribu planet di alam semesta ini, tetapi dibandingkan planet-planet yang lain, dunia adalah ciptaan yang khas. Dan kita manusia adalah ciptaan yang istimewa diciptakan menurut gambarnya Allah, kitalah manusia.
Itu sebabnya Allah begitu besar mengasihi manusia. Dan tanpa Allah manusia tidak bisa selamat dari kebinasaan yang kekal. Hidup manusia mempunyai 2 dimensi : hidup sekarang di dunia ini dan hidup yang kekal. Orang yang mau hidup hanya di dunia ini akan mengalami kematian kekal. Tetapi hidup yang kekal, tidak ada batas waktu adalah hidup senang di sorga. Tuhan tidak ingin melihat manusia binasa masuk ke neraka.

Kita adalah anak-anak yang telah dibayar dengan nyawa-Nya melalui pengorbanan Yesus Kristus untuk tidak binasa. Melalui proses yang panjang, Allah menyerahkan Anak-Nya yang tunggal. Lahir dari rahim Maria, mengalami kehidupan sebagai manusia, menjadi tukang kayu, dan akhirnya harus mati di salib Golgota. Itulah sebabnya kita memperingati wafatnya Yesus Kristus, hari jumat agung. Ketika Ia mati terjadi kegelapan selama 3 jam. Allah tidak bisa melihat Anak-Nya yang mati, sehingga dunia gelap karena Yesus yang tak berdosa memikul seluruh dosa manusia. Dalam hidup-nya sebagai manusia, Dia mengalami penderitaa-penderitaan yang luar biasa. Semuanya terjadi karena besarnya Kasih Allah kepada manusia.
Kita selalu diingatkan bahwa sebagai orang yang percaya kepada Allah, kita tidak akan binasa dan tidak masuk neraka, tetapi akan ke sorga untuk beroleh hidup yang kekal. Oleh karena itu, melalui perayaan-perayaan natal, kita selalu diingatkan tentang besarnya kasih Allah akan dunia ini dan manusia.

1 Yohanes 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Walaupun kita sudah lama menjadi orang Kristen, beribadah setiap hari minggu, rajin memberi kolekte dan perpuluhan, tetapi tidak mengasihi berarti dia tidak mengenal Allah. Keistimewaan dan kekhasan kita sebagai orang kristen adalah hidup dalam kasih.

2. Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. Keselamatan dalam kristen adalah urusan pribadi, tidak bergantung kepada orang lain. Orang harus percaya kepada Anak-Nya untuk beroleh hidup yang kekal, yaitu Yesus yang telah dikorbankan. Tetapi dalam ayat ini, semua yang percaya akan menerima kuasa Roh Kudus.
Sedangkan hidup yang kekal Tuhan jamin, apalagi hidup yang sementara ini. Banyak orang lebih kuatir tentang hidup yang sementara ini. Kita memang belum sampai kepada hidup yang kekal itu, kita masih ada di dunia. Dan Tuhan menjamin hidup kita sekarang yang sementara.
Apa jaminan kita yang masih hidup di dunia bahwa kita akan menerima hidup yang kekal? Kita diangkat menjadi anak-anak Allah. Karena kita adalah anakNya maka Dia akan menolong kita, menjaga kita dan memenuhi segala yang menjadi keperluan, kebutuhan kita.

Beberapa tahun yang lalu, ketiga anak saya meminta untuk mereka bisa sekolah di luar negeri. Saya katakan semuanya bisa, mari kita berdoa kepada Tuhan karena kami hamba Tuhan. Tuhan menjawab memberkati saya dan mereka semua bisa sekolah diluar negri. Saya memang tidak mengecap pendidikan di luar negeri. Saat berumur 16 tahun, saya sudah masuk sekolah Alkitab. Saya belajar bahasa Belanda hanya dari orang tua saya. Saya belajar bahasa Inggris sendiri, kemudian belajar teologia dan saya tidak punya pendidikan tinggi yang panjang. Oleh karena itu saya berdoa supaya Tuhan memberikan kesempatan kepada anak-anak saya supaya bisa lebih dari bapaknya.

Kita yang percaya Yesus adalah anak-anak Allah, oleh karena itu jangan takut. Kalau kita adalah anak Allah, kita tidak akan ragu untuk meminta kepada Bapa. Allah mengasihi kita dan Dia akan mencukupkan semua keperluan kebutuhan kita. Haleluyah

Ringkasan khotbah Pdt. M. D. Wakkary, 4 Desember 2016 Ibadah Raya ke 2