log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 05 Februari 2017 00:00

TUHAN PUNYA CARA UNTUK MENOLONG

Written by  Ibu Pdt. Marie Polii
Gembala GSPDI Kawangkoan Gembala GSPDI Kawangkoan

2 Raja-raja 5:1-14

Tuhan selalu bekerja menolong umat-Nya dengan cara-Nya sendiri, bukan dengan cara atau logika kita manusia. Dalam ayat 1 dikatakan bahwa Naaman itu adalah seorang pejabat, seorang panglima dari kerajaan Aram. Karena kepemimpinannya maka kerajaan Aram menjadi sangat masyhur. Dia juga seorang yang terpandang, karena dari sekian banyak pejabat dia yang diistimewakan dan disayangi oleh raja. Di sekitar kita mungkin banyak orang-orang yang terpandang tetapi belum tentu disayangi.

Namun, alkitab mencatat bahwa Naaman memiliki masalah dalam hal penyakit, karena dia sedang menderita kusta. Sehebat-hebatnya seseorang, dia pasti memiliki masalah dalam hidupnya dan dia memerlukan pertolongan. Penyakit Naaman ini tidak ditemukan solusi penyembuhan di negeri asalnya.

Zaman dahulu, orang yang berpenyakit kusta tidak hanya mengalami sakit dalam fisiknya tetapi juga dalam batinnya, karena harus dikucilkan di tempat yang jauh, disingkirkan dan kalau dia berjalan harus berteriak: Najis! Najis! (Imamat 13:45).

Tetapi kita melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui seorang anak gadis Israel yang tertawan dan tinggal di rumah Naaman, dia berbicara kepada nyonyanya dengan penuh keberanian karena dia tahu di rumah itu sedang ada masalah. Dia dipimpin oleh Roh Kudus dan meyakini bahwa apa yang dia katakan akan akan diresponi oleh tuannya.

Disekitar kita ada begitu banyak orang yang membutuhkan kesaksian kita. Baik di rumah, di tetangga, di tempat kerja ada begitu banyak orang-orang yang membutuhkan kesaksian kita karena mereka sedang berbeban berat, menghadapi masalah yang berat.

Mungkin kita tidak memiliki kata-kata yang hebat tetapi kita punya kesaksian. Jangan kita anggap remeh ketika kita diperhadapkan dengan orang-orang yang mengalami tekanan yang berat, bukan hanya perlu kesembuhan tetapi juga dia perlu keselamatan. Kita memiliki kuasa dari Roh Kudus karena setiap hari kita berdoa, membaca Firman Tuhan dan beribadah kepada Tuhan.

Kita sudah diperlengkapi oleh Tuhan untuk menghadapi segala keadaan, bahkan ketika kita berbicara kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan mereka akan menemukan jalan keluar melalui kita. Kita jangan tinggal diam, jadikan kesaksian kita sebagai alat untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Saya mempunyai teman di Jakarta yang memiliki asisten rumah tangga, dia bersaksi kepada mereka dan berusaha menjadikan mereka anak Tuhan.

Di akhir zaman ini masih begitu banyak jiwa yang terhilang dan perlu untuk diselamatkan, dan kitalah yang akan dipakai Tuhan untuk menyelamatkan mereka. Karena begitu banyak orang yang belum percaya kepada Yesus menjadi percaya hanya karena kesaksian seseorang. Keselamatan tidak lama lagi akan menjadi bagian kita karena Yesus akan datang kali yang kedua. Bukan hanya hamba Tuhan yang memberitakan Injil tetapi kita juga. Kita memberitakan Injil kepada orang lain melalui kesaksian hidup kita yang sudah ditolong dan diselamatkan Tuhan.

Ketika kesaksian anak kecil ini diterima oleh keluarga Naaman, mereka melapor kepada raja dan diberi wewenang untuk pergi ke Israel, walaupun dalam prosesnya raja Israel menjadi marah karena dia berpikir ini akan menjadi penyebab kecelakaan bagi Israel. Tetapi sesungguhnya rencana Tuhan tidak pernah salah, rancangan-Nya tidak akan gagal.

Kita sedang melangkah di tahun 2017 ini, dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan kita, tetapi satu hal yang kita percaya bahwa rencana Tuhan tidak pernah gagal.

Dalam ayat 7 dan 8 dikatakan: Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata: "Allahkah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Tetapi sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku." Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel.” Raja Israel seolah-olah tidak menerima bahkan menganggap raja Aram ingin mencari masalah dengan dia dan orang Israel. Saat ini kita perlu berdoa bagi pimpinan negara kita supaya mereka percaya kepada Tuhan Yesus. Banyak daerah-daerah di negara kita yang tidak merasakan kebebasan dalam beribadah dan memberitakan Injil.

Elisa mendengar tentang apa yang terjadi dan dia tidak tinggal diam tetapi menyuruh supaya Naaman datang untuk membuktikan bahwa di Israel ada hamba Tuhan dan ada Tuhan yang akan melakukan mujizat. Dan terjadilah demikian, Tuhan menyembuhkan Naaman bukan dengan cara dan logika manusia, tetapi dengan cara-Nya sendiri. Dalam ayat 10 dan 11 Elisa menyuruh Naaman untuk mandi tujuh kali di sungai Yordan, tetapi Naaman menolak karena sungai itu kotor. Ayat 12 Naaman pergi dengan panas hati. Seringkali ketika Firman Tuhan datang dengan keras banyak orang yang menolaknya.

Tuhan punya cara sendiri untuk menolong, bahkan pertolongan tuhan kepada tiap-tiap orang berbeda. Naaman merasa tidak dihargai dan dihormati oleh Elisa, karena sebagai seorang pejabat dan terpandang seharusnya diberikan pelayanan yang baik. Kalau mau menerima pertolongan Tuhan, kita harus merendahkan hati. Terima Firman Allah bukan dengan logika dan perasaan tetapi terima dengan iman. Orang yang mau merendahkan hati adalah orang yang taat kepada Firman Allah.

Akhirnya Naaman menerima Firman Allah, dengan dorongan dari orang-orang sekitarnya yang berkata: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir.” (ayat 13). Ini juga hal yang harus kita lakukan, yaitu saling mendorong, saling menguatkan satu dengan yang lain sesama orang percaya.

Cara Tuhan menolong Naaman yaitu dengan mandi sebanyak 7 kali di sungai Yordan. Angka 7 adalah angka sempurna, pertolongan Tuhan kepada Naaman sempurna. Kalau kita mau mengalami pertolongan Tuhan dengan sempurna, lakukanlah Firman Tuhan dengan sempurna.

Tuhan menolong lewat proses-proses, yang pertama Naaman mendengarkan perintah nabi Elisa. Dengar Firman Allah dan lakukan. Perintah Allah perlu dipahami dan dimengerti. Tuhan katakan: umat-Ku binasa karena tidak mengerti dan memahami Firman Allah. Yang kedua harus melepaskan egonya. Jangan hidup hanya dengan kemauan kita sendiri, tetapi lakukanlah apa yang diinginkan Allah.

Kemudian yang ketiga harus percaya kepada mujizat Allah. Yang keempat kita harus taat dan setia. Naaman tetap taat dan percaya bahwa dibalik perkataan hamba Tuhan ada kuasa, dan dia menerimanya.

Kalau Tuhan menjawab kita, kalau mujizat terjadi maka kita akan terheran-heran melihatnya. Haleluyah!

Ringkasan khotbah Ibu Pdt. Marie Polii, Minggu 29 Januari 2017, Ibadah ke II