log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 05 Maret 2017 00:00

JANGAN MENGHAKIMI

Written by  Pdt. M. D. Wakkary

1 Korintus 4:1-5 Setelah Paulus menceritakan dirinya sebagai hamba Tuhan yang dapat dipercaya, dia kemudian menjelaskan supaya jangan menghakimi. Karena banyak terjadi baik secara sengaja maupun tidak sengaja, dari mulut ke mulut atau dalam percakapan-percakapan, kita bisa saja menghakimi seseorang. Penghakiman adalah dari Tuhan.
Di Amerika, saya melihat banyak hamba-hamba Tuhan menjadi stres karena banyak tuntutan yang harus mereka penuhi, dan kalau tidak bisa dicapai mereka bisa dipecat, diberhentikan atau gajinya dibekukan. Mereka merasa dihakimi. Tetapi alkitab katakan: jangan kamu menghakimi. Menghakimi itu seperti apa? Apabila kita melihat ada sesama jemaat yang hidupnya tidak benar kemudian menceritakannya kepada orang lain, itu menghakimi. Yang harus kita lakukan sebenarnya adalah mendoakan dia supaya bertobat, atau kita datang menasihati.
Roma 14:10-14 mencatat: 10Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. Karena ada tertulis: "Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah." Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung! Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis.
Kita harus mempertanggungjawabkan kepada Allah semua yang kita lakukan termasuk perkataan kita. Kita jangan terbawa arus yang terjadi saat ini di masyarakat yang begitu mudah menghakimi orang lain.
Roma 2:1 berkata Karena itu, hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. Kita manusia lebih gampang menuduh dan menghakimi orang, tetapi perlu kita ingat bahwa itu juga bisa terjadi pada diri kita. Sebab kita juga menghadapi berbagai persoalan dan masalah, apalagi kita anak Tuhan, selama Iblis masih ada maka kita akan terus dicobai.
Siapapun kita manusia pernah bersalah dan menganggap kesalahan itu tidak seberapa dibandingkan dengan kesalahan sama yang dilakukan orang lain, sehingga ketika orang lain melakukannya maka kita akan cepat bereaksi dan menghakiminya. Kita begitu cepat menuduh dan mendakwa seseorang.
Roma 12:17-19 berkata: Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
Tuhan melihat semua ejekan dan hinaan yang datang kepada kita. Tuhan bisa membalas dengan berbagai cara. Berikan tempat kepada Tuhan dan biarkan Dia yang bekerja.
1 Petrus 1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.
Kita semua suatu saat nanti akan menghadap Tuhan, dan jika kita mengetahui hal ini baiklah kita takut kepada Dia. Kalau kita takut akan Tuhan maka hati kita damai karena kita mengerti dan percaya bahwa dia bukan hanya mengawasi tetapi juga menjaga, melindungi, memberkati kita pribadi maupun keluarga kita.
Ibrani 10:30 Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya. Ada dua pengadilan di sini, yaitu pembalasan langsung dari Tuhan atas semua dosa dan pelanggaran, juga nanti Tuhan akan menghakimi. Pengadilan Tuhan bagi kita orang yang percaya adalah pengadilan untuk memberikan kepada kita upah yang besar, kehidupan kekal di sorga. Kita semua punya banyak kekurangan, oleh karena itu jangan saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya, biarkan Tuhan yang membalas.
Serahkanlah semuanya kepada Tuhan dan kita akan hidup dalam damai sejahtera, sehingga kita tidak memikirkan kesalahan orang lain. Kita belajar takut akan Allah supaya hidup kita disertai dan diberkati Tuhan. Haleluyah!