log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 15 Januari 2017 00:00

MENJADI PRIBADI YANG KUAT

Written by  Pdt. Oloan Batuara
Gembala GPdI KASIH BAPA Gembala GPdI KASIH BAPA

Yesaya 40:29-31 29

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. 30Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, 31tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Kenapa harus menjadi pribadi yang kuat? Karena hanya orang kuat yang mampu mengatasi masalah dan kesulitan-kesulitan. Kuat artinya tidak lemah, bahkan dia bisa membantu orang-orang yang lemah. Sebagai anak Tuhan kita juga membutuhkan kekuatan.
Penulis kitab ini yaitu nabi Yesaya, melayani pada waktu bangsa Israel mengalami kebimbangan, keraguan, ketidakpercayaan, bahkan mereka mengalami tekanan-tekanan dari bangsa luar sehingga mereka menjadi lemah. Keadaan ini hampir sama dengan yang kita alami sekarang. Dalam menjalani tahun 2017, banyak hal yang kita tidak mengerti bisa terjadi. Bagaimanakah seharusnya orang percaya hidup di tengah-tengah situasi seperti ini? Jawabannya adalah kita harus menjadi pribadi yang kuat.
1. KEBUTUHAN MUTLAK ADALAH MENJADI KUAT.
Dalam ayat 29 dikatakan: Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Kuat di sini artinya kuat jasmaninya dan kuat rohaninya. Kuat jasmani berbicara tentang fisik kita, keadaan tubuh ini. Juga berbicara tentang ekonomi dan keuangan, karena bagaimanapun juga kita tidak bisa mengabaikan hal-hal itu. Salah satu kesulitan juga bagi kami hamba Tuhan seringkali adalah soal keuangan ini. Banyak rencana, banyak ide tetapi semuanya juga bergantung pada seberapa banyak dana dan kesanggupan kita. Kita harus yakin bahwa potensi keuangan juga ada pada kita orang yang percaya. Alkitab selalu mendorong kita sebagai anak Tuhan bahwa kita juga bisa mengalami berkat-berkat Tuhan. Kuat dalam hal ekonomi juga menjadi doa dan harapan kita.
Kuat secara rohani adalah memiliki iman yang kuat, ibadah yang kuat, doa dan hubungan dengan Tuhan juga kuat. Inilah yang membuat kita mampu maju melihat ke depan di mana kemenangan pasti terjadi.
2. MENYADARI BAHWA DALAM DIRI KITA ADA POTENSI KUAT.
Potensi untuk menjadi kuat itu ada sekalipun kita berkata: saya ini lemah. Mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Kita orang yang percaya diumpamakan seperti rajawali. Rajawali adalah burung yang luar biasa. Hal-hal yang bisa kita pelajari dari rajawali: pertama, rajawali bisa melipatgandakan kekuatannya justru pada saat badai datang. Kalau manusia sudah lelah pasti akan istirahat, tapi beda dengan rajawali yang menyukai tantangan.
Saya selalu katakan kepada anak-anak muda yang ada dalam pelayanan kami bahwa mereka punya potensi besar, karena kita seperti rajawali. Kita mungkin sering merasa diri tidak bisa berbuat apa-apa karena dari desa, pendidikan yang tidak tinggi, tetapi kita jangan meresa rendah diri karena potensi kekuatan ada pada kita. Kita seperti rajawali yang memiliki kekuatan yang tersembunyi dan harus dimunculkan.
Yang kedua, rajawali dapat memperbaharui kekuatannya, berbeda dengan burung-burung yang lain. Kalau melihat hidup rajawali, usia 40 tahun sudah menjadi tua. Bulu-bulunya sudah lebat, paruhnya sudah tidak tajam lagi, cakarnyapun sudah menjadi tumpul padahal kekuatannya untuk mencari mangsa ada di cakarnya, ada di sayapnya dan ada di paruhnya. Berarti ada pilihan, kalau sudah tua tinggal menunggu mati, tetapi rajawali memiliki suatu kesanggupan memperbaharui kekuatannya. Oleh karena itu rajawali ini akan pergi ke suatu bukit yang tinggi, berpuasa sambil mematukkan mulutnya pada batu sehingga paruhnya yang sudah tua itu lepas. Mungkin pada waktu itu rajawali ini kesakitan sambil mengeluarkan darah. Sayapnya dikepak-kepakkan supaya rontok bulu-bulunya. Rajawali ini juga menggaruk-garuk batu sehingga cakar-cakar yang lama itu terlepas, dan harus menunggu di sana berhari-hari sampai paruh yang baru muncul, sayapnya mulai ditumbuhi dengan bulu-bulu yang baru dan cakarnya yang baru dan tajam muncul kembali.
Ketika Yesaya berkata kamu seperti rajawali, ini adalah perkataan yang luar biasa dan memberikan semangat kepada kita. Mungkin ada yang berkata: saya sudah tua, apa lagi yang bisa saya lakukan? Tetapi Firman Tuhan berkata bahwa kita digambarkan seperti rajawali yang bisa memperbaharui kekuatannya. Ketika kita sudah tidak sanggup lagi, datanglah kepada sumber kekuatan itu.
3. MENERIMA KEKUATAN KETIKA KITA DATANG KEPADA TUHAN.
Inilah solusinya, kita butuh kekuatan, kesanggupan dan pertolongan Tuhan. Dalam ayat 30, Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, Orang-orang muda ini berbicara tentang kekuatan. Salomo berkata: Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan orang tua ialah uban (Amsal 20:29). Tetapi dalam kitab Yesaya ini dikatakan bahwa orang-orang muda bisa tidak berdaya dan tidak ada kekuatannya lagi. Jadi tidak ada lagi harapan. Teruna adalah orang-orang terlatih, berpendidikan, orang yang dikhususkan. Tetapi mereka juga lemah, jatuh tersandung. Tidak ada lagi harapan untuk bisa menang, untuk bisa kuat atau bertindak. Alkitab katakan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru. Artinya kekuatan sejati ada dalam Tuhan. Manusia terbatas kekuatannya, terbatas inteleknya tetapi ada satu sumber yang tidak terbatas yaitu Tuhan yang memiliki kuasa yang luar biasa.
Daniel 11:31,32 Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan. Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak. Daniel sedang bernubuat tentang masa yang sukar di akhir zaman, mungkin saat ini sudah mulai terasa kesukaran itu. Bukan hanya kesukaran masalah keamanan, ekonomi, kesehatan, bisnis tetapi juga masalah keluarga.
Dalam ayat ini ada tentara yang muncul yaitu tentara Iblis, sehingga setiap orang bahkan orang percaya berada dalam situasi yang sulit. Tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak. Orang yang mengenal Kristus dengan pengenalan intim (Yunani=EPIGINOSKO), yaitu pengenalan seperti suami isteri. Ketika kita datang kepada Tuhan dengan pengenalan yang intim, maka kita akan diberikan kekuatan oleh Tuhan untuk bertahan dalam segala situasi. Tuhan Yesus memberkati. Haleluyah! Ringkasan Khotbah Pdt. Oloan Batuara (Dusun IV - Medan Estate), Minggu, 8 Januari 2017 (Ibadah Raya II)