log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 26 Februari 2017 00:00

KEMENANGAN ATAS IBLIS

Written by  Ps. John T. L. Maasbach

Wahyu 12:1-11

Banyak hal yang tercatat dalam ayat-ayat ini, tetapi saya mau kita melihat tentang naga besar di ayat 9. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Dialah naga yang memiliki 7 kepala, 10 tanduk dan memakai mahkota di kepalanya. Dia menyombongkan diri dan menganggap dirinya sebagai raja dunia. Dialah ular yang kita baca dalam kitab Kejadian menggoda Adam dan Hawa di taman Eden. Dia juga mengambil anak-anak Tuhan dari tempat mereka berasal ke dalam tempat yang dia inginkan. Dia menghancurkan keindahan ciptaan Allah dan menaruh keterikatan dalam diri manusia.
Kita manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, tetapi Iblis ingin menghancurkannya sehingga manusia menjadi hambanya dan membuat kita jauh dari Bapa. Dia tidak ingin kita pergi begitu saja seperti Firaun yang tidak mau membiarkan bangsa Israel pergi dari tanah Mesir. Dia ingin mengendalikan hidup manusia dengan memberikan beban berat. Iblis juga yang menghalangi manusia untuk mengenal Kristus yaitu Mesias yang menyelamatkan kita umat manusia. Dia tidak mau kita mengalami perjumpaan dengan Yesus, juga tidak mau kita mengenal Yesus lebih dalam lagi.
Yesus datang untuk menghancurkan pekerjaan Iblis. Kita tidak memiliki kemampuan untuk melepaskan diri dari naga itu, tidak ada ritual khusus yang bisa membuat dia pergi, tetapi ada cara kita bisa lepas darinya yaitu melalui Yesus Kristus, karena Dialah yang telah mengalahkan si ular itu. Yesus sudah menginjak-injak kepala ular itu waktu Dia mati di kayu salib.
Iblis atau Setan itu adalah musuh dari gereja. Dunia meninggikan dia karena dunia ini ada dalam kuasanya. Dia adalah penipu dan pencuri, yang datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan.
Gambaran yang kita baca dalam ayat-ayat ini adalah kenyataan yang sedang terjadi saat ini. Dia bukan hanya mengejar perempuan itu tetapi dia juga dilemparkan ke dalam dunia ini dan sedang berfokus untuk menjatuhkan semua orang yang percaya kepada Yesus.
Naga ini adalah malaikat Lucifer, malaikat yang ada di sorga, dialah malaikat pemusik. Dia diciptakan sangat indah tetapi kesombongan mulai masuk dalam hatinya. Dia ingin menjadi sama dengan Sang Pencipta dan memberontak kepada-Nya. Dia menipu 1/3 malaikat untuk ada di posisinya. Dia memang diciptakan sangat indah tetapi kalau dibandingkan dengan Tuhan, dia tidak ada apa-apanya. Dia mempengaruhi 1/3 malaikat dengan liciknya tetapi ketika terjadi peperangan, Lucifer dikalahkan dan dilemparkan ke bumi bersama pengikutnya.
Bagi kita anak-anak Tuhan ada tempat yang tidak bisa didatangi oleh Iblis, yaitu sorga. Jadi, peperangan yang kita alami saat ini pasti akan berakhir karena ada janji dan waktunya akan tiba, Iblis akan dikalahkan sehingga dia tidak lagi memiliki kuasa. Iblis akan dirantai dan akan dimasukan ke dalam tempat siksaan untuk selamanya. Tetapi kita akan memiliki tubuh yang baru dan akan berada bersama-sama dengan Yesus di sorga. Saya sangat semangat untuk melihat hari itu terjadi.
Tetapi saat ini Iblis masih ada dalam dunia dan dia sedang penuh dengan amarah karena dia tahu waktunya sudah dekat, dia tahu ke mana hidupnya akan berakhir. Dia sedang memerangi kita gereja Tuhan dengan berbagai cara. Dia menghalangi dan menutup kesempatan bagi bangsa-bangsa agar mereka tidak menerima Injil. Dia mengikat mereka dengan cara hidup agamawi tanpa ketaatan kepada Firman Tuhan dan lebih mengutamakan tradisi-tradisi untuk dijalankan. Dia juga mengikat mereka dalam dosa dan hidup dengan cara duniawi.
Dia juga menutup mata manusia agar tidak dapat melihat kasih Tuhan, tetapi kita punya kuasa Roh Kudus dan darah Yesus. Bagaimanakah cara kita menang dan melihat musuh hancur? Dalam ayat 11 dikatakan: Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
Ketika saatnya kita sudah berada di sorga berarti kita sudah mengalahkan si Iblis. Tetapi sebelumnya kita harus mengalami peperangan dengan dia di dunia ini. Dia membenci semua orang Kristen terlebih lagi mereka yang suka memberitakan Injil. Karena orang yang memberitakan Injil akan membawa orang lain untuk masuk ke dalam keselamatan dan bebas dari pengaruh si Iblis. Tuhan mau kita menerima kemenangan dengan darahnya Yesus. Inilah senjata kita. Karena kita sudah diselamatkan dan dibasuh dengan darah Anak Domba, yaitu Yesus.
Dikatakan juga bahwa kita bisa mengalahkan si Iblis, ular tua itu dengan perkataan kesaksian. Kuasa hidup dan mati ada dalam lidah kita. Jangan berbicara negatif tetapi mulailah memperkatakan Firman Tuhan. kesalahan dari Hawa waktu di taman Eden adalah mendengarkan suara rayuan ular itu, sehingga dia melakukan dosa. Kita bisa mengusir setan dengan perkataan yang penuh kuasa oleh Roh Kudus.
Kesaksian kita adalah Yesus telah mati untuk doa-dosa kita, Dia telah membasuh hidup kita. Dia memberikan hidup-Nya sehingga kita dibebaskan, Dia mati supaya kita hidup, Dia menjadi miskin supaya kita menjadi kaya. Dan akhirnya, apakah kesamaan orang-orang yang ada di sorga? Mereka memiliki roh yang sama. Ayat 11 mencatat: Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. Mereka tidak mengasihi diri mereka sendiri, tetapi lebih mengasihi Yesus. Darah Yesus lebih penting dari hidup ini. Kita tidak bisa mengasihi dunia lebih dari kita mengasihi Yesus. Kita harus lebih mengasihi Yesus lebih dari tubuh kita sendiri. Kalau kita mau melepaskan nyawa maka kita akan menerima kemenangan. Marilah kita terus berserah kepada Yesus. Tolak Iblis maka dia akan lari dan tunduklah di bawah tangan Allah yang kuat. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Ps. John T. L. Maasbach, Minggu 19 Februari 2017 Ibadah Raya II